4 Rahasia Sukses Nabi dalam Berdagang yang Kamu Perlu Ketahui

0
10804
4 Rahasia Sukses Nabi dalam Berdagang

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang ulung dengan segala keteladanannya. Apalagi kalau soal berbisnis. Tahukah kamu kalau Nabi itu berbisnis? Dari umur 8 tahun, Nabi sudah mengikuti pamannya, Abu Thalib berdagang. Hingga umur 25 tahun, menikahi seorang wanita mulia bernama Khadijah dengan nilai mahar 20 ekor unta muda. Wah, luar biasa kan? Semua didapatkan dari hasil beliau berdagang. Mau tau gimana caranya? Inilah 4 rahasia sukses Nabi dalam berbisnis :

1. Transparansi dalam berdagang

Nabi dalam berdagang mengedepankan transparansi. Maksudnya apa? Nabi tak pernah menutup-nutupi keadaan barang dagangannya. Apa yang beliau sampaikan sesuai dengan kondisi barangnya. Dalam konteks saat ini misalkan seorang penjual mobil ingin menjualkan mobilnya maka ia harus menyebutkan secara rinci kondisi mobil tersebut termasuk kejadian masa lalu yang pernah menimpanya seperti pernah tabrakan dsb.

Nabi juga tak canggung untuk menyebutkan modal dagangnya dan keuntungan yang didapat dari setiap dagangannya. itulah mengapa beliau disebut sebagai Al-Amin (orang yang dipercaya) dan sangat disukai oleh para pembelinya. Tak heran bila repeat order setiap barang yang diperdagangkan tinggi.

2. Handal Mengelola Modal

Nabi memiliki cara yang handal dalam mengelola modal bisnis. Cara tersebut tidak pernah dilakukan oleh pengusaha lainnya di zaman tersebut. Kala itu, Nabi berencana untuk mengekspansi bisnisnya keluar Mekkah. Daerah yang dipilih adalah Negeri Syam.

Nabi memutarkan uangnya dengan membeli barang-barang yang ada di mekkah untuk dijual kembali di Negeri Syam. Dikarenakan barang di Mekkah tidak pernah ada di Syam maka barang tersebut laris di Negeri Syam.

Keuntungan dari penjualan di Syam digunakan untuk membeli barang kembali di Negeri Syam untuk kemudian dijual kembali di Mekkah. Alhasil keuntungan Nabi dua kali lipat.

3. Berdagang sebagai sebagai ibadah dan ajang silaturahim bukan mencari profit.

Kalau biasanya orang jualan karena mencari keuntungan bahkan memaksimakan keuntungan. Lain halnya dengan Nabi yang memiliki tujuan berdagang untuk beribadah kepada Allah dan ajang silaturahim.

Bukankah Silaturahim memperpanjang rezeki? Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung silaturahim.” [Hadits Riwayat Bukhari].

4. Mengedepankan kolaborasi ketimbang kompetisi.

Dalam berbisnis pasti pesaing selalu ada. Bila para pebisnis selalu berusaha untuk mematikan kompetitornya. Nabi mengedepankan untuk berkolaborasi, karena dengan berkolaborasi akan membuka peluang untuk bertumbuh lebih baik.

Sama halnya di era sekarang dimana banyak startup bermunculan maka kolaborasi menjadi hal yang penting untuk bersama-sama menumbuh-kembangkan startupnya.

Jadi, kalau kamu ingin menjadi pedagang yang unggul, yuk ikuti 4 cara Nabi tadi. Insya Allah usahamu akan lebih sukses dan berkah.


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.