Bacaan Adzan Lengkap Seluruh Solat dan Cara Adzan yang Benar

0
1211
adzan

Shalat adalah salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh seluruh umat Islam. Sebelum pelaksanaan sholat maka umat Islam akan dipanggil melalui kumandang adzan.

Setiap lima waktu kumandang ini kita akan terus dengar. Tidak akan terlepas kumandang ini dari telinga orang-orang yang beriman.

Terlebih di Indonesia yang hampir setiap tempat hanya berjarak beberapa kilometer sudah ada masjid atau mushola.

Hal yang menarik lainnya, adzan adalah sebuah kumandang yang tidak akan pernah berhenti. Setiap daerah memiliki waktu adzan yang berbeda-beda. Sehingga suara ini akan terus berderu selama 24 jam tanpa henti.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang adzan termasuk bacaan lengkapnya.

adzan
sumber: google.com

Pengertian

Bila dilihat dari segi bahasa, adzan memiliki arti yaitu sebuah pemberitahuan atau seruan. Arti kata tersebut terdapat pada firman Allah SWT pada QS. At-Taubah ayat 3, yaitu:

وَأَذَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Tulisan latin atas ayat tersebut adalah sebagai berikut,

Wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lamū annakum gairu mu’jizillāh, wa basysyirillażīna kafarụ bi’ażābin alīm

Terjemahannya adalah sebagai berikut,

Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.

Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.

Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

Adzan pertama kali dikumandangkan oleh sahabat Nabi bernama Bilal Bin Rabah. Kala itu Bilal mengumandangkan adzan pertama kali di tempat tinggi dekat bangunan Masjid Nabawi.

Baca Juga: Pencemaran Lingkungan dalam Islam yang Banyak Orang Lalai

Bacaan Adzan

Setelah membahas tentang pengertiannya, mari kita masuk ke bacaan setiap lafadz adzan. Mulai dari awal sampai akhir.

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allahuakbar, Allahuakbar dibaca dua kali.

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

Asyhadu allaa illaaha illallaah dibaca dua kali.

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah dibaca dua kali.

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ‘alashshalaah dibaca dua kali.

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya ‘alalfalaah dibaca dua kali.

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allahuakbar Allahuakbar dibaca satu kali.

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Laa ilaaha illallaah dibaca satu kali.

Adapun terjemahan atas lafadz adzan tersebut adalah sebagai berikut.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah

Ada kalimat adzan yang dikhususkan untuk shalat shubuh. Kalimat ini dilafadzkan setelah kalimat (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Kalimat tersebut adalah:

 اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Ash-shalaatu khairum minan-nauum

Terjemahannya adalah shalat lebih baik daripada tidur. Lafadz ini dibacakan dua kali.

Baca Juga: Perbedaan Syafakillah, Syafakallah, Syafahallah dan Syafahullah

Adzan
sumber: google.com

Cara adzan yang benar

Orang yang mengumandangkan adzan disebut dengan muadzin. Ketika ia hendak mengumandangkan adzan maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Apa saja hal tersebut yang kemudian menjadi cara adzan yang benar?

Pertama, berada dalam keadaan suci. Seorang muadzin harus berada dalam keadaan suci alias sudah berwudhu.

Kedua, berada dalam keadaan berdiri. Adzan yang benar dilakukan dengan berdiri.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW yang disampaikan kepada bilal, Rasulullah SAW bersabda  “berdiri wahai bilal! Serulah manusia untuk melakukukan solat!”. Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar.

Ketiga, menghadap kiblat. Seorang muadzin harus mengumandangkan adzan ke arah kiblat sebagaimana arah orang ketika sholat.

Keempat, memasukkan jari ke telinga. Perbuatan ini dilakukan oleh Bilal bin Rabah ketika adzan.

Kelima, menyambungkan pada setiap dua takbir. Artinya kalimat Allahuakbar Allahuakbar tidak boleh dijeda diantara keduanya.

Keenam, ketika mengucapkan Hayya ‘alashshalaah dan Hayya ‘alalfalaah maka ditengokkan kepala ke kanan dan ke kiri. Hal tersebut berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari (187) dan Muslim (503) dari Sahabat Abu Juhaifah.

Baca Juga: Bacaan Sholat (Panduan Lengkap untuk Sholat Wajib)

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang adzan termasuk pengertian, lafadz setiap bacaan dan cara yang benar.

Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan tentang lafadz yang selalu kita dengar setiap lima waktu.

Dan tentunya diharapkan dapat menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here