Akuntansi Syariah : Pengertian, Perbedaan dan Contoh

0
7029
Akuntansi Syariah

Perkembangan ekonomi syariah tidak hanya terlihat dari sisi keuangan tetapi juga dari sisi pendidikan. Hal ini terbukti dari banyaknya institusi pendidikan tinggi yang menghadirkan program studi yang berbasis ekonomi syariah seperti ekonomi syariah, perbankan syariah, akuntansi syariah dan sebagainya.

Tidak hanya dalam bentuk prodi, institusi yang melabelkan dirinya sebagai institusi pendidikan tinggi ekonomi islam juga bermunculan. Dua institusi yang terkenal yaitu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Sebi dan STEI Tazkia.

Salah satu cabang ilmu ekonomi syariah yang lagi disoroti adalah tentang akuntansi syariah dan pada artikel ini akan dibahas tentang hal tersebut.

Akuntansi Syariah
Sumber: unsplash.com

Pengertian dan Dalil Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah adalah akuntansi yang berbasiskan syariah atau dengan bahasa lain syariah mempengaruhi dunia per-akuntansian. Dalam bahasa arabnya, akuntansi berasal dari kata Al-Muhasabah yang merupakan masdar dari kata hassaba-yuhasbu yang artinya menghitung atau mengukur.

Perintah untuk melakukan pencatatan terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 282 yang merupakan ayat terpanjang dalam al-qur’an.

Prinsip Dasar

Prinsip dasar akuntansi syariah didasarkan pada Al-Baqarah ayat 282. Rincian dari prinsip tersebut ada tiga diantaranya:

1) Prinsip Pertanggugjawaban, yaitu bahwa individu yang terlibat dalam praktik bisnis harus selalu melakukan pertanggungjawaban yang terealisasi dalam laporan akuntansi.

2) Prinsip Keadilan, yaitu berkaitan dengan praktik moral dan hal-hal yang fundamental.

3) Prinsip Kebenaran, yaitu tidak terlepas dengan prinsip keadilan. Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Artinya pembuatan akuntansi tidak didasarkan pada hawa nafsu semata.

Persamaan Akuntansi Konvensionl dan Syariah

Persamaan antara akuntansi syariah dan konvensional adalah sebagai berikut:

1) Prinsip pemisahan jaminan keuangan dengan prinsip unit ekonomi.

2) Prinsip hauliyah dengan proses periode waktu atau tahun pembukuan keuangan.

3) Prinsip pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal.

4) Prinsip kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang.

5) Prinsip muqabalah (perbandingan) dengan prinsip perbandingan income dengan cost.

6) Prinsip istimrariyah (kontinuitas) dengan kesinambungan perusahaan.

7) Prinsip taudhih (keterangan) dengan penjelasan atau pemberitahuan.

Akuntansi Syariah
Sumber: unsplash.com

Perbedaan Akuntansi Konvensional dan Syariah

Adapun perbedaan dari kedua sistem akuntansi tersebut menurut Husein Syahatah adalah sebagai berikut:

1) Para ahli modern akuntansi berbeda pendapat dalam menentukan nilai dan barang untuk melindungi barang modal pokok, sementara tidak jelasnya dan belum ditentukan apa yang dimaksud dengan modal pokok (capital), sementara Islam memakai konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku dengan tujuan melindungi modal pokok dari segi kemampuan produksi di masa nanti.

2) Dalam akuntansi konvensional, modal terbagi menjadi dua kategori yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar), sedangkan dalam Islam berupa barang atau stock, selanjutnya disebut barang milik dan barang dagang.

3) Islam menilai uang seperti emas, perak dan barang lain yang sama hanya sebagai perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau harga.

4) Akuntansi konvensional mempraktikkan adanya teori pencadangan dan ketelitian diri menanggung semua kerugian dalam perhitungan, serta mengesampingkan laba yang bersifat mungkin, sedangkan Islam memperhatikan itu dengan penentuan nilai atau harga berdasar nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk memungkinkan bahaya dan resiko.

5) Akuntansi konvensional menerapkan prinsip laba universal, mencakup uang dari sumber yang membedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi. Sementara akuntansi syariah juga wajib menjelaskan pendapatan yang haram jika ada dan berusaha menghindari dana haram itu serta tidak boleh dibagi kepada mitra usaha atau dicampurkan kepada pokok modal.

6) Akuntansi konvensional memakai laba bahwa itu akan ada ketika adanya jual beli, sementara Islam memakai kaidah laba itu akan ada ketika ada perkembangan dan pertambahan pada nilai barang baik yang terjual maupun belum.

Kesimpulan

Itulah penjelasan terkait pengertian beserta persamaan dan perbedaan tentang akuntansi syariah. Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa akuntansi syariah bukanlah cabang ilmu yang asal ada, ia lahir karena adanya landasan dan beberapa perbedaan dengan konvensional.

Jika kamu tertarik dengan konten ekonomi islam seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.