apakah p2p lending halal

Di masa mendatang, dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik, P2P Lending dapat menciptakan kemakmuran bersama dengan cara yang berkah. Tentu saja, P2P Lending layak dan bermanfaat bagi individu asalkan pihak-pihak mempertimbangkan beberapa hal yang terlibat dalam prosesnya.

Menurut DSN-MUI?

Fintech peer-to-peer lending menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 dibolehkan dengan syarat sesuai dengan prinsip Syariah. Ketentuan prinsip Syariah yang dimaksud adalah :

  1. Terhindar dari riba, gharar(ketidakpastian), maysir (spekulasi), tadlis (menyembunyikan cacat), dharar (merugikan pihak lain), dan haram.
  2. Akad baku memenuhi prinsip keseimbangan, keadilan, dan kewajaran sesuai Syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Akad yang digunakan selaras dengan karakteristik layanan pembiayaan seperti al-bai’, ijarah, mudharabah, musyarakah, wakalah bi al ujrah, dan qardh.
  4. Terdapat bukti transaksi misalnya berupa sertifikat elektronik dan harus divalidasi oleh pengguna melalui tanda tangan elektronik yang sah. 
  5. Transaksi harus menjelaskan ketentuan bagi hasil yang sesuai dengan Syariah.
  6. Penyelenggara layanan boleh mengenakan biaya (ujrah) dengan prinsip ijarah.

Subyek hukum dalam fintech peer-to-peer lending ada tiga pihak, yaitu penyelenggara, penerima pembiayaan, dan pemberi pembiayaan.

Apakah ada manfaat pinjaman P2P?

Khususnya, pinjaman P2P Lending menawarkan beberapa manfaat bagi individu: 

  1. Nyaman karena struktur pinjaman didasarkan pada prinsip persaudaraan, di mana kreditor meminjamkan uang kepada debitur, yang saling kenal. 
  2. Mudah dan hemat waktu untuk dilakukan di mana praktik pemberian bantuan biasanya hanya mempertimbangkan sejumlah kecil uang dan membutuhkan waktu beberapa detik untuk diselesaikan. 
  3. Pinjaman P2P tidak melibatkan biaya hukum.
Di samping itu, pinjaman P2P memiliki dua berkah :
  1. Jika kreditur berniat meminjamkan uang untuk membantu debitur, maka Allah (SWT) akan membalasnya sesuai amalnya.
  2. Jika kreditur berniat meminjamkan uang kepada debitur dan kemudian ia memberikannya sebagai shadaqah, maka Allah akan memberinya berkah dan pahala lain. 

Jadi, P2P Lending halal alias boleh untuk dilakukan asalkan sesuai dengan prinsip yang telah disebutkan. Selain itu, P2P Lending juga memberi manfaat keberkahan tertentu untuk penggunanya.


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here