aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis

Ketika kamu hendak memulai bisnis tentunya kamu perlu memastikan apakah bisnis yang akan kamu mulai layak untuk dijalankan atau tidak. Ilmu ini disebut sebagai studi kelayakan bisnis. Terdapat beberapa aspek dalam menilai apakah bisnis tersebut layak atau tidak. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek keuangan. Nah, dalam artikel kali ini akan dibedah terkait aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis.

Tujuan diadakannya studi kelayakan bisnis ini adalah untuk menghindari kesalahan dalam penanaman modal untuk sebuah usaha yang ternyata setelah berjalan malah tidak memberikan keuntungan. Jadi kalau kamu sudah menilai bisnismu dari aspek keuangan dan hasilnya layak, maka kamu sudah bisa memulai bisnismu.

Nah, kira-kira apa saja nih aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis? Dalam artikel ini akan dibahas 4 kriteria untuk menilai aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis

Baca Juga: Panduan Lengkap Bisnis Online untuk Pemula

Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Sumber Dana yang Diperoleh

Berbeda sumber dana berbeda risiko yang akan ditanggung. Dalam poin ini paling tidak ada dua sumber dana yang dapat diperoleh ketika kamu menjalankan sebuah bisnis. Yaitu sumber dana dari modal sendiri dan sumber dana dari pinjaman. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menentukan sumber dana, tentukan dulu berapa jumlah dana yang kamu butuhkan.

Mari kita bahas kedua sumber dana tersebut.

1. Modal Sendiri

Buat kamu yang usahanya masih kecil-kecilan atau baru memulai usaha. Maka disarankan untuk memfokuskan usaha/bisnsmu pada sumber modal sendiri. Karena ini akan meringankan bebanmu ketimbang kamu memutuskan untuk memperoleh sumber dana melalui pinjaman pihak eksternal. Karena modal merupakan modal sendiri maka ketika usahamu mengalami kerugian kamu tidak akan menanggung beban kepada pihak eksternal semisal beban bunga atas pinjaman dan sejenisnya.

2. Modal Pinjaman

Nah, kalau kamu merasa bahwa usahamu sudah mampu berdiri dengan kokoh dan memiliki profit yang cukup matang, maka bila kamu hendak mengekspansi bisnismu opsi sumber dana dari pinjaman bisa jadi pilihan. Namun, lebih baik kamu meraih modal eksternal dengan akad bagi hasil ketimbang pinjaman. Karena kalau kamu memutuskan untuk menggunakan akad pinjaman maka kamu akan terkena bunga dan tentunya dalam islam hal tersebut diharamkan.

Baca Juga: Kunci Sukses Menurut Nabi Muhammad SAW

Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Kebutuhan Biaya Investasi

Hal kedua terkait dengan aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis adalah tentang kebutuhan biaya investasi. Setelah kamu telah selesai dalam menentukan jumlah dana yang dibutuhkan dan sumber dananya maka selanjutnya kamu harus mendata kebutuhan apa saja yang akan digunakan dalam menjalankan bisnismu. Hal ini juga akan menjadi pertimbangan pihak eksternal ketika hendak menanamkan modal pada bisnismu.

Kebutuhan akan biaya investasi ini dapat berupa kebutuhan operasional semacam listrik, gaji karyawan, telepon, internet, biaya pemeliharaan, dan pajak. Ada juga kebutuhan yang sifatnya pembelian aktiva tetap semacam membeli mesin, gedung, peralatan, inventasi kantor, hak paten, goodwill dan sebagainya.

Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Cash Flow

Bagi kamu yang gemar berbisnis pastinya tidak asing dengan istilah cash flow. Bisa dikatakan inilah jantungnya bisnis. Ketidakmampuan seorang business owner dalam mengelola cash flow maka siap-siap saja bisnisnya akan collapse, hehe. Poin cash flow menjadi sangat penting dalam hal menilai aspek keungan dalam studi kelayakan bisnis. Karena ia menggambarkan berapa uang yang masuk dan berapa uang yang keluar dalam suatu periode sebuah usaha berjalan.

Jenis-jenis cash flow yang kamu perlu ketahui diantaranya:

  • Initial Cashflow, yaitu kas awal ketika kamu baru memulai sebuah bisnis.
  • Operational Cashflow, yaitu kas yang terhitung baik masuk ataupun keluar selama sebuah usaha berjalan.
  • Terminal Cashflow, yaitu kas yang terhitung ketika usaha kamu berakhir.

Baca Juga: Punya Modal 10 Juta? Inilah Bisnis yang Cocok untuk kamu

Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Kriteria Penilaian Investasi

Poin keempat atau terakhir terkait dengan aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis adalah tentang kriteria penilaian investasi. Poin ini lebih rumit dibandingkan tiga sebelumnya karena kamu perlu menghitung beberapa indikator yang mana setiap indikator memiliki rumusnya masing-masing. Indikator tersebut terdiri dari:

  • Internal rate of return (IRR)
  • Payback Period
  • Average Rate of Return (ARR)
  • Net Present Value (NPV)
  • Profitability Index
  • Lainnya adalah rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas

Kesimpulan

Empat kriteria tersebut adalah beberapa dari kriteria untuk menilai apakah suatu bisnis layak atau tidak dari aspek keuangan. Jadi, ketika kamu ingin membuat bisnis tidak bisa asal bikin. Pertimbangkanlah empat kriteria tersebut, setelah beres dan dirasa aman baru kamu bisa memulai bisnismu.

Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here