Astaghfirullah : Pengertian, Tulisan Arab dan Keutamaan

0
43442
astaghfirullah

Tidak ada manusia yang terlepas dari dosa. Karena pada dasarnya manusia tidak akan pernah terlepas dari kekhilafan.

Mari kita refleksi sejenak. Bila 1 hari ada 24 jam, ada berapa dosa yang sekiranya sudah kita perbuat?

Mungkin ada sebagian dosa yang kita menyadarinya tapi ada juga dosa yang tanpa disadari ternyata kita telah melakukannya.

Coba perhatikan setiap bagian tubuh yang kita miliki. Mulai dari mata, apakah seharian ini telah terhindar dari pandangan yang dilarang?

Kemudian apakah tangan telah berbuat yang benar selama seharian?

Apakah kaki selalu melangkah ke jalan yang benar dan jauh dari kemaksiatan?

Sudahkah telinga terhindar dari pendengaran-pendengaran yang penuh dusta dan ghibah?

Apakah mulut sudah terhindar dari perkataan-perkataan yang tidak baik dan menjerumuskan?

Sulit untuk memastikan bahwa kita telah terbebas dari dosa selama satu hari. Bahkan sangat memungkinkan bahwa ada dosa yang kita perbuat baik kecil ataupun besar dalam waktu satu hari tersebut.

Mengingat bahwa manusia sangat mudah terjerumus dalam dosa, maka Islam mengajarkan satu amalan sebagai upaya meminta ampunan atas dosa yang diperbuat.

Amalan tersebut adalah zikir yang sering dilafadzkan. Ia adalah amalan zikir astaghfirullah.

Baca Juga: Hukum Memasang Hiasan Dinding di dalam Islam

astaghfirullah
sumber: google.com

Pengertian dan Tulisan Arab

Astaghfirullah di dalam bahasa arab memiliki arti memohon ampunan kepada Allah. Tulisan arabnya adalah sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُاللهَ

Artinya: aku memohon ampun kepada Allah.

Dilihat dari artinya, memang kalimat zikir ini ditujukan bagi seorang hamba untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

Karena pada dasarnya manusia tidak pernah terlepas dari dosa yang ia perbuat.

Lafadz ini bisa dibacakan kapanpun dan dimanapun (kecuali di toilet).

Bahkan sangat dianjurkan untuk dibacakan setiap saat. Hal ini bertujuan agar manusia berhati-hati dalam setiap perbuatan yang ia lakukan.

Katakanlah ketika ia hendak bekerja, maka lafadz istighfar ini akan membantu ia untuk bekerja secara profesional dan menghindari ia berbuat curang dalam pekerjaannya.

Begitupula ketika sedang belajar. Maka lafadz istighfar ini akan menuntun orang tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menghindari perilaku curang dalam belajar.

Ada banyak kisah tentang orang-orang yang rajin melafadzkan istighfar. Salah satunya terjadi pada penjual roti. Dimana ia sering melafadzkan astaghfirullah bahkan ketika ia sedang berjualan dan membuat bahannya.

Imam Ahmad yang saat itu tidak mengenalinya dan si penjual rotipun tidak mengenalnya kemudian menanyakan apa doa yang hendak ingin dikabulkan oleh si penjual roti tersebut.

Kemudian ia menjawab, bahwa ia sangat ingin bertemu dengan imam besar yaitu Imam Ahmad.

Bahkan Rasulullah yang maksum saja, beliau sangat rajin melafadzkan astaghfirullah 70-100x setiap hari. Lalu, kita?

Baca Juga: Subhanallah (Pengertian, Tulisan Arab dan Keutamaan)

astaghfirullah
sumber: google.com

Keutamaan

Setidaknya ada tiga keutamaan melafadzkan astaghfirullah yang akan dibahas pada artikel ini.

Pertama, dibukakan pintu rezeki.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesiapa yang senantiasa beristighfar maka Allah akan menjadikan baginya setiap kesusahan itu ada jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada cara mengatasinya serta memberikan rezeki kepadanya dari sumber yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Daud)

Kedua, terhindar dari rasa malas.

Rasa malas ini seringkali menghinggapi siapapun tanpa terkecuali. Tentunya rasa malas ini akan menghambat seseorang untuk beraktivitas terutama dalam hal ibadah.

Oleh sebab itu, untuk menghindari rasa malas ini dianjurkan untuk mengucapkan astaghfirullah. Sebagaimana hadist Nabi SAW, “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali” (HR. Muslim No. 2702)

Ketiga, menggugurkan dosa.

Inilah keutamaan lafadz astaghfirullah yang paling utama. Yaitu digugurkannya dosa. Diambil dari hadist Nabi, Rasulullah SAW bersabda,

Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: Tata Cara Aqiqah dalam Islam

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang lafadz astaghfirullah yang perlu kamu ketahui. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman lebih jelas tentang istighfar dan dapat membuat kita lebih berhati-hati khususnya dalam berbuat hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.