Bisnis Syariah : Definisi, Perbedaannya dengan Bisnis Biasa, dan Contoh

0
4316
Bisnis Syariah

Loh kok ada bisnis syariah sih? Emang beda ya sama bisnis pada umumnya?

Mungkin banyak diantara kamu yang mempertanyakan hal tersebut. Baru-baru ini terminologi bisnis syariah mulai dikumandangkan.

Bahkan ada salah satu universitas yang memiliki jurusan khusus untuk jenis bisnis ini. Tepatnya nama jurusan tersebut adalah bisnis islam. Jurusan ini terletak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

Apa berarti bisnis yang umum tidak sesuai dengan syariah?

Nah, daripada banyak bertanya-tanya lebih baik kita bahas biar lebih jelas apa itu bisnis syariah, apa saja ciri-cirinya dan contoh-contohnya.

bisnis syariah
sumber: unsplash.com

Pengertian

Kalau dilihat dari frasanya, bisnis syariah terdiri dari dua kata yaitu bisnis dan syariah.

Bisnis sebagaimana pengertiannya secara umum yaitu sebuah usaha untuk menghasilkan produk atau jasa untuk kemudian dijual dan menghasilkan profit.

Adapun syariah adalah aturan atau ketetapan Allah yang ditetapkan kepada hamba-hambanya. Dalam kasus ini adalah ketetapan dalam agama Islam. Syariah mencakup diantaranya ibadah, akhlak, muamalah, dan aktivitas sehari-hari.

Jadi, bisnis syariah adalah sebuah usaha atau kegiatan menciptakan produk atau jasa untuk dijual untuk menghasilkan keuntungan sesuai dengan ketetapan Allah SWT atau berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Lalu, apa yang membedakan dengan bisnis secara umum?

Intinya yang membedakan antara bisnis syariah dengan bisnis secara umum adalah adanya panduan dan batasan yang ditentukan syariat dan perbedaan tujuan.

Sebenarnya tidak beda juga, tetapi ada satu hal lain yang menjadi tujuan dilaksanakan bisnis syariah yaitu untuk menggapai keridhaan Allah SWT.

Jadi tidak hanya berpatokan pada maksimalisasi keuntungan tetapi juga memaksimalkan kebermanfaatan dan berusaha menggapai ridha Allah SWT.

Hal lain juga yang perlu dipahami adalah bahwa bisnis syariah tidak hanya terbatas pada perbankan syariah atau institusi keuangan syariah lainnya.

Bisnis syariah bersifat sangat umum dan meliputi berbagai lini. Termasuk bisnis riil yang mana bisnis tersebut haruslah mempertimbangkan halal haram baik dari segi objek maupun proses transaksinya.

Baca Juga: 5 Tahapan Anti Wacana dalam Memulai Bisnis

Ciri-Ciri

Salah satu tokoh Ekonomi Islam di Indonesia yang juga pendiri Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio menjelaskan ciri-ciri atau konsep dasar bisnis syariah. Berikut adalah ciri-cirinya:

A. Halal Produknya.

Apa yang kita makan akan berpengaruh pada keseluruhan tubuh kita bahkan pada kehidupan kita secara keseluruhan.

Makanan yang haram akan memberikan dampak tidak hanya pada fisik tetapi juga pada aktivitas hidup manusia. Misalnya akan ditimpa kesulitan, musibah, penyakit dan sebagainya. Mengerikan, bukan?

Itulah sebabnya bisnis syariah harus mengedepankan untuk menjual produk-produk yang halal. Dalam Islam sudah jelas mana produk yang halal dan mana produk yang haram.

B. Adanya Ijab Kabul.

Kamu harus tahu bahwa ijab kabul tidak hanya pada akad nikah saja. Pada transaksi jual beli juga ada proses ijab kabul. Proses ini dilalui oleh penjual dan pembeli.

Adanya ijab kabul adalah untuk memperkuat akad jual beli yang diterapkan oleh kedua belah pihak apakah akadnya murabahah, ijarah, mudharabah atau akad lainnya.

C. Terhindar dari unsur maysir, riba dan gharar (maghrib)

Islam sudah secara tegas melarang praktik jual beli yang mengandung unsur perjudian (maysir), riba dan ketidakjelasan (gharar). Karena hal tersebut adalah bentuk dari kezhaliman atas harta saudara kita sesama muslim.

Allah SWT berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. An-Nisa : 29).

Selain itu, proses jual beli juga harus dilakukan secara adil karena salah satu kaidah muamalah adalah La Tazhlimuna wa la Tuzhlamun yang artinya jangan saling menzhalimi.

Baca Juga: Jual Beli dalam Islam (Pengertian, Dalil, Syarat, dan Kontemporer)

Bisnis Syariah
sumber: unsplash.com

Contoh

Ada beberapa contoh bisnis syariah yang bisa kamu pelajari. Ada di bidang teknologi pembelajaran, keuangan dan komoditas.

Dalam artikel ini kita akan membahas 3 contoh tersebut.

Pertama adalah bisnis pembelajaran online ekonomi islam. Sekarang adalah eranya orang bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Untuk itulah Maslahah Academy hadir sebagai platform yang memberikan pembelajaran online tentang ekonomi islam.

Kedua adalah bisnis investasi syariah. Tidak etis rasanya kalau generasi milenial hanya bisa menghabiskan uang dan tidak bisa menghasilkan uang.

Kalau kamu ingin menjadi milenial yang berpenghasilan dengan cara yang mudah bahkan modal yang sangat kecil kamu bisa mencoba berinvestasi di Qazwa.

Ini adalah platform investasi syariah yang memudahkan berbagai kalangan untuk bisa berinvestasi dengan modal minim dan potensi penghasilan yang tinggi. Dan yang paling penting adalah sesuai dengan syariah.

Ketiga adalah bisnis komoditas. Salah satu bisnis syariah yang berbasis komoditas adalah hijab.

Meskipun pemain lini bisnis ini sudah banyak, kamu tetap bisa mencoba masuk sebagai pemain baru. Karena pasar pengguna hijab terlebih di Indonesia sangat tinggi.

Tentunya tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi bisnis ini bisa menjadi wasilah dakwahmu agar banyak orang mau menggunakan hijab.

Baca Juga: 7 Peluang Usaha yang Ajib di tahun 2020

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang bisnis syariah yang erlu kamu ketahui. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan serta semangat kamu untuk mulai berbisnis. Tentunya berbisnis dengan prinsip syariah.

Jika kamu tertarik dengan konten bisnis seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.