4 Langkah Menjadi Dropship di Tahun 2020, Yuk Simak

0
2711
Cara Menjadi Dropship

Kalau kamu melihat artikel ini itu artinya kamu sedang mencari cara menjadi dropship.

Fenomena bisnis online dengan sistem dropship tentunya sudah tidak asing lagi. Sistem dropship yang memberikan kemudahan dalam transaksi membuat banyak orang terutama yang ingin memulai bisnis online memilih sistem ini untuk bisnisnya. Pengertian sederhana dari bisnis sistem dropship adalah sistem bisnis dimana dropshipper (pelaku bisnis dropship) tidak perlu menstock barangnya untuk dijual. Ia cukup memasarkan produk supplier yang apabila terjadi penjualan maka ia hanya tinggal menghubungi supplier dan supplier yang akan mengirimkan barang pesanannya langsung ke customer.

Sayangnya memulai saja tidak cukup bila tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai. Itulah mengapa dalam artikel ini akan disajikan cara menjadi dropshipper yang sukses. Yuk simak bagaimana caranya. Inilah 10 cara menjadi dropship.

Baca Juga: Kerja Freelance untuk Kamu yang Ingin Mendapatkan Uang tanpa Ke Kantor

1. Pilih Produk yang Kamu Kuasai

Poin pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan memilih produk yang kamu kuasai. Tidak harus menstock barang bukan berarti kamu bisa asal saja menjual produk. Memilih produk yang kamu kuasai akan memudahkanmu untuk menjual produk dengan sistem dropship.

Misalnya kamu menyukai produk olahraga, maka kamu bisa memilih produk olahraga untuk kamu jual. Memilih produk yang tidak kamu kuasai akan menyulitkan dirimu. Bayangkan kalau kamu orang yang suka olahraga tapi mencoba untuk menjual produk perlengkapan bayi. Bisa dipastikan pasti kamu akan pusing apalagi kalau ditanya-tanya sama calon customer, mau ngomong apa coba?

2. Riset Produk yang Telah Kamu Pilih

Setelah kamu menentukan produk mana yang akan kamu jual. Langkah selanjutnya adalah meriset produk yang telah kamu tentukan itu.

Cara sederhana untuk melakukan riset bisa kamu lakukan melalui e-commerce seperti tokopedia.

Setelah kamu memilih kategori produk yang akan dijual, kamu ubah urutan produk berdasarkan penjualan. Pengubahan urutan produk menjadi “penjualan” akan memberikan informasi kepadamu produk mana yang paling laris.

Pilihlah produk yang paling laris, karena produk tersebut akan memberikan kemudahan untukmu dalam menjual. Kalau kamu menjual produk yang tidak laris, kapan lakunya? hehe

Baca Juga: Fenomena Digital Nomaden yang Perlu Kamu Ketahui

3. Pilih Supplier yang Terpercaya

Kalau kamu sudah menentukan dan meriset produk yang akan kamu jual. Sekarang saatnya kamu menentukan supplier yang terpercaya. Penentuan supplier menjadi penting karena kamu tidak memiliki produk yang dijual. Produk tersebut ada di supplier. Salah pilih supplier tentunya akan merugikanmu sebagai dropshipper.

Pertama-tama usahakan memilih supplier yang lokasinya tidak jauh dari lokasi keberadaanmu. Hal ini akan memudahkan komunikasi kepada customer bahwa lokasi tempat pengiriman barang sama dengan lokasi tempat kamu berjualan. Hal ini akan menyulitkan apabila kamu melakukan dropship di daerah Jakarta sedangkan lokasi supplier-mu di daerah Medan. Meski tidak wajib, tapi tetap usahakan cari supplier yang lokasinya sama dengan lokasi tempat kamu berada.

Kedua, apabila kamu menggunakan tokopedia sebagai tempat kamu meriset supplier maka kamu harus memilih filter toko yang menggunakan jasa same day service, karena toko yang menggunakan jasa same day service hampir dipastikan bahwa itu adalah toko yang memiliki stok barang.

Ketiga, bila kamu menggunakan tokopedia maka kamu bisa melihat reputasi dari supplier yang akan kamu pilih. Lihat juga jumlah penjualan yang telah ia lakukan. Semakin bagus reputasinya maka semakin terpercaya supplier tersebut.

4. Tentukan Margin Penjualan yang Tepat

Setelah menentukan ketiga langkah di atas, maka langkah terakhir adalah menentukan margin penjualan yang tepat. Kamu bisa melihat kompetitor yang menjual produk yang sama. Lihatlah harga tertinggi yang dijual, kemudian sesuaikanlah harga tersebut dengan harga yang akan kamu jual.

Dalam hal ini yang perlu jadi perhatian buat seberapa besar margin yang dapat kamu tentukan, tapi seberapa tepat kamu menentukan margin. Kalau kamu menentukan margin yang tinggi namun tidak mendeliver value yang bagus dari produk yang kamu jual dan pasar yang kamu sasar bukan menengah ke atas maka dapat dipastikan produk kamu akan sulit lakunya. Jadi bukan menentukan margin yang tinggi tapi tentukan margin yang tepat.

Itulah 4 cara menjadi dropship yang bisa kamu pelajari dan mulai praktikkan. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi kamu yang memutuskan untuk menjadi pemain dropship.

Jika kamu tertarik dengan konten bisnis seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.