Cara Seorang Agar Pensiunan Menjadi Enterpreneur Sukses

0
851
persiapan pensiun

Kamu tahu isitilah Intrapreneur? Intrapreneur adalah sebutan bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan. Sebagaimana seorang karyawan, ada masanya ia memasuki fase pensiun. Bagi karyawan , mempersiapkan diri ketika pensiunan menjadi enterpreneur. sepertinya menjadi hal yang sangat possible di kondisi serba digital seperti saat ini.

Inilah tips untuk kamu yang hendak mempersiapkan diri ketika pensiun untuk menjadi seorang entrepreneur.

Menciptakan Usaha Terbaik

Ciptakanlah usaha terbaik dengan membangun brand (citra diri) dan royalty, melalui trust(kepercayaan), system, altruisme(pengorbanan), dan network(jaringan).

Berjuang untuk Memperoleh Pendapatan yang Stabil

Berjuanglah sekuat tenaga agar usaha yang kamu jalankan memperoleh pendapatan yang stabil, administrasi yang rapi sehingga dapat pengakuan dari bank (bankable), dan bisa membeli properti dengan cara investor properti.

Jangan Membeli Properti Konsumtif

Tahanlah diri kamu untuk membeli properti yang bersifat konsumtif. Belilah properti yang bersifat produktif. Kalau kamu sudah memiliki beberapa properti produktif, maka dipersilahkan untuk kamu membeli properti konsumtif untuk kebutuhan pribadi dan keluarga.

Usaha sebagai Basis Pembelian Properti Produktif

Jadikanlah usaha kamu sebagai basis pembelian properti produktif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meminjam dana ke Bank Syariah. Dengan penghasilan kamu yang mapan dalam memiliki perusahaan, insya Allah membuat kamu menjadi bankable. Sayang kan kalau enggak dimanfaatkan.

Properti sebagai basis Usaha yang rigid

Kamu perlu memiliki properti sebagai basis usahamu yang rigid dan kokoh.

Ciptakan Merek Sendiri

Supaya kamu dapat bersaing denga para kompetitor, kamu perlu membuat merek sendiri dan menciptakan pelanggan-pelanggan yang setia dan berpeluang menjadi passive income bagi dirimu.

Miliki Kreativitas

Dengan sedikit kreativitas, nilai properti kamu bisa meningkat dan peluang kamu mendapatkan passive income  bisa tinggi. Dengan menambah internet, AC dan seterusnya memungkinkan kamu meningkat pendapatannya.

Cashflow yang stabil

Ciptakanlah cashflow yang stabil pada properti yang kamu beli. Setelah itu, kamu beli lagi properti produktif dengan cara yang sama. Peraturan di Indonesia memungkinkan kamu bisa membeli hingga 5 properti. Menariknya, itu bisa didapat dengan usahamu.

Berikut adalah contoh kasus terkait dengan entrepreneur :

  • Seorang pengusaha percetakan, sebut saja Rohman. Memiliki usaha dengan hasil Rp15 juta perbulan
  • Dalam sebuah pencarian di koran dan Google, dia mendapatkan properti produktif berupa gudang percetakan beserta mesin-mesinnya yang dijual murah seharga Rp400 juta. Nilai real properti itu adalah Rp 800 juta. Properti itu dijual karena pemilik sudah terlalu tua. Karena sudah banyak yang menawar dan ia sudah lelah maka ia pun menjual properti tersebut dengan harga murah
  • Hasil bersih dari percetakan itu adalah Rp10 juta sebulan, ditambah dengan jaringan percetakan yang sudah ada. Rohman membayangkan dapat menambah penghasilan menjadi Rp25 juta perbulan.
  • Rohman mengajukan ke Bank Syariah dan cicilannya adalah Rp5,5 juta sebulan. Cicilan ini bisa di-cover dari hasil properti itu sendiri
  • Rohman mendapatkan keuntungan diantaranya, cashflow positif (10 juta-5,5 juta = 4,5 juta) dan capital gain  (asumsi 10% pertahun maka berjumlah 40 juta atau 3,3 juta per bulan). Sehingga total keuntungan yang diterima Rohman adalah Rp7,8 juta per bulan
  • Dengan properti ini, pendapatannya Rohman meningkat menjadi Rp22,8 juta per bulan, tanpa perlu menelantarkan usaha yang ada

Demikian beberapa tips pensiunan menjadi enterpreneur. Walaupun usia kamu saat ini masih jauh dari usia pensiun tidak ada salahnya kamu mempersiapkannya karena bukannya pensiun dini adalah cita cita kita semua ?

Untuk kamu yang tertarik dengan topik tentang bisnis ataupun enterpreneurship, kamu bisa cek artikel lainnya di rubrik bisnis.

Kunjungi juga channel Youtube Qazwa untuk pembahasan terkait ekonomi islam, bisnis dan keuangan.