Ceramah Singkat tentang Ibu dan Kisah Bakti Uwais Al Qarni

0
872
Ceramah singkat tentang ibu

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang ceramah singkat tentang ibu. Sebuah topik yang penting untuk disampaikan oleh setiap orang baik yang ibunya masih ada ataupun yang sudah meninggal.

Buat kamu yang saat ini sedang mencari teks ceramah dengan topik Ibu ataupun orang tua maka artikel ini sangat pas untukmu. Termasuk buat kamu yang memiliki tugas agama untuk mencari teks ceramah atau membuat teks ceramah artikel ini bisa menjadi referensimu.

Baca Juga: Ceramah Singkat tentang Ilmu Beserta Teks Lengkapnya

Ceramah Singkat Tentang Ibu
sumber: unsplash (Jonathan Gallegos)

Contoh Ceramah Singkat tentang Ibu

Assalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang berkat rahmat, karunia, serta nikmatnya sehingga kita bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Sholawat seiring salam semoga Allah curah dan limpahkan kepada baginda mulia Nabi Muhammad SAW. Semoga sholawat ini juga tersampaikan kepada keluarga, sahabat, dan kita sebagai pengikutnya yang senantiasa istiqomah mengikuti risalahnya hingga akhir zaman. Aamiin.

Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan nasihat atau pesan kebaikan terkait dengan hal yang sangat fundamental di dalam kehidupan kita.

Kita akan berbicara sosok yang sangat berharga dalam hidup dan Allah muliakan sosok tersebut. Bahkan bila kita berbuat dosa kepadanya maka siap-siap saja azab Allah akan datang.

Ia adalah Ibu kita. Wanita yang telah berjuang melahirkan hingga mengurus kita dari kecil hingga dewasa ini. Percayalah bila kita hendak menilai berapa nilai atas perjuangan ibunda kita maka kita tidak akan pernah bisa menilainya dengan angka pasti.

Hal tersebut dikarenakan nilai dari perjuangan ibunda kita adalah tak terhingga.

Islam mewajibkan kita untuk berbakti kepada orang tua. Sebagaimana dalam firman Allah pada QS. Lukman ayat 14, yaitu:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Latin,

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhụ fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Terjemahan,

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Diantara Ibu dan Bapak, Islam begitu menekankan untuk menghormati dan berbakti kepada Ibu. Sebagaimana dalam hadits,

Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”

Ibu menjadi sosok yang sangat diutamakan dalam bakti seorang anak.

Pernah dengar kisah Uwais Al Qarni? Beliau adalah orang yang menggendongkan ibundanya untuk berangkat haji dari Yaman ke Mekkah.

Dia adalah sosok yang amat memuliakan ibunya. Apapun permintaan ibundanya pasti ia akan turuti. Kala itu ibunya ingin sekali untuk berangkat haji.

Namun, kondisi Uwais saat itu sedang tidak memiliki cukup uang. Saat permintaan itu terucap Uwais merasa berat untuk mengiyakan permintaan ibunya.

Jarak dari Yaman ke Mekkah amatlah jauh. Biasanya kendaraan yang digunakan untuk berangkat ke sana adalah Unta. Karena keterbatasan dana akhirnya Uwais melatih otot-ototnya dengan mengangkat anak lembu naik turun bukit sampai lembu tersebut beratnya 100kg.

Merasa ototnya sudah terlatih akhirnya Uwais menggendong Ibunya dari Yaman menuju ke Mekkah. Setiba di tanah suci, Uwais Al-Qarni tetap menggendong ibunya wukuf di Arafah dan Thawaf.

Ia pun memanjatkan doa “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu”

Kisah yang amat menyentuh sanubari kita. Menjadi pengingat bahkan bisa jadi “tamparan keras” bagi kita yang mungkin sering lalai terhadap bakti kita terhadap orang tua.

Bahkan bisa jadi ada kata dan perbuatan yang membuat hati orang tua terutama ibu kita yang membuatnya “sakit”.

Semoga kita selalu bisa menunjukkan bakti terbaik kepada Ibu kita dan mendapatkan ridha Allah atas hal tersebut.

Sekian ceramah yang dapat saya sampaikan.

Wassalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.

Baca Juga: Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Syukur dan Jodoh

Ceramah Singkat tentang Ibu
sumber: unsplash (@haseebjkhan)

Penutup

Itulah penjelasan beserta contoh teks ceramah singkat tentang Ibu. Semoga isi dari ceramah tersebut bisa menjadi inspirasi serta motivasi untuk kita agar lebih berbakti kepada ibu kita.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.