Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Apakah kamu tahu apa saja daftar bank syariah yang terdaftar di BEI?

Pada artikel sebelumnya yang berjudul Investasi Saham : Panduan Lengkap Investasi untuk Pemula telah banyak kita pelajari tentang investasi saham.

Pada artikel tersebut juga dibahas perbedaan antara saham konvensional dan saham syariah.

Nah, kira-kira kamu milih yang mana nih?

Sebagai seorang muslim/muslimah sudah tentu kamu akan memilih saham syariah. Selain menguntungkan, kamu juga pastinya tidak ingin kehilangan keberkahan atas investasi yang dilakukan.

Jikalau kamu memilih bank sebagai perusahaan yang kamu akan tuju untuk investasi, maka bank syariah adalah bank yang tepat untuk tujuan investasimu.

Tapi pertanyaannya, bank syariah apa saja yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI sampai saat ini ada tiga bank, diantaranya Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah), Bank Tabungan Pensiun Negara Syariah (BTPN Syariah) dan Bank Panin Dubai Syariah.

Yuk kita bahas ketiga bank tersebut.

Baca Juga: Reksadana, Panduan Lengkap Untuk Investor Reksadana Pemula

BRI Syariah

Bank Rakyat Indonesia Syariah atau biasa disingkat BRI Syariah adalah sebuah bank yang berasal dari induknya yaitu Bank Rakyat Indonesia. Bank BRI Syariah mulai memisahkan diri setelah menerima izin dari Bank Indonesia pada 16 Oktober 2008 yang tertulis dalam sebuah surat .10/67/KEP.GBI/DpG/2008. Atas dasar landasan tersebutlah PT. Bank BRISyariah, Tbk secara resmi beroperasi.

Bank yang satu ini mulai melakukan Initial Public Offering (IPO) pada  bulan mei tahun 2018. Menariknya, tak lama setelah dibuka saham BRI Syariah naik hingga 19,61 persen ke level 610 per saham.

BRI Syariah mencetak rekor sebagai anak usaha BUMN pertama yang berkategori syariah yang sudah melakukan IPO.

BTPN Syariah

Lebih dulu dibandingkan Bank BRI Syairah, Bank BTPN Syariah diresmikan beroperasi pada tanggal 14 Juli 2014.

BTPN Syariah merupakan salah satu Bank Syariah yang berfokus pada pelayanan terhadap keluarga yang kurang mampu.

BTPN Syariah memiliki karyawan sekitar 12.000 yang proaktif secara langsung untuk mengimplementasikan program pemberdayaan keluarga kurang mampu. Karyawannya tersebut tersebar di hampir 70% dari total kecamatan di Indonesia. Terdapat empat perilaku pemberdayaan utama yang dimiliki oleh BTPN Syariah diantaranya, Keberanian untuk mencoba, Disiplin, Kerja Keras dan Solidaritas.

Salah satu prinsip dari BTPN Syariah adalah “Do Good Do Well” yang memiliki makna untuk memberikan kinerja terbaik dan dampak sosial yang nyata. Selain itu, BTPN Syariah juga memiliki tagline #bankirpemberdaya sebagai identitas bahwa karyawan BTPN Syariah memang berfokus pada pemberdayaan.

Bank Panin Dubai Syariah

Bank yang satu ini adalah bank yang berlokasi di Jakarta dan berada di Gedung Panin Life Center. PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk adalah nama perusahaannya. Sebagaimana bank syariah pada umumnya, Bank Panin Dubai Syariah menjalankan kegiatan usahanya di bidang perbankan dengan prinsip bagi hasil. Hal tersebut termaktub dalam anggaran dasar Panin Dubai Syariah pasal 3.

Pada tanggal 6 Oktober 2009, Bank Panin Dubai Syariah mendapatkan izin dari Bank Indonesia yang termaktub dalam keputusan No.11/52/KEP.GBI/DpG/2009 sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah. Setelah keputusan tersebut, Bank ini mulai beroperasi pada tanggal 2 Desember 2009 sebagai bank umum syariah.

Bila dilihat dari kepemilikan saham, Bank Panin Dubai Syariah dikuasai sahamnya paling besar oleh PT. Bank Panin, Tbk sebesar 53,7%. Kemudian disusul oleh  Dubai Islamic Bank sebesar 38,25% dan terakhir oleh masyarakat umum sebesar 8,05%.

Menariknya, Bank Panin Dubai Syariah adalah bank syariah pertama yang IPO di pasar Indonesia. Pada saat pertama IPO harga saham yang ditawarkan adalah Rp100 per lembar saham. Meskipun pas awal dibuka mengalami stagnansi tetapi Bank Panin Dubai Syariah berhasil meraih kenaikan harga saham dan tercatat memiliki Frekuensi transaksi sebanyak 106 dengan volume sebesar 35.000 lot dan nilai total transaksi sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2014.

Baca Juga: Mengenal Akad Murabahah dalam Ekonomi Islam

Mekanisme Perhitungan Keuntungan Investasi Saham BRI Syariah

Misal, Rosnita memutuskan untuk berinvestasi di saham BRI Syariah. Data perkembangan saham BRI Syariah sebagaimana yang tertampil pada grafik di atas bila ditampilkan dalam bentuk akan terlihat sebagai berikut.

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Rosnita memutuskan membeli saham BRI Syariah pada bulan Mei 2018. Sebagaimana terlampir pada tabel di atas, harga saham pada bulan tersebut adalah Rp620/lembar. Peraturan bursa untuk membeli saham adalah harus membeli 1 lot yaitu sebanyak 100 lembar. Saat itu Rosnita memutuskan untuk membeli 1 lot sehingga uang yang ia investasikan untuk membeli saham adalah Rp62.000.

Rosnita mengambil keuntungan investasinya dengan mekanisme jual beli saham bukan dengan dividen. Pada akhir tahun 2018 yaitu bulan Desember, ia menjual sahamnya. Pada bulan tersebut harga saham berada pada tingkat harga Rp530. Karena Rosnita memiliki 1 lot saham maka pada bulan Desember 2018 ia menjual sahamnya sebesar Rp53.000.

Dengan penjualan yang hanya Rp53.000, maka Rosnita mendapatkan capital loss. Karena ketika membeli, ia mengeluarkan uang sebesar Rp62.000 sedangkan ketika menjual ia hanya mendapatkan Rp53.000. Rosnita kehilangan uang sebesar Rp9.000.

Secara sederhana, ilustrasi kerugian Rosnita adalah sebagai berikut:

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Mekanisme Perhitungan Keuntungan Investasi Saham BTPN Syariah

Misal, Eko memutuskan untuk berinvestasi di BTPN Syariah. Data perkembangan saham pada BTPN Syariah terlihat pada grafik di atas. Namun, untuk menyamakan waktu investasi dengan Rosnita, maka yang akan diambil adalah data perkembangan saham dari bulan Mei 2018. Bila diilustasikan dalam bentuk tabel maka akan terlihat sebagai berikut.

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Eko memutuskan membeli saham BTPN Syariah pada bulan Mei 2018. Sebagaimana terlampir pada tabel di atas, harga saham pada bulan tersebut adalah Rp1.510/lembar. Peraturan bursa untuk membeli saham adalah harus membeli 1 lot yaitu sebanyak 100 lembar. Saat itu Eko memutuskan untuk membeli 1 lot sehingga uang yang ia investasikan untuk membeli saham BTPN Syariah adalah Rp151.000.

Eko mengambil keuntungan investasinya dengan mekanisme jual beli saham bukan dengan dividen. Pada akhir tahun 2018 yaitu bulan Desember, ia menjual sahamnya. Pada bulan tersebut harga saham berada pada tingkat harga Rp1.710. Karena Eko memiliki 1 lot saham maka pada bulan Desember 2018 ia menjual sahamnya sebesar Rp171.000.

Dengan penjualan sebesar Rp171.000 maka Eko mendapatkan capital gain. Karena ketika membeli, ia mengeluarkan uang sebesar Rp151.000 dan ketika menjual ia mendapatkan Rp171.000. Alhasil Eko mendapatkan keuntungan penjualan saham sebesar Rp20.000.

Secara sederhana, ilustrasi keuntungan Eko adalah sebagai berikut.

Mekanisme Perhitungan Keuntungan Investasi Saham Bank Panin Dubai Syariah

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Misal, Fatimah memutuskan untuk berinvestasi di Bank Panin Dubai Syariah. Data perkembangan saham pada Bank Panin Dubai Syariah terlihat pada grafik di atas. Namun, untuk menyamakan waktu investasi dengan Rosnita dan Eko, maka yang Fatimah berinvestasi pada bulan Mei 2018. Bila diilustasikan dalam bentuk tabel maka akan terlihat sebagai berikut.

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Fatimah memutuskan membeli saham Bank Panin Dubai Syariah pada bulan Mei 2018.  Sebagaimana terlampir pada tabel di atas, harga saham pada bulan tersebut adalah sebesar Rp89/lembar. Peraturan bursa untuk membeli saham adalah harus membeli 1 lot yaitu sebanyak 100 lembar. Saat itu Fatimah memutuskan untuk membeli 1 lot sehingga uang yang ia investasikan untuk membeli saham BTPN Syariah adalah Rp8.900.

Fatimah mengambil keuntungan investasinya dengan mekanisme jual beli saham bukan dengan dividen. Pada akhir tahun 2018 yaitu bulan Desember, ia menjual sahamnya. Pada bulan tersebut harga saham berada pada tingkat harga Rp51/lembar saham. Karena Fatimah memiliki 1 lot saham maka pada bulan Desember 2018 ia menjual sahamnya sebesar Rp5.100.

Dengan penjualan sebesar Rp5.100 maka Fatimah mendapatkan capital loss. Karena ketika membeli, ia mengeluarkan uang sebesar Rp8.900 sedangkan ketika menjual ia hanya mendapatkan Rp5.100. Alhasil Fatimah mendapatkan kerugian penjualan saham sebesar Rp3.800

Secara sederhana, ilustrasi keuntungan Fatimah adalah sebagai berikut.

Daftar Bank Syariah yang terdaftar di BEI

Baca Juga: Akad Mudharabah dalam Ekonomi Islam

Perbandingan Keuntungan

Bila dibandingkan investasi antara Rosnita, Eko dan Fatimah. Maka, terlihat bahwa yang mendapatkan keuntungan atas investasinya adalah Eko. Rosnita dan Fatimah mengalami kerugian atas investasi saham yang mereka lakukan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa investasi pada BTPN Syariah lebih menguntungkan dibandingkan investasi di tempat lain seperti BRI Syariah dan Bank Panin Dubai Syariah khususnya pada periode Mei sampai Desember 2018.

Berikut ilustrasi keuntungan dan kerugian masing-masing bank sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.

Daftar Bank Syariah yang Terdaftar di BEI

Alternatif Investasi Saham

Bila dilihat dari ilustrasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa investasi saham penuh dengan risiko. Buktinya saja dua orang yaitu Rosnita dan Fatimah mengalami kerugian atas investasi yang mereka lakukan.

Kalau kamu pada akhirnya masih belum yakin untuk investasi saham, kamu bisa mencoba alternatif investasi lain yaitu P2P Lending Syariah. Salah satu perusahaan P2P Lending Syariah adalah Qazwa. Perusahaan P2P Lending yang satu ini berfokus pada pengembangan umkm melalui platform pembiayaan berbasis syariah. Platform ini mengajak kamu juga untuk berinvestasi dengan modal yang minim yaitu Rp100 ribu dan return yang mencapai 24%. Menariknya, Qazwa saat ini telah memegang izin OJK dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI dalam melaksanakan operasionalnya. Sehingga para investor tidak perlu khawatir akan kemanan dan kehalalan uang yang diinvestasikan.

Baca Juga: 6 Jenis Investasi Online Syariah anti Ribet

Nah, itulah daftar bank syariah yang terdaftar di BEI. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu untuk mengetahui tentang daftar bank syariah yang terdaftar di BEI.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here