Deposito Syariah dan Praktiknya di Perbankan Syariah

0
4430
Deposito syariah yang paling menguntungkan

Deposito Syariah adalah sejenis tabungan yang memiliki jangka waktu dalam hal pengambilan yang mana menggunakan akad mudharabah dalam pemberian return-nya. Selain itu investasi yang disalurkan dari dana deposito harus kepada industri yang tidak melanggar syariat islam. Adanya deposit syariah didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagaimana dicantumkan dalam fatwa NO: 03/DSN-MUI/IV/2000 yang mana masyarakat perlu meningkatkan kesejahteraan dengan salah satunya melakukan investasi yang difasilitasi oleh bank dengan produk bernama deposito. Sayangnya tidak semua deposito dapat dibenarkan oleh syariat. Akhirnya dibuat deposito syariah yang kemudian menggunakan akad mudharabah.

Apa itu Akad Mudharabah?
Vlog pengantar Akad Mudharabah di Channel Youtube Qazwa.

Mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul maal) mempercayakan sejumlah uang kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal. Akad ini menegaskan kerjasama dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal dan keahlian dari pengelola.

Mengapa harus menggunakan mudharabah?

Nabi bersabda, “Ada tiga hal yang mengandung berkah : jual beli tidak secara tunai, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual” (HR. Ibnu Majah dari Shuhaib)

Ketentuan Umum Deposito Syariah berdasarkan Mudharabah

Deposito dalam akad mudharabah memiliki beberapa ketentuan, berikut adalah ketentuannya :

  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan. Adapun kehadiran deposito syariah memiliki kekurangan yaitu jumlah return yang lebih kecil dibandingkan konvensional. Namun, ia memiliki kelebihan yaitu terbebas dari hal-hal yang dilarang syariat.
Praktik Deposito Syariah di Perbankan

Pada praktiknya di perbankan syariah, nasabah dikategorikan sebagai shahibul maal yaitu pihak yang memiliki dana. Nasabah datang ke bank syariah menuju meja customer service dengan tujuan pembukaan rekening deposito syariah. Dalam hal ini, bank bertindak sebagai pengelola dana (mudharib). Adapun pembagian keuntungan ditentukan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah dikalkukasi oleh bank. Presentase pembagiannya dapat bermacam-macam. Mayoritas presentase dibesarkan porsinya untuk nasabah. Ada yang 80% untuk nasabah dan 20% untuk bank. Ada juga yang 60% untuk nasabah dan 40% untuk bank.

Dana yang diberikan oleh nasabah kemudian diinvestasikan oleh bank kepada sektor investasi yang sesuai dengan syariah. Semakin besar hasil investasi yang dilakukan bank maka semakin besar jumlah keuntungan yang diterima oleh nasabah. Pembagian hasil ditentukan dari nisbah bagi hasil yang sudah disepakati sebelumnya.

Contoh : nisbah bagi hasil nasabah dan bank adalah 70:30. Keuntungan yang diterima Bank dari hasil investasinya mencapai angka Rp 20 juta, maka nasabah mendapatkan bagian bagi hasil sebanyak Rp 14 juta dan bank mendapatkan bagian sebanyak Rp 6 juta.

Dari penjelasan diatas kita mengetahui bahwa Deposito Syariah yang ada di perbankan terhindar dari praktik riba dan menggunakan konsep berdasarkan prinspi islam. Untuk kamu yang ingin mendapatkan imbal hasil tidak terlalu besar akan tetapi ingin mendapatkan kepastian kamu bisa membuka deposito syariah di bank syariah yang kamu miliki.

Jika kamu kamu ingin mengetahui hal lain terkait ekonomi islam, kamu dapat mengunjungi rubrik ekonomi islam

Kunjungi juga channel Youtube Qazwa untuk pembahasan terkait ekonomi islam, bisnis dan keuangan.