Doa Nabi Adam: Tulisan Arab, Latin, Terjemah dan Keutamaan

0
975
doa nabi adam AS

Kisah kesalahan Nabi Adam telah diabadikan dalam Al-Qur’an dan pastinya bukan sesuatu yang awam untuk diketahui. Kesalahan tersebut menghasilkan lafadz taubat yang kemudian disebut doa Nabi Adam.

Ketika itu ada satu larangan dari Allah SWT kepada manusia yang pertama kali diciptakan yaitu Nabi Adam dan Hawa.

Larangan tersebut adalah tidak diperbolehkannya mereka mendekati sebuah pohon. Masih ingat pohon apa yang dimaksud?

Yap pohon tersebut adalah pohon khuldi. Nabi Adam dilarang untuk mendekati dan memakan pohon yang menghasilkan buah khuldi tersebut.

Namun, bukanlah iblis bila kemudian tidak mempengaruhi mereka untuk melanggar larangan Allah SWT.

Dengan bisikannya yang licik ia mengarahkan Nabi Adam dan Hawa untuk mendekat ke pohon dan memakan buah tersebut.

Keduanya pun tergoda dan akhirnya melakukan hal yang telah dilarang tersebut. Alhasil mereka mendapatkan hukuman dari Allah SWT.

Dalam QS. Thaha ayat 115, Allah SWT berfirman,

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا

Latinnya:

Wa laqad ‘ahidnā ilā ādama ming qablu fa nasiya wa lam najid lahụ ‘azmā

Artinya:

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Mereka dijatuhkan ke dunia dalam kondisi terpisah. Adam diturunkan di puncak Bukit Sri Pada, Sri Lanka.

Adapun Hawa diturunkan di tanah Arab. Riwayat atas penurunan kedua manusia tersebut memang berbeda-beda.

Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi Adam diturunkan di bukit Shafa sedangkan Hawa diturunkan di bukit Marwah.

Adapula riwayat dari Ibnu Abbas bahwa, “Adam diturunkan di India sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah.”

Terlepas dari perbedaan atas diturunkannya kedua manusia mulia ini, tetap tidak dapat dipungkiri bahwa keduanya melakukan kesalahan.

Mereka melanggar perintah Allah.

Baca Juga: Bacaan Doa Qunut Sholat Shubuh (Tulisan Arab, Arti, dan Tata Cara)

Doa Nabi Adam
sumber: solopos.com

Doa Nabi Adam (Lafadz, Latin dan Terjemahan)

Atas perbuatan tersebut Nabi pertama umat manusia ini akhirnya memohon ampunan kepada Allah SWT.

Nabi Adam mengucapkan sebuah doa yang diabadikan di dalam Al-Qur’an. Tepatnya pada QS. Al-A’raf ayat 23.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Latinnya:

Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya:

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Doa Witir

Doa Nabi Adam
sumber: Bimbingan Islam

Keutamaan

Doa ini biasa dilafadzkan pada saat usai menunaikan sholat. Ia adalah bentuk taubat seorang hamba atas dosa-dosanya.

Bila kamu melafadzkan doa ini serta diiringi dengan niat yang sungguh-sungguh untuk bertaubat maka dosamu juga akan diampuni.

Setelah Nabi Adam melafadzkan doa ini, dosanya seketika diampuni oleh Allah SWT. Hal tersebut termaktub dalam Tafsir Al-Wajiz karangan Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili.

Dalam tafsir tersebut tertulis,

Maka Allah pun mengampuni keduanya. Adam telah bersalah kepada Rabbnya maka dia tersesat.

Kemudian Rabbnya memilihnya dan menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Adapun iblis, maka ia tidak mau berhenti dari kesewenang-wenangannya dan tidak mau meninggalkan kemaksiatannya.

Barangsiapa yang meniru Adam dengan mengakui dosa dan memohon ampunan, menyesal, dan meninggalkan dosa jika dia melakukannya, maka Rabbnya akan memilihnya dan memberinya petunjuk.

Barangsiapa yang meniru iblis jika dia melakukan dosa dimana dia semakin menambah kemaksiatan, maka dia hanya menjauhkan dirinya dari Allah.”

Baca Juga: Panduan Lengkap Sholat Taubat

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang doa Nabi Adam yang bisa kamu lafadzkan ketika kamu ingin bertaubat atas segala dosa-dosa.

Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari dosa. Oleh sebab itu, ulama menyarankan untuk melafadzkan doa ini sebagai zikir setelah sholat.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.