Doa untuk Orang Tua yang menjadi Amal Jariah yang Tidak Pernah Putus

0
172
Doa untuk Orang Tua

Kamu pasti paham bahwa orang tua adalah harta berharga yang tidak boleh sekalipun dilukai. Bakti kepada orang tua adalah sesuatu yang wajib dilakukan salah satunya dengan doa untuk orang tua.

Pada dasarnya semua dilahirkan dengan kedua orang tua yang sebelumnya sudah berjuang mempertahankan janin agar sesosok manusia lahir ke muka bumi.

Perjuangannya tentu bukanlah perjuangan yang mudah. Terutama ibu, yang mungkin selama mengandung mengalami beban yang begitu berat.

Tidak jarang rasa sakit pasti sering menghampiri. Di saat yang sama, seorang ayah juga berjuang mencari secarik nafkah agar sang janin dapat lahir dengan baik.

Itulah mengapa memanjatkan doa untuk orang tua menjadi penting. Karena itulah salah satu usaha yang dapat dilakukan seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya.

Tentunya ada banyak cara berbakti yang lainnya tapi paling tidak terpanjatnya doa untuk orang tua menjadi salah satu cara yang terbaik.

Bukankah doa adalah salah satu senjata orang mukmin?

Saking ampuhnya sebuah doa, Allah SWT berfirman yang artinya,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka, hendaknya mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“ (Q.S Al-Baqarah: 186)

Baca Juga: Bacaan, Tata Cara dan Keutamaan Sholat Tahajud

Doa untuk Orang Tua
sumber: unsplash.com

Investasi Anak Shalih/ah

Bila dilihat dari sisi orang tua, tentunya memiliki anak yang shalih/ah adalah impian mereka.

Anak yang shalih/ah dapat menjadi wasilah mereka agar mendapatkan pahala dan surganya Allah SWT. Karena anak yang shalih/ah tidak akan pernah terlepas doa untuk orang tua.

Didoakan oleh anak shalih/ah adalah investasi terbaik karena itu menjadi amal jariah yang pahalanya tidak akan pernah putus sebagaimana sabda Rasululllah SAW,

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya :

“Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (HR. Muslim).

Doa untuk orang tua tidak terbatas waktu dan keadaan. Kamu bisa mendoakan orang tua baik dikala orang tua masih hidup ataupun sudah meninggal.

Karena ingat, bahwa doa untuk orang tua dapat menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah putus pahalanya.

Lalu, Bagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW untuk kedua orang tua?

Baca Juga: Lafadz dan Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar

Perintah Islam untuk Berdoa pada Orang Tua

Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua oleh Islam dengan sangat jelas dan tegas telah disampaaikan. Terdapat pada firman Allah SWT yaitu,

وَ قَضٰی رَبُّکَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِیَّاہُ وَ بِالۡوَالِدَیۡنِ اِحۡسَانًا ؕ اِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِنۡدَکَ الۡکِبَرَ اَحَدُہُمَاۤ اَوۡ کِلٰہُمَا فَلَا تَقُلۡ لَّہُمَاۤ اُفٍّ وَّ لَا

تَنۡہَرۡہُمَا وَ قُلۡ لَّہُمَا قَوۡلًا کَرِیۡمًا

yang artinya adalah:

“Dan Allah telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Allah dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah satu di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada orang tuamu perkataan “ah” dan janganlah kamu membentaknya, dan ucapkanlah kepada kedua orang tuamu perkataan yang sopan.” (QS. Al Israa ayat 23)

Dalam ayat tersebut eksplisit tersampaikan bahwa berbuat baik termasuk menjaga perasaan orang tua menjadi sangat penting.

Mengucapkan “ah” saja tidak boleh. Inilah keagungan akhlak soerang Muslim

Bukankah Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak? Sebagaimana sabda Nabi SAW,

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

Yang artinya adalah: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.

HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).

Baca Juga: Doa Masuk Kamar Mandi

Doa untuk orang tua
Sumber: unsplash.com

Lafadz Doa untuk Orang Tua

Kemudian inilah saatnya masuk pada bagian doa untuk orang tua.

Paling tidak terdapat lima kondisi terkait dengan lafadz doa untuk orangtua.

1. Saat orang tua masih hidup

Saat orang tua masih hidup maka doa yang dilafadzkan yaitu doa yang juga umum diketahui yaitu,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

yang dalam bahasa latin yaitu,

“Allahumma Fighfirlii Wa Liwaa Lidhayya Warham Humaa Kamaa Rabbayaa Nii Shaghiraa”

Artinya adalah sebagai berikut,

“Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”

2. Saat orang tua sudah meninggal

Ketika orang tua sudah meninggal bukan berarti bakti sebagai anak terhenti begitu saja. Kamu tetap bisa berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dengan cara mendoakannya.

Doa yang tersampaikan adalah bermaksud untuk meminta ampunan atas dosa-dosa mereka. Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk orang tua kita.

Berikut lafadz doa untuk orang tua yang sudah meninggal,

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى

الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ

عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

dalam bahasa latin, yaitu

“Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas.

Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.”

Berikut adalah terjemahannya,

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

Kesimpulan

Demikianlah segala hal yang perlu kamu ketahui tentang doa untuk orang tua. Pada dasarnya sebagai seorang anak, berbakti menjadi kewajiban seorang Islam.

Tidak peduli bagaimana sikap orang tua kepadamu. Mungkin ada orang tua yang menelantarkanmu, tapi bakti tetap adalah kewajiban.

Salah satu bakti yang dapat dilakukan adalah dengan berdoa untuk orang tua.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here