Dosa Riba dalam Islam Menurut Al-Quran dan Hadits

0
21619
Dosa riba dalam Islam

Banyak orang mungkin penasaran, kenapa ya riba diharamkan? Bukannya tidak mengapa kita lebihkan sesuatu kepada si peminjam sebagai bentuk rasa terima kasih dan balas jasa sudah memberikan pinjaman?  Ternyata tidak sesederhana itu. Riba sejatinya hanya membuat yang kaya semakin untung dan yang miskin semakin buntung. Yuk kita tengok lagi betapa bahayanya dosa riba dalam islam.

1. Dosa besar dan haram

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaum Muslimin telah sepakat akan haramnya riba. Riba itu termasuk kabair (dosa-dosa besar). Ada yang mengatakan bahwa riba diharamkan dalam semua syari’at, di antara yang menyatakannya adalah al-Mawardi.”

2. 36 kali dosa berzina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3. Dosa riba dalam Islam seperti menzinai ibu kandung sendiri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

“Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (H.R. Ibnu Majah, no. 2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam riwayat Hakim dari Ibnu Mas’ud dengan redaksi lebih panjang,”Riba itu ada 73 pintu, yang paling ringan, seperti orang yang berzina dengan ibunya. Dan riba yang paling riba adalah kehormatan seorang muslim.” (HR. Hakim 2259 dan dishahihkan ad-Dzahabi).

4. Mengikuti kaum yahudi

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa: 160-161)

5. Tidak mendapat pahala saat menginfakkan harta 

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum: 39)

6. Diantara 7 dosa membinasakan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR. Al-Bukhari, no. 3456; Muslim, no. 2669)

7. Dosa yang tidak terampuni

Dari ‘Auf bin Malik, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dosa-dosa yang tidak terampuni: ghulul (mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi; khianat; korupsi). Barangsiapa melakukan ghulul terhadap sesuatu barang, dia akan membawanya pada hari kiamat. Dan pemakan riba. Barangsiapa memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila, berjalan sempoyongan.” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (ayat yang artinya), “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (al-Baqarah/2:275) (HR. Thabrani di dalam Mu’jamul Kabir, no. 14537)

Naudzubillah. Ternyata begitu besarnya dosa riba dalam islam dan sudah Allah atur sedemikian agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan

Oh iya, kamu juga bisa cek artikel menarik lainnya seputar ekonomi islam, bisnis, dan keuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here