Harga Masker Melonjak Karena Ditimbun? Ini Menurut Islam

0
2292
Harga Masker

Mewabahnya penyakit covid-19 menimbulkan panic buying di dalam masyarkat. Akibatnya segala peralatan untuk mencegah virus ini diborong habis. Salah satunya terjadi pada masker. Hal ini yang menyebabkan harga masker melonjak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa rakyat Indonesia terbawa panik dengan kondisi sekarang. Mewabahnya virus corona tentunya bukan perkara yang sepele.

Tingkat kematian wabah inipun terbilang tinggi. Di Itali contohnya, terjadi 47.000 kasus dan 4.032 orang berakhir meninggal dunia.

Di Indonesia, kasus covid tercatat pada tanggal 23 Maret 2020 telah terdapat 579 kasus. 49 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kondisi ini tentunya membuat orang kini berburu alat-alat pencegah virus salah satunya adalah masker. Kini masker menjadi langka alias sulit untuk ditemukan.

Sayangnya kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh penjual masker untuk menimbun masker-masker yang tersisa.

Mereka bahkan memanfaatkan kondisi ini dengan menaikkan harga masker yang kini melejit.

Bayangkan saja harga satu pack masker bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan.

Kalau sudah begini, siapa yang harus disalahkan? Akhirnya masker hanya bisa dibeli oleh orang-orang yang memilki kemampuan membeli alias berduit.

Lalu, bagaimana Islam memandang kondisi seperti ini? Adakah konsep penimbunan di dalam Islam dan apakah konsep tersebut terlarang?

Inilah yang akan kita bahas pada artikel yang satu ini. Simak seterusnya ya.

Baca Juga: Hukum Prank dalam Islam

Harga Masker
sumber: Google Image

Pandangan Islam tentang Penimbunan

Ada konsep dalam Islam terkait dengan penimbunan. Konsep ini dipelajari dalam sebuah ilmu yang bernama fiqh muamalah.

Penimbunan di dalam fiqh muamalah disebut dengan ihtikar. Secara etimologi ihtikar berarti perbuatan menimbun, pengumpulan barang-barang, atau tempat untuk menimbun.

Menurut Imam Asy-Syaukani, ihtikar adalah penimbunan barang dagangan dari peredarannya.

Adapun Imam Al-Ghazali mengartikan ihtikar sebagai upaya penjual makanan yang menyimpan barang dagangannya dan menjualnya ketika harga melonjak.

Meskipun yang disebut adalah makanan, tentunya Imam Al-Ghazali tidak hanya merujuk pada makanan.

Semua benda yang ditimbun dengan maksud dijual ketika harga melonjak itu juga merupakan perbuatan ihtikar.

Berdasarkan pada prinsip hukum Islam setiap benda yang halal boleh dimiliki dan boleh juga untuk diperdagangkan.

Bila benda tersebut haram maka haram untuk dimiliki dan haram pula untuk diperdagangkan.

Kemudian benda tersebut bisa berubah hukumnya dari halal menuju haram akibat perbuatan manusia yang dilarang oleh syariat.

Salah satu yang dilarang oleh syariat adalah melakukan penimbunan dengan maksud mengambil keuntungan dari penimbunan tersebut.

Dalil atas pelarangan ini terdapat pada hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Musayyab.

Dari Sa’id bin Musayyab ia meriwayatkan: bahwa Ma’mar, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menimbun barang, maka ia berdosa” (HR. Muslim).

Baca Juga: Husnul Khotimah (Arti, Keutamaan dan Cara Mencapainya)

Harga Masker
sumber: google image

Pendapat Ulama tentang Penimbunan

Merujuk pada pendapat ulama dalam hal ini terdapat 3 pendapat. Pendapat pertama menyatakan haram, inilah pendapat mayoritas ulama.

Pendapat kedua menyatakan makruh tahrim. Ini adalah pendapat Ulama Imam Syafi’i dan Imam Hanafi. Pendapat tersebut didasarkan pada adanya dua dalil yang bertentangan.

Yaitu dalil yang membolehkan pedagang melakukan apa saja terhadap dagangannya karena itu merupakan hak miliknya dan dalil tentang larangan berbuat mudharat.

Kemudian ada juga yang berpendapat boleh. Dalilnya terdapat pada hadist Nabi SAW.

Dari Ibnu Umar r.a beliau berkata: “Aku melihat orang-orang yang membeli bahan makanan dengan tanpa ditimbang pada zaman Rasulullah SAW mereka dilarang menjualnya kecuali harus mengangkutnya ke tempat tinggal mereka terlebih dahulu”

(HR. Muslim)

Hukum untuk Harga Masker yang Melonjak

Dengan melihat kondisi yang saat ini terjadi dimana masker menjadi langka dan dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikkan harga masker dengan melakukan penimbunan maka hukum atas tindakan tersebut adalah haram.

Hal tersebut dikarenakan banyak pihak yang dirugikan dengan aktivitas penimbunan tersebut. Orang menjadi sulit mendapatkan masker untuk melindungi dirinya.

Terlebih ada banyak petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan kasus covid-19 ini yang kesulitan mendapatkan masker.

Padahal mereka membutuhkannya untuk menjaga diri mereka.

Baca Juga: Istiqomah (arti, keutamaan dan tips untuk tetap istiqomah)

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, hukum penimbunan terhadap masker yang mengakibatkan melonjaknya harga masker adalah haram.

Karena aktivitas tersebut telah merugikan banyak pihak. Bagi mereka yang melakukan perbuatan tersebut diharapkan untuk tidak melakukannya lagi dan lekaslah bertaubat.

Semoga kasus covid-19 ini cepat teratasi dan kita doakan kesehatan selalu hadir untuk setiap orang termasuk para petugas kesehatan.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.