Hukum Berpacaran dalam Islam dan Cara Menghindarinya

0
149
hukum berpacaran dalam islam

Tak kenal maka tak sayang, hal tersebut sering menjadi alasan orang-orang yang ingin menikah tetapi didahului dengan proses pacaran. Apakah hal tersebut dibenarkan? Lantas bagaimana hukum berpacaran dalam Islam?

Tidak dapat dielakkan bahwa rasa cinta memang dimiliki oleh setiap manusia. Baik cinta kepada makhluk maupun cinta kepada sang pencipta.

Dalam konteks di artikel ini akan dibahas lebih spesifik tentang cinta kepada makhluk. Lebih spesifik lagi adalah makhluk yang berlainan jenis.

Perlu kamu ketahui bahwa cinta kepada lawan jenis adalah fitrah manusia. Hal tersebut adalah normal. Bahkan akan menjadi aneh bila rasa cinta itu ternyata timbul kepada sesama jenis.

Tentu itu bukanlah fitrah tetapi adalah sebuah bentuk penyimpangan. Sayangnya banyak yang menganggap itu adalah hal biasa saja bahkan ada yang “membenarkan” bahwa kondisi tersebut tetaplah fitrah.

Miris memang, tetapi itulah fakta yang terjadi. Oke, kembali ke topik tentang rasa cinta kepada lawan jenis. Kamu tidak perlu khawatir bila kamu memiliki ketertarikan kepada lawan jenis selama ketertarikan itu bisa kamu kendalikan.

Maksudnya gimana tuh?

Gini, setiap orang yang memiliki ketertarikan dengan lawan jenis haruslah bisa mengendalikan perasaan tersebut karena bilamana tidak dapat dikendalikan maka yang akan terjadi adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam.

Ia akan menyatakan cintanya dan akhirnya berujung pada aktivitas pacaran.

Baca Juga: Hukum Waris Islam, Lengkap Beserta Ulasan dan Hitungannya

Hukum berpacaran dalam Islam
sumber: unsplash

Hukum Berpacaran dalam Islam

Semua ulama sepakat bahwa pacaran dalam Islam dilarang alias haram. Tidak dibenarkan adanya aktivitas pacaran.

“Tapi kan biar kenal lebih dekat”

Pernyataan tersebut sering menjadi alasan orang akhirnya berpacaran. Perlu diketahui bahwa Islam sudah mengatur bagaimana mekanisme ta’aruf yang dibenarkan syariat.

Tentunya bukan dengan cara pacaran tetapi dengan cara mengenal datang ke rumah atau melalui pihak ketiga. Bisa juga dengan cara bertukar CV.

Memang bukanlah hal yang mengherankan bila aktivitas pacaran merajalela. Bahkan dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW sudah memprediksinya.

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Cobaan yang paling berbahaya terhadap para lelaki sepeninggalanku adalah wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740, 2741)

Baca Juga: 4 Sumber Hukum dalam Islam beserta Contohnya

Dalil Dilarangnya Berpacaran

Dalil dilarangnya aktivitas berpacaran terdapat pada QS. Al-Isra ayat 32, yaitu:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

“Tetapi kita berpacaran tidak berzinah kok, cuma ngobrol-ngobrol biasa”

Percayalah bahwa pacaran itu adalah pintu menuju ke sana. Setiap elemen dari aktivitas berpacaran sebenarnya termasuk ke dalam zina.

Termasuk tatap-tatapan yang termasuk zina mata, berpegangan tangan termasuk zina tangan dan yang paling pasti adalah zina hati.

Sesuatu yang tidak berhak dilakukan kepada kedua insan yang bukan muhrimnya.

Hukum Berpacaran dalam Islam
sumber: unsplash

Cara Menghindari Berpacaran

Dalam Islam telah diberikan arahan agar kita bisa terhindar dari pacaran. Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 30 telah berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya,

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Yap ghadul bashar adalah langkah yang tepat untuk menghindari diri dari perbuatan pacaran. Tatapan kepada lawan jenis itu memang “mematikan”. Ia bisa membuat perasaan campur aduk dan memunculkan rasa ingin memiliki.

Solusi terampuh untuk terhindar dari berpacaran sebenarnya adalah menikah. Tetapi banyak yang tidak bisa menempuhnya karena beberapa alasan. Ya intinya mereka belum mampu atau belum siap untuk menikah.

Untuk itu, Nabi SAW memberikan solusinya. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065 dan Muslim, no. 1400)

Yap solusinya adalah puasa, karena dengan puasa kita bisa menahan nafsu yang terpendam di dalam diri.

Baca Juga: Doa Pengantin untuk yang Menikah secara Islam

Penutup

Demikian penjelasan tentang hukum berpacaran dalam Islam. Jadi intinya pacaran dalam Islam adalah haram. Bila ingin memiliki hati seseorang maka diwajibkan untuk langsung meminangnya.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.