Husnudzon Kepada Allah Agar Hidup Lebih Tenang dan Damai

0
144
husnudzon kepada Allah

Tidak ada manusia yang tidak mendapatkan masalah. Bahkan Nabi Muhammad SAW saja manusia sempurna juga tidak luput dari masalah. Perbedaannya adalah bagaimana kita bersikap dan yang penting kita husnudzon kepada Allah SWT.

Sikap husnudzan dalam setiap kondisi adalah penting karena sikap tersebut akan membuat diri kita lebih tenang saat menghadapi apapun.

Husnudzan memiliki arti yaitu berbaik sangka. Kita mengambil pemikiran yang positif terhadap apapun yang menimpa diri kita. Sikap husnudzan ini bisa kepada dua hal.

Pertama husnudzon kepada Allah sebagai sang pencipta dan penguasa semesta dan husnudzon kepada sesama manusia.

Husnudzon kepada manusia adalah dengan tidak memikirkan hal-hal negatif yang akan terjadi kepada diri kita akibat interaksi kita dengan manusia tersebut.

Adapun husnudzon kepada Allah adalah membangun keyakinan bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan ada konsekuensinya dan konsekuensi yang Allah berikan adalah yang terbaik.

Kita meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat serta nama-nama yang agung yang akan memberikan aura positif kepada diri kita.

Contohnya meyakini bahwa Allah maha menerima taubat sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 110,

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya:

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Contoh lainnya adalah meyakini bahwa Allah akan memberi pahala bagi siapapun yang mengerjakan amal saleh sebagaimana dalam firman Allah SWT, QS Al-Baqarah yat 277

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Baca Juga: Hukum Jual Beli Kucing di dalam Islam

Husnudzon kepada Allah
sumber: unsplash

Pilihan Allah yang Terbaik

Salah satu sikap husnudzon yang juga harus dimiliki adalah meyakini bahwa setiap keputusan Allah adalah yang terbaik sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 216,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dalam potongan ayat tersebut adalah kalimat yang sangat menohok yaitu “boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”.

Betul bahwa seringkali kita memikirkan apa yang menurut kita yang terbaik sehingga ketika apa yang kita harapkan itu tidak tercapai maka kita berkeluh kesah.

Kesal karena kita ternyata gagal mencapainya.

Katakanlah ketika kita mau masuk ke dalam SMA favorit nomor 1 tetapi ternyata kita tidak diterima karena satu dan lain hal. Kemudian kita ditempatkan di SMA favorit nomor 3.

Kesal? Ya bisa jadi karena impian kita tidak tercapai tetapi ternyata itu merupakan hasil terbaik dari Allah karena melalui SMA tersebut, orang yang tadinya tidak masuk SMA favorit nomor 1 alhasil bisa masuk ke universitas negeri terbaik di Indonesia.

Mungkin saja bila ia masuk ke SMA favorit nomor 1 belum tentu bisa masuk universitas negeri. Inilah skenario Allah yang luar biasa.

Baca Juga: Pengertian Syariah (Lengkap dengan Dalil dan Keistimewaannya)

husnudzon kepada Allah
sumber: unsplash

Bukan Sikap Husnudzon

Lantas apa saja yang bukan termasuk ke dalam sikap husnudzon? Salah satunya adalah dengan mengharap kepada Allah namun tidak melakukan apa yang Allah perintahkan.

Misal, pada penjelasan sebelumnya disampaikan bahwa salah satu sikap husnudzon adalah meyakini Allah akan memberikan pahala bila kita mengerjakan amal shalih.

Maka sikap yang bukan tergolong sikap husnudzon adalah berharap mendapatkan pahala tetapi tidak mengerjakan amal shalih.

Atau hal lain seperti mengharap Allah akan mengampuni segala dosa tetapi tidak bertaubat dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Baca Juga: Khurafat (Penjelasan Lengkap serta Contoh di Indonesia)

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang husnudzon kepada Allah beserta contoh-contohnya. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan keislamanmu dan menambah keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.