Inilah Langkah Tepat Menghadapi Pensiun Dini dan Pensiun Reguler

0
497
Menghadapi Pensiun Dini

Setiap orang yang bekerja pasti akan menghadapi satu fase dimana mereka akan pensiun. Bagi karyawan ada 2 macam pensiun.

  1. Pensiun Reguler/Normal yaitu karyawan yang sudah berusia sekitar 55 atau 56 tahun yang mereka telah memasuki masa purnabakti. Usia ini berlaku pada umumnya, bisa kurang ataupun lebih
  2. Pensiun yang dipercepat. Yaitu, karyawan yang memasuki masa purnabakti tidak terkait faktor usia. Pensiun yang dipercepat dapat dikarenakan dipaksa pensiun atau sengaja mengambil pensiun lebih awal dengan berbagai alasan.

Pada artikel ini akan dibahas bagaimana kamu bisa mengatasi pensiun dini dan pensiun reguler dengan baik. Tapi sebelum itu, yang perlu diingat adalah bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari hidup dan bukanlah ujung dari karya. Ia adalah masa produktif berikutnya setelah masa tugas resminya usai. Di negara maju seperti Jepang dan Eropa Barat, usia 70 tahun nyatanya bisa jadi fase berpenghasilan lebih dan bermanfaat.

Sayangnya di Indonesia lebih banyak orang yang memasuki masa pensiun dengan hilangnya tingkat produktivas dan sering menjadi beban keluarga karena kurangnya uang dan sakit-sakitan.

Langkah untuk Mempersiapkan Pensiun Dini

Nah, makanya ketika kamu dihadapkan pada kenyataan bahwa kamu diharuskan untuk pensiun dini maka baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut :

Semakin muda semakin baik

Hal ini disbebakan karena ada korelasi antara usia muda dan keberanian mengambil resiko. kalau orang semakin tua, biasanya mudah kehilangan semangat dan sulit untuk menumbuhkan inovasi

Perlu persiapan finansial sejak awal

Artinya, cukup secara jumah dan mumpuni seacara ilmu. Hati-hati karena tatkala kamu masuk masa pensiun, biasanya kamu dikasih pesangon. Jangan sampai lenyap tiba-tiba karena kamu tak bisa menahan diri dan tak paham soal alokasi. Apalagi kalau kamu sampai kejebak investasi bodong

Persiapkan mental lebih awal

Terlebih untuk pasangan dan anak-anak. karena ketika kamu pensiun maka terdapat ketidakpastian dan risiko dalam mencari nafkah. Kamu mesti memahamkan mereka sehingga kondisi mental mereka tidak guncang dan mempercayai keputusan yang kamu pilih.

Langkah untuk Mempersiapkan Pensiun Reguler

Nah, buat yang pensiunan reguler. Cara menyikapinya adalah sebagai berikut.

Cicilan Lunas dan Tidak Menambah Hutang Baru

Pastikan cicilan jangka panjang sudah lunas dan tidak mengambil cicilan yang baru. Hati-hati, yang menjadi masalah biasanya bukan biaya hidup tapi gaya hidup. Maka berhematlah.

Punya Bisnis dan/atau Aset Produktif

Pastikan kamu Sudah memiliki bisnis produktif atau aset produktif yang mampu menopang biaya hidup minimal kamu. Kemudian jual aset yang tidak produktif. Akan sangat bagus ketika kamu memiliki sumber pendapatan yang lain.

Tersedia Cadangan Dana Liquid

Miliki cadangan dana liquid untuk biaya hidup paling tidak selama 24 bulan. Yang dimaksud liquid dalam konteks ini dapat beriupa tabungan, deposito, reksadana, saham ataupun emas. Intinya dana tersebut dapat dicarikan dalam waktu seminggu atau kurang.

Simpan Pesangon di Deposito

Simpan pesangon kamu dalam tabungan atau deposito minimal selama 3 bulan pertama. Hal ini sebagai upaya agar kamu tidak terpicu untuk menggunakan uang pesangon secara konsumtif dan menghindari rayuan dari penipu tentang investasi bodong.

Ikuti training menghadapi pensiun

Ilmu itu penting loh. Tanpa ilmu, tindakanmu akan jadi sia-sia dan bahkan bisa berakibat negatif terhadap pengelolaan danamu tatkala pensiun. Makanya kamu perlu ikuti training persiapan pensiun. Biasanya diadakan oleh kantor atau kamu bisa ikuti sendiri di luar kantor yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga training. 

Nah, itulah cara agar kamu bisa mempersiapkan pensiunmu baik yang reguler maupun yang dini secara lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here