Bitcoin : 5 Hal yang Perlu Ketahui Sebelum Mulai Investasi

0
390
Investasi bitcoin

Fenomena bitcoin beberapa tahun terakhir mulai marak karena nilai investasinya yang sangat besar dan meningkat signifikan. Mereka yang melakukan investasi bitcoin mengalami peningkatan keuntungan yang drastis dari tahun ke tahun,

Transaksi investasi bitcoin mulai familiar pada tahun 2010 tepatnya pada tanggal 22 Mei yang diawali dengan sebuah campaign Bitcoin Pizza Day“.Di saat itu Laszlo Hanyecz membeli dua pizza Papa John. Ia mencatat dengan detail transaksi real-world bitcoin. Kala itu Laszlo Hanyecz dapat membeli dua pizza Papa John dengan 10.000 bitcoin.

Lama-kelamaan bitcoin mengalami peningkatan. Pada akhir tahun 2013 lonjakan terjadi, nilai bitcoin menjadi $1000 per koin. Puncaknya adalah pada tahun 2017 dimana nilai bitcoin menjadi sebesar $20.000.

Menurut pengungkapan salah satu trader bitcoin, pada tahun 2016 ia berinvestasi bitcoin sebesar Rp6 juta/koin. Kemudian apda tahun 2018, ia berhasil menghasilkan keuntungan dari investasi bitcoin senilai ratusan juta rupiah. Karena nilai bitcoin saat itu mencapai Rp200 jutaan.

Menarik, bukan? Namun bila tidak cermat investasi bitcoin bisa membawa petaka berupa kerugian karena nilainya yang sangat fluktuatif. Nah, untuk itu yuk simak 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang investasi bitcoin sebelum memulai.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi 2019

Penemu Bitcoin Masih Misterius

Investasi Bitcoin
Sumber: Unsplash.com

Bitcoin sebagai sebuah sistem keuangan yang baru dibuat oleh sosok yang sampai saat ini tidak diketahui identitasnya secara fisik. Hanya ada namanya saja yang tercantum dalam sebuah paper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System“. Meskipun namanya telah muncul ke permukaan namun sosok fisiknya tidak pernah terlihat.

Sampai saat ini sosok tersebut masih dicari, para trader bitcoin juga mencoba melakukan spekulasi bahwa Satoshi Nakamoto sebenarnya adalah sosok yang tidak pernah ada. Ia hanyalah nama yang digunakan untuk menutupi penemu bitcoin aslinya.

Tidak Memiliki Underlying Asset

Tidak seperti saham ataupun komoditi seperti emas, bitcoin tidak memiliki underlying asset. Sehingga ketika kamu berinvestasi di bitcoin maka kamu harus siap-siap risiko bahwa nantinya nilai bitcoinmu bisa senilai Rp0. Dasar bitcoin hanyalah sebuah trust. Artinya, apabila tidak ada lagi pihak yang menerima bitcoin sebagai media bertransaksi maka siap-siap bahwa nanti nilai bitcoin sudah tidak ada lagi alias bernilai nol.

Kalau saham atau komoditi kamu masih memiliki barang real berupa kepemilikan sebuah perusahaan atau barang yang bisa kamu perjual belikan lagi. Sedangkan bitcoin hanya bergantung pada mekanisme supply dan demand.

Baca Juga: Panduan Tabungan Emas di Pegadaian

Sempat Digunakan untuk Transaksi Ilegal

Pertama kali digunakan, bitcoin sempat digunakan untuk melakukan jual beli ilegal pada situs web yaitu SilkRoad, sebuah situs jual beli yang menjual segala macam jenis barang dan jasa ilegal.

SilkRoad terkenal karena menyediakan berbagai macam barang ilegal seperti senjata api, narkotika atau obat-obatan terlarang, video porno anak-anak, hingga jasa pembunuh bayaran.

Menggunakan Sistem Peer to Peer

Investasi Bitcoin
Sumber: Unsplash.com

Tidak ada perantara pada sistem investasi bitcoin. Lain halnya dengan perbankan atau financial technology yang biasanya menjadi pihak intermediary untuk kedua pihak yang bertransaksi.

Bitcoin menggunakan sistem yang aman karena setiap transaksi terverfikasi dengan sangat detail dan apik.

Dengan teknik-teknik kriptografi dan penyusunan data yang rapih membuat pencatatan transaksi menjadi lebih rapih. Teknologi penyimpanan data-data transaksi ini yang disebut sebagai blockchain.

Baca Juga: Apa itu P2P Syariah?

Bitcoin Dilarang di Indonesia

Buat kamu yang tinggal di Indonesia, sangat disayangkan karena per tahun 2018, Bank Indonesia selaku otoritas yang menangani masalah keuangan di Indonesia melarang bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Sejalan dengan Bank Indonesia, Kementrian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani juga melarang peredaran bitcoin. Karena penggunaan bitcoin dapat memicu transaksi ilegal seperti perjudian, jual beli narkoba, jual beli senjata api dan sebagainya.

Munculnya pelarangan ini membuat nilai bitcoin menjadi turun signifikan. Sehingga kamu akan kesulitan untuk memulai investasi bitcoin.

Kesimpulan

5 fakta tentang bitcoin tersebut perlu kamu ketahui sebelum kamu memulai investasi bitcoin. Pada akhirnya, bitcoin tidak disarankan terlebih karena peredarannya dilarang di Indonesia. Penulis merekomendasikan investasi di tempat lain misalnya di platform investasi syariah.

Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here