Investasi Bodong

Ada saja kelakuan orang-orang yang ingin meraih keuntungannya namun dengan cara yang licik. Salah satunya adalah dengan memberikan tawaran investasi bodong.

Banyaknya keinginan orang untuk berinvestasi guna mendapatkan keuntungan yang tinggi dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk memberikan kemudahan berinvestasi dengan return yang tinggi.

Oktober 2019, Satgas Waspada Investasi mensinyalir ada 27 investasi bodong yang terdiri dari: 11 trading forex, 8 investasi cryptocureency, 2 Multi Level Marketing, 1 travel umrah dan 5 investasi lainnya.

Bukannya untung malah buntung yang didapat. Itulah akibat apabila kamu salah memilih investasi.

Nah, supaya kamu tidak salah berinvestasi, yuk cari tahu apa saja ciri-ciri investasi bodong.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Sukuk

Investasi Bodong

Ketidakjelasan Badan Hukum

Telitilah sebelum berinvestasi di lembaga keuangan. Sebuah lembaga keuangan yang resmi pastilah memiliki badan hukum yang menaunginya. Kamu patut curiga apabila lembaga keuangan tempat kamu akan berinvestasi tidak jelas badan hukumnya apalagi kalau tidak ada badan hukum. Termasuk di dalamnya izin usaha yang resmi dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Salah satu lembaga keuangan yang berfokus pada investasi yang legal adalah Qazwa. Perusahaan fintech syariah dengan model P2P Lending yang satu ini sudah memiliki izin resmi dari OJK sehingga ketika kamu ingin berinvestasi di tempat ini maka kamu tidak perlu khawatir uangmu hilang ataupun dibawa kabur.

Baca Juga: Apa itu P2P Syariah?

Menawarkan Keuntungan yang Tinggi dengan Risiko Kecil

Dalam konsep investasi dikenal dengan istilah high risk high return, semakin tinggi risiko yang akan ditanggung investor semakin besar return yang akan dihasilkan. Dalam investasi bodong konsep ini tidak akan berlaku. Karena kamu akan ditawarkan sebuah keuntungan yang tinggi dengan risiko yang sangat minim bahkan tanpa risiko. Hal ini sengaja ditawarkan agar kamu tertarik dengan iming-iming tersebut.

Bila kamu menemui jenis investasi seperti itu, lebih baik kamu waspada bahkan patut untuk kamu hindari. Jangan coba-coba untuk investasi di tempat tersebut.

Tidak Ada Produk yang Ditawarkan (Money Game)

Setiap investasi pasti ada produk yang ditawarkan. Misal kalau kamu investasi di pasar saham maka produk yang ditawarkan adalah kepemilikan perusahaan yang jelas ada begitupula ketika kamu berinvestasi di sukuk.

Ketika kamu mendapati investasi yang tidak ditawarkan produk di dalamnya maka dapat dipastikan itu merupakan investasi bodong. Istilahnya sering disebut money game. Ini adalah sebuah sistem investasi dimana kamu tidak ada produk yang ditawarkan. Hanya iming-iming impian yang tak jelas asalnya. Biasanya sistem yang digunakan adalah sistem multilevel marketing (MLM). Jadi orang yang berinvestasi sebagai member di MLM tersebut akan diminta untuk mencari orang lagi. Setiap orang yang dibawa dan menjadi member di MLM tersebut maka yang membawanya akan mendapatkan bonus, begitu seterusnya. Dari praktik ini hal yang mengganjal adalah ketiadaan produk yang diberikan. Bonus diberikan berdasarkan orang yang dibawa. Uang akan diputar terus sama perusahaan hingga akhirnya uang cukup untuk dibawa kabur. Inilah praktik money game.

Setelah mengatahui ciri-ciri investasi bodong tersebut, lalu bagaimana cara menghindarinya? Inilah caranya.

Baca Juga: 6 Investasi Jangka Panjang untuk Hari Tua

Investasi Bodong

Jangan Langsung Setuju untuk Berinvestasi dengan Tawaran yang Menggiurkan

Seperti halnya ciri-ciri investasi bodong yaitu adanya tawaran yang tinggi dengan risiko yang minim bahkan tanpa risiko. Ini bertolak belakang dengan teori high risk high return. Jikalau kamu menemukan pihak lembaga investasi yang menawarkan investasi tersebut maka disarankan untuk menghindarinya.

Cek Dokumentasi Perizinan Usaha/Lembaga

Lembaga investasi yang legal adalah mereka yang memiliki izin usaha dan berbadan hukum. Bila kamu hendak berinvestasi di sebuah lembaga investasi maka pastikan bahwa perusahaan tersebut sudah memiliki izin usaha dan berbadan hukum. Sehingga kamu akan lebih aman berinvestasi. Salah satu lembaga investasi yang sudah berbadan hukum dan memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah Qazwa.

Kesimpulan

Itulah ciri-ciri investasi bodong dan cara untuk menghindarinya. Waspadalah, karena uangmu berharga dan jangan sia-siakan uangmu untuk berinvestasi di tempat yang salah. Jangan sampai harapan untuk mendapatkan untung dari investasi malah membawa buntung.

Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here