investasi jangka panjang

Berdasarkan jangka waktunya, investasi dibedakan menjadi tiga: investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang. Tentu saja, instrumen di setiap kategori pun berbeda-beda—pun dengan risiko dengan ROI yang dihasilkan.

Pertimbangan untuk memilih jenis investasi ini pun didasarkan dari banyak hal, terutama kebutuhan. Umumnya, individu yang memilih investasi jangka panjang memang tidak terlalu diburu dengan keadaan finansial saat ini. Selain itu, faktor risiko yang rendah juga menjadi pertimbangan lain mengapa investasi dalam jangka panjang menjadi pilihan.

Produk Investasi Jangka Panjang

SumberTidak harus dengan modal yang besar, investor dengan jumlah dana yang terbatas juga dapat menikmati manfaat berinvestasi jenis ini.

Nah, apa saja produk alias instrumen yang tersedia untuk investasi dalam jangka waktu yang panjang?

1. Properti

Modal yang perlu dikeluarkan untuk memiliki investasi ini –terutama di zaman sekarang—memang cukup besar. Namun sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan, prospek untung di masa yang akan mendatang juga sama cerahnya. Terutama di kawasan Jawa dan Indonesia yang kian padat penduduk, memiliki properti adalah sebuah aset tersendiri.

Jenis investasi jangka panjang ini dapat dikategorikan menjadi dua, yakni dalam bentuk tanah atau bangunan. Jika ditinjau lebih jauh, memiliki tanah akan lebih menguntungkan dibandingkan bangunan. Hal ini dikarenakan harus adanya biaya yang dikeluarkan (cost) untuk menjaga bangunan agar tetap dalam kondisi yang apik, sementara tidak demikian dengan tanah.

Bila ingin melakukan perputaran uang dengan cepat, Anda dapat menyewakan lahan atau bangunan yang dimiliki tanpa harus terburu menjualnya. Terutama bila dalam bentuk bangunan, hindari kemungkinan tidak adanya penghuni. Semakin jarang bangunan ditempati, maka semakin besar biaya yang diperlukan untuk perawatan. Adapun salah satu investasi terbaik dalam bentuk bangunan yang dapat Anda miliki adalah kos-kosan.

2. Emas

Sejak dulu hingga sekarang, emas terbukti menjadi salah satu investasi jangka panjang yang menguntungkan. Pasalnya, nilai emas tidak pernah berkurang—justru cenderung meningkat seiring berkalannya waktu.

Untuk mendapatkannya pun tidak terlalu susah. Dengan harga Rp634.000,00 untuk setiap gramya di awal tahun 2018 ini, siapa saja bisa memperoleh emas dan menyimpannya sebagai instrumen investasi. Adapun tips untuk mendapatkan keuntungan dari berinvestasi logam mulia ini adalah membeli dan menjualnya pada momen yang pas.

Yang perlu diingat, investasi emas terbaik tentu ada pada logam mulia dalam bentuk batangan yang tidak memiliki campuran apa pun. Di Indonesia, emas ANTAM menjadi produk yang paling diburu. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di kantor Pegadaian terdekat dengan massa sesuai dana yang tersedia.

3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Satu lagi jenis investasi jangka panjang yang memiliki risiko rendah adalah ORI. Bahkan saat memiliki produk ini, Anda tidak perlu lagi khawatir lantaran keamanannya dijamin langsung oleh negara.

Obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan negara kepada investor. Mengapa disebut surat utang? Sebab pada dasarnya, negara ‘meminjam’ sejumlah dana kepada investor lokal (harus warga negara Indonesia) untuk melakukan pembangunan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk meminimalisasi ketergantungan negara untuk melakukan utang luar negeri demi melaksanakan pembangunan.

Jangka waktu untuk ORI biasanya 5 tahun. Artinya, bila Anda membeli sebuah obligasi, Anda baru dapat menikmati hasilnya beberapa tahun kemudian sesuai perjanjian. Negara akan mengembalikan dana yang telah dipinjamkannya bersamaan dengan bunga (disebut kupon) yang lebih tinggi daripada bunga pada deposit bank.

Tips Investasi Jangka Panjang

Agar sukes melakukan investasi jangka panjang pun, Anda memerlukan kiat-kiat tertentu. Hal ini perlu diterapkan agar imvestasi yang telah Anda lakukan dapat mencapai hasil maksimal seperti yang diinginkan.

1. Pilih Sesuai Kemampuan

Dari beragam instrumen investasi untuk jangka panjang yang ada, pilih yang sesuai kemampuan. Bila berinvestasi dalam bidang properti dirasa terlalu berat, maka coba saja produk lain yang lebih ringan seperti emas atau reksadana.

2. Jangan Mudah Tergoda

Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah dengan tidak mudah tergoda untuk melepas investasi. Jika usia investasi yang Anda lakukan masih  tergolong muda dan belum mencapai hasil yang diinginkan, pertimbangkan lagi apakah Anda benar-benar akan melepasnya.

Mengutip ucapan Warren Buffet, lakukanlah investasi agar kaya, bukan sebaliknya—menunggu kaya terlebih dahulu baru berinvestasi. Maka dari itu, selagi Anda dapat melakukan investasi dengan modal sekecil mungkin, tidak ada yang salah untuk melakukannya.

Jika kamu tertarik untuk memulai investasi, kamu juga bisa cari tahu di Masih Asing Dengan Investasi Syariah ? Berikut Info Singkatnya.

Sumber : cermati.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here