6 Investasi Jangka Panjang untuk Mempersiapkan Hari Tua

0
1072

Investasi jangka panjang adalah investasi dengan durasi yang panjang lebih dari 1 tahun sedangkan investasi jangka pendek adalah investasi dengan durasi kurang dari 1 tahun.

Lalu, pilih jenis investasi yang mana ya yang paling menguntungkan?

Setiap pilihan pasti memiliki risiko.

Ketika seseorang memilih untuk menjadi pelajar ataupun mahasiswa, ia memiliki risiko gagal dalam menjalankan studinya.

Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi karyawan, maka ia akan menghadapi risiko PHK.

Begitupun seorang pengusaha juga memiliki risiko gagal dalam bisnisnya.

Tatkala pekerjaan yang sudah tetap dan memiliki gaji yang tetap tiba-tiba hilang karena status PHK dan ketika bisnis yang sudah jalan serta menghasilkan tiba-tiba bangkrut. Terpikirkan kah, bagaimana hidupmu selanjutnya?

Nah untuk mengatasi risiko tersebut maka salah satu caranya adalah dengan memulai untuk investasi.

Apa itu Investasi?

Investasi adalah kegiatan menunda sejenak pengeluaran yang dapat digunakan untuk konsumsi untuk sesuatu yang sifatnya produktif. Salah satu tujuannya adalah untuk memastikan bahwa masa depanmu lebih aman. Coba bayangkan kalau pendapatanmu setiap bulan hanya habis pada konsumsi yang belum tentu kamu perlukan.

Mungkin nikmat, tapi nikmat itu hanya sementara. Lain halnya, kalau kamu menyisihkan uang yang dialokasikan untuk konsumsi tersebut ke arah investasi. Nikmat? Mungkin tidak untuk sekarang. Tapi di masa depan, kamu akan merasakan buah atas investasi yang kamu lakukan. Gampangnya, kamu menunda kenikmatan sekarang untuk kenikmatan yang akan datang.

Dari sisi jangka waktu, investasi ada yang jangka pendek dan juga jangka Panjang.

Sekarang kembali ke pertanyaan di awal, “Mending Investasi jangka pendek atau investasi jangka panjang?”

Nah, pada artikel kali ini kita akan fokus untuk membahas investasi jangka Panjang.

Baca Juga: 6 Jenis Investasi Syariah Online anti Ribet

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah kegiatan investasi yang memiliki durasi atau lama investasi lebih dari satu tahun. Seseorang yang memutuskan memilih untuk investasi jangka panjang akan menerima return dari investasi yang dilakukan setelah 1 tahun atau lebih. Bisa 3 tahun, 5 tahun, ataupun 10 tahun.

Investasi jangka panjang adalah investasi yang sangat cocok bagi mereka yang stabilitas keuangannya sudah sangat baik. Segala kebutuhan jangka pendeknya sudah terpenuhi dengan baik. Lain halnya bagi mereka yang belum begitu stabil keuangannya dan masih banyak kebutuhan jangka pendek yang harus dipenuhi, maka investasi jangka panjang adalah pilihan yang tidak tepat bagi dirinya

Ada beberapa tujuan investasi jangka panjang, salah satu diantaranya adalah keinginan untuk mendapatkan passive income dalam setiap periode. Bagi mereka yang merupakan ASN (Aparatur Sipil Negara) memiliki keuntungan di masa tuanya yaitu adanya uang pensiun yang diterima tiap bulan ketika dirinya pensiun.

Lalu, bagaimana dengan non ASN? Mereka tidak mendapatkan uang pensiun bulanan, oleh sebab itu mereka perlu melakukan pengamanan masa tua yaitu dengan melakukan investasi jangka panjang.

Jenis Investasi Jangka Panjang.

Setelah mengetahui dan memahami apa itu investasi jangka panjang. Sudah saatnya kamu menentukan jenis investasi jangka panjang yang akan kamu pilih. Pilihlah jenis investasi jangka panjang paling menguntungkan untukmu. Jangan sampai salah.  Lalu, apa saja jenis investasi jangka panjang terutama investasi jangka panjang paling menguntungkan?

Baca Juga: 5 Jenis Investasi Jangka Pendek

Saham Syariah

Mungkin kamu tidak asing mendengar istilah saham. Instrumen investasi yang satu ini sering menjadi top of mind dalam hal investasi. Saham juga merupakan salah satu jenis investasi jangka panjang paling menguntungkan.

Saham adalah bentuk investasi berupa penyertaan modal kepada sebuah perusahaan yang menandakan adanya bukti kepemilikan sebagian atas perusahaan tersebut. Semakin besar saham yang diinvestasikan maka semakin besar persentase kepemilikan perusahaannya.

Adapun saham syariah adalah investasi saham yang mana perusahaan yang diinvestasikan merupakan perusahaan yang sudah sesuai dengan kategori syariah sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Perusahaan yang tergolong dalam saham syariah terkategori dalam JII (Jakarta Islamic Index), ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) dan Jakarta Islamic Index 70 (JII 70).

Investasi saham disebut investasi jangka panjang paling menguntungkan karena pada investasi saham uang kamu bisa diputar dan kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih dari 1 tahun. Terlebih kamu bisa mendapatkan keuntungan lain dari saham berupa dividen.

Apa itu dividen? Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan bagi pemegang saham yang dilakukan setahun sekali. Jadi kamu hanya akan mendapatkan dividen setahun sekali. Itupun kalau perusahaan meraih untung, jika pada akhir tahun perusahaan malah mengalami kerugian maka jangan berharap untuk mendapatkan dividen.

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan bagi pemegang saham yang dilakukan setahun sekali. Jadi kamu hanya akan mendapatkan dividen setahun sekali. Itupun kalau perusahaan meraih untung, jika pada akhir tahun perusahaan malah mengalami kerugian maka jangan berharap untuk mendapatkan dividen.

Jikalau tidak dengan dividen, kamu masih bisa melakukan jual beli saham untuk meraih keuntungan yaitu berupa capital gain. Kamu bisa melakukan proses jual beli saham dengan membiarkan uangmu berbentuk saham lebih dari setahun.

Setelah melewati setahun dan terlihat bahwa harga saham saat itu lebih tinggi dibandingkan harga saham saat membeli maka itu bisa menjadi kesempatanmu untuk menjual dan mendapatkan capital gain.

Kalau sudah seperti itu, sepakat kan kalau saham bisa menjadi investasi jangka panjang paling menguntungkan?

Emas

Mungkin kamu sering mendengar benda ini disebutkan dalam setiap pernikahan. Emas memang biasa digunakan bagi lelaki untuk melamar seorang wanita sebagai mahar pernikahan.

Tapi fungsi emas lebih dari sekedar mahar pernikahan loh. Emas juga merupakan jenis investasi jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan dalam jangka panjang harga emas stabil bahkan cenderung naik.

investasi jangka panjang
Sumber : goldprice.org

Dilihat dari grafik harga emas dalam jangka waktu hingga 10 tahun tersebut terlihat bahwa harga emas naik pada periode jangka panjang. Hal ini membuat jenis investasi jangka panjang berupa emas ini menjadi investasi yang sangat menjanikan keuntungannya dalam jangka panjang.

Bisa dilihat dari tahun 2009 pertengahan hingga 2019 pertengahan harga emas dari mulai 300.000/gram naik hingga 700.000/gram. Keuntungan hingga 400.000/gram. Coba bayangkan kalau kamu di tahun 2009 itu membeli hingga 100 gram emas. Maka keuntunganmu pada pertengahan tahun 2019 adalah Rp400.000.000.

Menarik bukan?

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Emas

Properti

Banyak orang-orang dahulu, termasuk mungkin salah satu diantaranya adalah orang tuamu yang memiliki tanah dengan berbagai macam luasnya. Ada yg beberapa petak bahkan ada yang sampai hektaran. Nyatanya orang dulu sudah paham akan keuntungan dari investasi properti ini.

Investasi properti merupakan jenis investasi jangka panjang yang juga banyak diminati. Hal tersebut dikarenakan, properti terutama dalam bentuk tanah akan selalu meningkat tiap tahunnya. Tentunya properti tidak hanya tanah. Perumahan, real estate, ruko, apartment dan perkebunan merupakan bagian dari investasi properti.

Gambar di atas merupakan grafik Indeks Harga Properti Residensial (IHPR). Bila dilihat dari grafik harga properti residensial di atas, dapat terlihat bahwa dari tahun 2009 hingga tahun 2014 tidak ada trend penurunan harga properti. Hal ini menjadi acuan keuntungan yang menjanjikan ketika menjadikan properti sebagai jenis investasi jangka panjang paling menguntungkan.

Asuransi Syariah

Kalau kamu mendengar kata “BPJS” apa yang berada di benakmu?. Sebagian besar pasti akan menjawab asuransi. Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian ini, asuransi menjadi lembaga keuangan yang mencoba mengakomodir risiko kehidupan yang dialami seseorang.

Jenis asuransi ada beraneka ragam. Secara umum, asuransi terbagi menjadi dua jenis yaitu asuransi jiwa dan asuransi umum.

Asuransi seringkali juga menjadi fasilitas tambahan yang diberikan oleh para pekerja ataupun pembeli sebuah produk semisal mobil sebagai nilai tambah atas apa yang akan mereka terima. Katakanlah kamu membeli sebuah mobil yang diasuransikan. Artinya, bila mobil tersebut mengalami kondisi seperti rusak maka kamu bisa melakukan claim atas asuransi mobil tersebut.

Ataupun bila kamu adalah seorang karyawan dan tiba-tiba sakit maka kamu bisa melakukan klaim atas asuransi kesehatan yang telah difasiltasi oleh perusahaan tanpa kamu harus mengeluarkan biaya tambahan.

Adapun asuransi syariah adalah asuransi yang dalam mekanismenya diterapkan sesuai dengan prosedur syariah. Lain halnya dengan asuransi konvensional yang menggunakan sistem transfer risk, asuransi syariah menggunakan sistem sharing risk. Sehingga hal tersebut bisa mengatasi gharar yang terjadi di asuransi konvensional.

Dalam konteks investasi jangka panjang, asuransi juga bisa menjadi pilihan jenis investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan, asuransi syariah memiliki mekanisme bagi hasil dari perputaran uang yang dilakukan oleh pihak asuransi syariah. Jadi dana yang dikontribusikan kepada peserta itu dipecah menjadi dua bagian, yaitu dana tabarru dan dana investasi/mudharabah.

Dana tabarru diberikan kepada mereka untuk menanggulangi klaim yang diajukan. Adapun dana investasi akan dikelola oleh pihak asuransi untuk mendapatkan keuntungan yang dari keuntungan tersebut, peserta juga turut mendapatkan bagi hasilnya.

Tentunya selain keuntungan yang sifatnya return, investasi jangka panjang pada asuransi syariah juga bisa dalam bentuk non return. Yaitu adanya keamanan dalam jangka panjang terhadap risiko yang akan dihadapi oleh pemberi kontribusi/peserta. Semisal untuk pendidikan, jaminan hari tua, dan sebagainya.

Reksadana Syariah

Investasi Jangka Panjang

Reksadana syariah adalah instrument investasi yang cocok untuk kamu yang sekiranya tidak memiliki banyak waktu untuk memilih instrument investasi yang begitu banyak. Karena pada reksadana  syariah terdapat manajer investasi yang akan mengarahkan dana yang kamu berikan kepada instrumen-instrumen investasi yang menguntungkan dan tentunya sesuai syariah.

Performa (kinerja) sebuah reksadana bisa dilihat dari pertumbuhan nilai aktiva bersih per unit (NAB/unit) yang mencerminkan harganya dalam jangka waktu tertentu.

Reksadana syariah memiliki beberapa jenis. Untuk investasi jangka panjang, reksadana syariah yang bisa kamu pilih adalah reksadana saham. Pada reksadana saham, biasanya periode investasinya mencapai lima tahun bahkan lebih.

Mengapa lama? Karena return yang didapatkan dari reksadana saham tergolong yang paling tinggi dibandingkan jenis reksadana yang lain. Namun, tingginya return yang akan didapatkan sebanding dengan tingginya risiko yang akan diterima oleh si investor. Hal ini sejalan dengan konsep high risk high return.

Bila dilihat lebih dalam, reksadana syariah terutama reksadana saham termasuk investasi jangka panjang paling menguntungkan karena tidak hanya return-nya yang tinggi juga kamu tidak perlu repot untuk menganalisis harga saham karena sudah ada manajer investasi yang menganalisis itu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula

Sukuk

investasi jangka panjang

Sukuk adalah instrument investasi syariah kontemporer yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. Secara definisi, sukuk adalah surat berharga syariah/obligasi syariah yang memiliki durasi jangka panjang berdasarkan prinsip syariah.

Implikasi dari pembelian sukuk adalah diwajibkannya emiten membayar pendapatan kepada pemegang sukuk berupa bagi hasil/fee serta membayar kembali dana obligasi syariah pada saat jatuh tempo. Hal ini termaktub pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang obligasi syariah.

Paling tidak ada dua jenis sukuk yang umum diketahui oleh masyarakat yaitu sukuk tabungan dan sukuk ritel. Perbedaan dari kedua jenis sukuk ini bisa dilihat dari beberapa kategori. Dari sisi modal awal, sukuk ritel minimal investasi adalah 2 juta rupiah sedangkan sukuk tabungan minimal invesasi adalah 3 juta rupiah.

Dari sisi jangka waktu, sukuk ritel memiliki jangka waktu selama 2 tahun sedangkan sukuk tabungan memiliki jangka waktu selama 3 tahun.

Return yang diberikan dari investasi pada sukuk ini juga cukup menguntungkan. Itulah mengapa sukuk juga termasuk jenis investasi jangka panjang paling menguntungkan. Contohnya saja sukuk yang baru dikeluarkan pemerintah pada Agustus 2019 yaitu sukuk tabungan berseri  ST005 dengan tenor 2 tahun.

Pada sukuk tersebut, return yang ditawarkan pemerintah adalah sebesar 7,4% per tahun. Skema yang diberikan pada return yang akan diterima oleh investor adalah skema bagi hasil mengambang. Maksudnya adalah bahwa bagi hasil yang didapatkan oleh pembeli sukuk tidak akan berubah sampai masa jatuh tempo.

Baca Juga: Mengenal Sukuk lebih dalam

Alternatif Investasi : P2P Lending Syariah.

Apakah kamu sudah paham dan sudah punya keinginan untuk investasi jangka panjang?

Sudahkah kamu memilih jenis investasi jangka panjang paling menguntungkan?

Kalau kamu masih bingung dan masih merasa tidak cocok dengan semua instrument investasi di atas. Maka kamu bisa mencoba investasi lain yaitu P2P Lending Syariah.

P2P Lending Syariah adalah platform investasi zaman now yang sedang banyak diminati khususnya bagi generasi milenial. Bisnis modelnya sederhana, yaitu menghubungkan pemodal dengan pihak yang butuh modal.

Salah satu P2P Lending syariah yang ada di Indonesia adalah Qazwa. Platform ini menghubungkan investor dengan umkm yang membutuhkan modal untuk mengelola usahanya. Jadi kalau kamu investasi di sini, tidak hanya mendapatkan keuntungan, kamu juga membantu umkm memajukan usahanya.

Modalnya?

Jangan khawatir soal modal investasi, karena kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp100 ribu untuk investasi. Dengan modal segitu, kamu bisa meraih keuntungan hingga 24%. Menarik bukan?

Baca Juga: Apa itu P2P Syariah?

Kesimpulan

Investasi jangka panjang memerlukan waktu 1 tahun lebih untuk bisa menghasilkan return. Bagi kamu yang sudah memiliki stabilitas keuangan yang sangat baik dan telah mampu memenuhi kebutuhan jangka pendekmu ditambah kamu orang yang berani mengambil risiko. Maka investasi jangka panjang cocok menjadi pilihanmu. Jangan lupa untuk memilih investasi jangka panjang paling menguntungkan untukmu.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here