investasi jangka pendek

Siapa yang tidak tertarik untuk investasi? Bagi mereka yang sudah mulai memikirkan akan masa depannya, maka memilih untuk berinvestasi adalah pilihan yang tepat. Terlebih bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan dan melebihi kebutuhannya sehari-hari. Dibandingkan uang tersebut digunakan untuk menabung yang mana tidak akan memberikan nilai tambah karena tergerus oleh inflasi. Lebih baik untuk diinvestasikan. Bila mengacu pada teori ekonomi, investasi didefinisikan sebagai pembelian atau produksi dari barang modal yang tidak dikonsumsi namun untuk digunakan sebagai produksi yang akan datang. Nah dalam hal pemilihan investasi, paling tidak kamu bisa memilih dua jenis investasi berdasarkan durasinya yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka Panjang.

Beberapa orang seringkali menginginkan keuntungan yang cepat. Mungkin kamu salah satu diantaranya. Kalau begitu kondisinya maka investasi jangka pendek adalah pilihan yang tepat untuk kamu.

Nah, dalam artikel kali ini, kita akan bahas secara mendalam tentang investasi jangka pendek baik dari segi definisi, jenis investasi jangka pendek ataupun komparasi keuntungan dari beberapa jenis investasi jangka pendek yang pada akhirnya bisa menjadi referensi kamu untuk menentukan jenis investasi jangka pendek apa yang akan kamu pilih.

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka pendek adalah investasi yang didasarkan pada durasinya. Disebut pendek karena investasi ini hanya berjangka waktu 1 tahun atau kurang. Jikalau kamu memilih investasi jangka pendek maka kamu bisa mencairkan keuntunganmu dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Umumnya seseorang memilih investasi jangka pendek dengan tiga maksud, yaitu untuk menjadikan cash flownya lebih bermanfaat sementara waktu, mendapatkan tambahan dana dan membiayai kebutuhannya jangka pendek.

Baca Juga: 6 Jenis Investasi Syariah Online anti ribet

Jenis atau Produk Investasi Jangka Pendek

Kira-kira apa saja nih jenis atau produk investasi jangka pendek?

Setidaknya ada lima produk investasi jangka pendek yang perlu kamu ketahui, diantaranya Deposito Syariah, Reksadana Pasar Uang, Surat Utang/Sukuk Jangka Pendek, Saham dan P2P Lending Syariah.

Deposito Syariah

Kalau kamu orang yang rajin ke bank pasti kamu tidak asing dengan istilah deposito. Yap, produk ini kerap ditawarkan oleh bank sebagai media investasi si Nasabah. Untuk menarik nasabah agar mau berinvestasi pada produk deposito maka Bank akan menawarkan return yang tinggi.

Ketika kamu memilih untuk menggunakan produk investasi berupa deposito maka kamu akan dihadapkan oleh sebuah pilihan durasi. Bisa 3 bulan, 6 bulan ataupun 1 tahun. Perbedaan lama durasi deposito juga akan menyebabkan perbedaan return yang akan diperoleh. Semakin lama durasi yang diambil maka semakin besar return yang akan diperoleh nasabah.

Dalam praktiknya, sebuah deposito khususnya deposito syariah bank berperan sebagai mudharib atau pihak yang mengelola modal dan nasabah sebagai shahibul maal sebagai pihak yang memiliki modal.

Contoh deposito syariah yang ditawarkan oleh bank syariah adalah deposito Bank Syariah Mandiri. Pada produk ini, Bank Syariah Mandiri (BSM) menawarkan jangka waktu deposito yang beragam yaitu 1,3,6 sampai 12 bulan. Modal awal yang diperlukan juga tidak banyak, cukup Rp2 juta maka kamu sudah berhak untuk memiliki produk deposito dari Bank Syariah Mandiri.

Reksadana Pasar Uang

Sebelumnya apakah kamu tahu apa itu reksadana?

Reksadana adalah produk investasi berupa bentuk penyertaan modal kepada manajer investasi untuk kemudian dikelola dan disalurkan kepada unit-unit investasi seperti saham, obligasi dan sebagainya. Tentunya kalau kamu memilih reksadana syariah maka investasimu akan diarahkan pada unit-unit investasi yang sesuai syariah seperti saham syariah, sukuk dan sebagainya.

Reksadana sendiri ada beberapa jenis. Salah satunya adalah reksadana pasar uang.

Pengertian dari reksadana pasar uang adalah reksadana yang 100% investasinya di salurkan pada instrument pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, Obligasi/Sukuk dan instrument pasar uang lainnya.

Dari semua jenis reksadana yang ada, jenis reksadana pasar uang adalah yang paling aman dan risikonya paling kecil. Hal ini dikarenakan adanya diversifikasi penempatan instrument pasar uang yang dipilih secara efektif.

Reksadana pasar uang juga disebut sebagai jenis investasi jangka pendek karena instrument pasar uang biasanya berada pada jangka waktu kurang dari setahun.

Baca Juga: Panduan Lengkap Reksadana untuk Pemula

investasi jangka pendek

Surat Utang Jangka Pendek/Obligasi/Sukuk

Surat utang jangka pendek dibuat sebagai media investasi yang memberikan keuntungan jangka pendek dan return yang rendah. Investasi ini bersifat fleksibel dengan jangka waktu satu bulan hingga satu tahun.

Sukuk juga menjadi salah satu instrument yang juga kian digemari. Umumnya sukuk berada pada durasi investasi jangka Panjang yaitu 2-3 tahun. Namun, adapula sukuk dengan tenor pendek yaitu berkisar enam bulan. Sukuk tersebut berseri SPNS09072019. Semenjak dikeluarkannya pada awal tahun 2019, sukuk jenis ini telah meraup dana hingga 46% atau setara dengan 8,201 triliun rupiah dari total penawaran. Secara keseluruhan lelang sukuk jenis ini menghasilkan Rp17.811 triliun.

Tidak hanya sukuk seri  SPNS09072019, sukuk berseri PBS019

 Meraih posisi kedua dengan jumlah penawaran sebesar Rp 5,080 triliun. Imbal hasilnya juga lumayan membuat munculnya keinginan untuk berinvestasi yaitu sebesar 8,25%.

Kemudian di posisi terakhir diduduki oleh sukuk dengan seri  PBS023 yang mendapatkan penawaran sejumlah Rp 326 miliar  dengan imbal hasil yang menggiurkan yaitu 10%.

Menarik bukan?

Saham Syariah

Saham Syariah adalah investasi syariah dalam bentuk penyertaan modal yang dengan diberikannya sejumlah dana dalam bentuk saham maka pihak investor memiliki sebagian hak atas perusahaan yang ia tanamkan saham di sana. Salah satu haknya adalah mendapatkan dividen atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Saham biasanya merupakan jenis investasi jangka Panjang. Meskipun demikian, investasi saham juga bisa tergolong dalam jenis investasi jangka pendek. Hal tersebut dapat terjadi ketika investor/pemilik saham lebih memilih untuk meraih keuntungan dari investasi saham dengan cara jual-beli saham (trading).

Para investor yang menggunakan mekanisme trading saham sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan akan menganalisis perkembangan saham suatu perusahaan dan akan menjual saham tersebut di waktu yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar investor meraih capital gain, yaitu kondisi dimana harga jual lebih tinggi dibandingkan harga tatkala ia membeli saham tersebut. Katakanlah, seorang investor membeli saham perusahaan X sebesar 1lot (100 lembar saham) seharga Rp1000/lembar. Artinya ia membeli saham perusahaan X sebesar Rp100.000. 3 bulan kemudian harga saham perusahaan X naik sebesar Rp2000/lembar. Melihat peluang tersebut dan kemungkinan akan turun pada bulan berikutnya maka si investor akan sesegera mungkin menjual sahamnya. Ia mendapatkan uang penjualan atas saham sebesar Rp200.000 (Rp2000x100 lembar). Artinya ia mendapatkan keuntungan atas jual beli saham sebesar Rp100.000. Angka yang lumayan bukan?

Baca Juga: Panduan Investasi Saham untuk Pemula

P2P Lending Syariah

Jenis investasi yang satu ini tergolong investasi kontemporer yang memang lagi trend di era sekarang. Hal ini ditandai dengan hadirnya banyak startup di bidang financial technology (fintech)yang memberikan fasilitas investasi. Salah satu model investasinya adalah P2P Lending. Apa itu?

P2P Lending adalah model investasi yang memberikan permodalan dari satu pihak ke pihak lain yang membutuhkan permodalan. Umumnya terjadi antara investor dengan pemilik usaha. Sistem ini juga digunakan oleh salah satu startup yaitu Qazwa. Startup ini memiliki model investasi berupa P2P Lending syariah. Ia menggunakan akad syariah dalam model bisnis P2P lendingnya. Sasaran investasi mereka adalah pihak-pihak yang merupakan pelaku umkm. Jadi, mereka yang merupakan pelaku umkm dapat mengajukan pembiayaan untuk pembelian suatu barang modal ke pihak Qazwa.

Kamu jangan khawatir bila memutuskan investasi di sini. Karena perusahaan financial technology dengan model bisnis P2P Lending dapat secara legal menjalankan operasional bisnisnya hanya bila telah mendapatkan iziin dari Otoritas Jasa Keungan (OJK).

Qazwa saat ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan dalam menjalankan usahanya. Sehingga kamu tidak perlu khawatir terkena investasi bodong. Selain itu, untuk memastikan bahwa bisnis model serta akad yang digunakan sesuai dengan syariah, Qazwa telah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Untuk investasi di P2P Lending Syariah khususnya di Qazwa tidak perlu memerlukan biaya yang mahal. Cukup dengan uang Rp100.000 maka kamu sudah bisa investasi di platform ini. Return yang ditawarkan pun cukup memacu keinginan untuk berinvestasi yaitu hingga 24%. Menarik bukan?

Baca Juga: Jenis-Jenis Akad dalam P2P Lending

Komparasi Keuntungan Investasi Jangka Pendek

Dari penjelasan sebelumnya, sudah dibahas lima produk investasi jangka pendek. Apakah kamu sudah memutuskan ingin berinvestasi pada produk yang mana?

Bila belum, mari bandingkan keuntungan lima produk investasi jangka pendek tersebut. Dalam ilustrasi ini, modal investasi disamakan jumlahnya yaitu Rp2 juta. Hal tersebut dilakukan agar kamu bisa melihat investasi mana yang paling menguntungkan dengan jumlah modal investasi yang sama.

Dari ilustrasi perbandingan di atas maka dapat disimpulkan bahwa investasi jangka pendek yang paling menguntungkan adalah P2P Lending Syariah. Hal ini dikarenakan pada produk investasi jangka pendek ini, Kamu bisa mendapatkan return investasi yang tinggi dengan modal yang rendah. Terlebih buat kamu yang memang tidak ingin mengambil risiko yang tinggi dengan mengeluarkan banyak modal. P2P Lending Syariah dapat menjadi alternatif investasi terbaik kamu.

Modal yang diperlukan bila kamu ingin investasi di P2P lending syariah adalah sebesar Rp100 ribu. Murah bukan? Terlebih return investasi yang menggiurkan yaitu hingga 24%. Bila kamu tertarik untuk langsung investasi di platform P2P Lending Syariah maka kamu bisa mencoba ke Qazwa.

Kesimpulan

Investasi jangka pendek bisa menjadi salah satu pilihanmu untuk berinvestasi bila kamu adalah tipe orang yang ingin mendapatkan keuntungan dengan jangka waktu yang cepat.

Dari perbandingan lima produk investasi jangka pendek yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat dilihat bahwa P2P Lending Syariah memiliki tingkat investasi yang lebih menguntungkan dibandingkan keempat produk investasi yang lain. Hal ini bisa dilihat dari dua hal yaitu tingkat modal yang rendah dan tingkat return yang tinggi.

Dari lima produk investasi yang sudah dijelaskan, kira-kira kamu pilih yang mana? Tentukan dari sekarang dan mulailah untuk investasi.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here