Panduan Lengkap Investasi Properti untuk Pemula

0
3539
Investasi Properti

Memulai untuk berinvestasi sejak dini adalah pilihan yang tepat. Terutama bagi mereka yang masih berusia muda. Dengan berinvestasi maka kamu telah mengamankan masa depanmu dari kendala ekonomi ke depan seperti inflasi dan penurunan nilai mata uang. Salah satu media investasi yang bisa dicoba adalah investasi properti.

Apa itu Investasi Properti?

Sebelum lebih lanjut berbicara tentang investasi properti, mari bahas apa itu investasi.

Bila mengacu pada teori ekonomi, investasi didefinisikan sebagai pembelian atau produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang atau barang produksi.

Adapun bisnis properti adalah sebuah aktivitas bisnis yang berkaitan dengan tanah dan bangunan. Menurut Bapak Pemasaran Philip Kotler properti adalah hak kepemilikan tidak berwujud baik itu berupa real estate (benda nyata) atau finansial (saham dan obligasi).

Sehingga bila digabungkan, investasi properti adalah aktivitas pembelian modal berupa tanah ataupun bangunan untuk kemudian dikembangkan sebagai sumber pendapatan.

Baca Juga: Cara Mengetahui Investasi Bodong dan Cara Menghindarinya

Alasan Investasi Properti

Investasi Properti

Memilih investasi di bidang properti tentu harus diperkuat dengan alasan. Inilah beberapa alasan mengapa memilih investasi di bidang properti.

1. Harga Selalu Naik

Harga properti secara rata-rata selalu mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut kesediaan properti.

Sebagaimana dalam teori ekonomi, ketika permintaan naik sedangkan supply terbatas maka otomatis harga akan naik. Enak, kan? Apalagi kalau mempertimbangkan lokasi yang strategis tentunya harganya akan semakin mahal.

2. Menyesuaikan dengan Inflasi

Hal yang menarik sekaligus menguntungkan adalah bahwa harga properti akan mengikuti kondisi inflasi. Jadi, ketika terjadi inflasi maka harga properti akan ikut naik seiring peningkatan inflasi. Sehingga kamu tidak usah khawatir apabila terjadi inflasi karena properti kamu harganya juga akan ikut naik dan tentunya kamu tetap dapat untung.

3. Adanya Pemasukan Tambahan

Ketika kamu berinvestasi properti maka kamu tidak hanya mendapatkan keuntungan dari hasil kenaikan harga properti tapi kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dengan cara menyewakan properti yang kamu miliki. Jadi, misal kalau kamu punya properti berbentuk rumah maka kamu bisa menyewakan rumah tersebut dengan cara dikontrakkan.

4. Harga/Nilai ditentukan oleh Pemilik

Lain halnya dengan harga emas dan saham yang mana pergerakan harganya ditentukan oleh kondisi pasar dan kamu tidak punya control atasnya, investasi properti memberikan keuntungan berupa nilai yang bisa ditentukan secara penuh oleh pemilik. Jadi, kamu bisa menentukan harga/nilai dari properti yang kamu miliki baik nilai jual maupun nilai sewa.

Strategi Investasi Properti yang Menguntungkan

Setelah kamu mengetahui alasan berinvestasi properti dan sekiranya kamu sudah merasa yakin dengan alasan tersebut, sekarang waktunya kamu masuk ke tahap how memulai investasi properti. Inilah strategi investasi properti yang menguntungkan.

1. Cari Developer yang baik

Ketika kamu ingin berinvestasi di bidang properti maka kamu akan dihadapkan oleh seorang developer. Pastikan bahwa kamu telah memilih developer yang tepat. Lihatlah track record dari developer tersebut. Bisa kamu lihat dari karya-karya yang telah mereka buat. Serta jangan lupa untuk memastikan sumber daya manusia yang mereka miliki adalah yang berkualitas.

Baca Juga: Tips Mencari Partner untuk Bisnismu

2. Lingkungan Harus Strategis

Semakin strategis lokasi yang kamu pilih maka semakin menguntungkan investasi yang akan kamu peroleh. Apa saja yang dimaksud strategis?

Lokasi yang tergolong strategis adalah lokasi yang akses ke tempat-tempat penting tidaklah sulit. Misal, kalau lokasi propertimu berada di sekitar pusat perbelanjaan dan universitas maka lokasi propertimu tergolong ke dala lokasi strategis.

3. Rendahnya Tingkat Kriminalisasi

Tentunya tidak akan ada yang mau membeli atau menyewa properti di tempat yang rawan kejahatan. Hal ini membuat kamu harus memastikan bahwa kondisi lingkungan tempat kamu berinvestasi properti benar-benar aman dari kriminalitas. Kamu bisa bertanya ke warga sekitar yang sudah lama tinggal. Mereka yang lama tinggal di sana sudah memiliki pengalaman tentang keadaan di daerah tersebut. Sehingga memudahkan kamu dalam mendefinisikan kondisi daerah tersebut dari sisi tingkat kriminalitas.

4. Rendahnya Potensi Bencana Alam

Jikalau kamu berinvestasi properti di lereng gunung atau di daerah dekat pantai maka itu termasuk pilihan yang tidak tepat. Karena daerah-daerah tersebut rawan akan bencana alam seperti longsor, gunung meletus dan banjir. Bila kamu hendak berinvestasi properti maha hindarilah daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana alam.

5. Rencana Pengembangan Masa Depan

Semakin bagus prospek properti yang dibangun maka semakin besar keuntungan dari investasi properti tersebut. Misal, properti yang kamu miliki berpotensi untuk dibangun real estate, apartment, mall dan sebagainya maka keuntungan yang akan kamu raih di masa depan akan semakin tinggi.

6. Cermati Harga Properti

Meskipun kamu berorientasi untuk mendapatkan keutungan dari bisnis properti ini, tapi kamu tidak boleh menafikan bahwa kamu harus memberikan harga yang wajar terhadap konsumenmu. Kewajaran harga tersebut dapat dipertimbangkan dengan melihat kondisi bentuk dan kualitas bangunan serta fasilitas yang disediakan. Semakin bagus bentuk dan kualitas yang diberikan serta semakin lengkap fasilitas yang disediakan tentu akan membuat properti kamu semakin mahal.

Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan harga pasar. Kamu tidak bisa asal tembak harga seenaknya. Bagaimanapun konsumen kamu bisa jadi lebih pintar darimu sehingga ia akan mempertimbangkan bila kamu tiba-tiba menawarkan harga yang semena-mena tanpa memperhatikan harga pasar.

Baca Juga: Bisnis Online tanpa Modal dan Terbukti Untung

7. Melihat Contoh Rumah

Ketika kamu telah mendapatkan pengembang yang tepat, maka kamu juga perlu untuk meminta contoh rumah yang pernah mereka buat. Dengan melihat contoh rumah maka kamu bisa semakin yakin tentang kualitas bangunan yang mereka buat.

Kamu juga bisa memanfaatkan contoh rumah tersebut sebagai media kamu berjualan kembali. Ini bisa menjadi gambaran calon konsumenmu terhadap properti yang kamu punya.

8. Miliki Aset Properti Tidak Hanya Pada Satu Tempat

Sebagaimana kaidah investasi yang mengharuskan kamu membagi uang investasimu ke beberapa jenis investasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan meminimalisir risiko. Begitupun dalam investasi properti.

Ketika kamu telah melakukan investasi di suatu lokasi katakanlah pada komplek A. Kamu bisa mencoba berinvestasi di tempat lain katakanlah komplek B sehingga keuntunganmu bisa lebih banyak.

Jenis Investasi Properti yang Menguntungkan.

Setelah mengetahui strategi bisnis properti yang menguntungkan, selanjutnya adalah mengetahui jenis properti apa saja yang dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan untukmu.

Setidaknya ada empat jenis properti yang akan memberikan kamu keuntungan ketika kamu investasi di sana. Apa saja jenis properti tersebut?

Baca Juga: 5 Usaha yang Masih Jarang Tapi Menguntungkan

1. Properti Kantor

Perkembangan startup yang semakin besar, membuat kebutuhan akan kantor semakin tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha properti untuk membuat kantor yang dapat disewakan oleh para punggawa startup.

Mungkin kamu tidak asing mendengar kata co-working space dan private office. Kedua hal ini erat kaitannya dengan kebutuhan akan kantor baik yang sifatnya open space ataupun private.

Umumnya harga co-working space diperuntukkan kepada perorangan dengan budget minimal Rp50.000 hingga Rp150.000/hari. Kemudian untuk private office, biasanya dikenakan biaya dari mulai Rp4.000.000-Rp6.000.000/bulan. Tentunya hal ini sangat menggiurkan buat para investor.

Terlebih tempatnya yang biasanya berada di pusat bisnis membuat harga properti ini bisa menjadi lebih mahal dan tentunya lebih menguntungkan.

2. Properti untuk Ritel dan Perdagangan

Ada bagian ritel dan perdagangan, jenis properti ini basanya berntuk pusat perbelanjaan seperti Mall dan ruko.

Bila mengacu pada data ritel Indonesia, perkembangan ritel di Indonesia memang cukup baik. Hal menguntungkan yang akan didapatkan dari properti ritel adalah tingkat pengembaliannya yang lebih stabil dibandingkan dengan gedung perkantoran.

Ini disebabkan karena orang-orang yang menyewa kantor umumnya cukup sering berpindah-pindah dibandingkan para pengecer yang memilki jangka waktu lebih panjang dan jarang berpindah-pindah

Baca Juga: Fakta Menarik! Data Pertumbuhan Bisnis Ritel di Indonesia

3. Properti untuk Industri dan Manufaktur

Salah satu keuntungan berinvestasi di properti jenis ini adalah biaya operasionalnya yang lebih rendah dibandingkan properti kantor dan properti ritel.

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi pada jenis properti yang satu ini maka yang perlu kamu perhatikan adalah kedekatan lokasi dengan transportasi utama, ketinggian langit-langit, kemampuan memuat barang dan lainnya.

4. Properti untuk Hunian Keluarga

Ini merupakan jenis properti yang keuntungannya lebih stabil dibandingkan ketiga jenis properti sebelumnya. Hal ini disebabkan apapun kondisi perekonomian yang terjadi baik sedang growing ataupun crisis, setiap orang pasti memerlukan tempat tinggal.

Menariknya, aturan biaya operasional yang bisa diterapkan dengan cara pembagian antara pemilik dengan pihak penyewa. Segala aturan bagi hasil dan sebagainya tergantung pada kesepakatan.

Perawatan Properti

Investasi Properti

Sudah diinvestasikan bukan berarti dengan seenaknya ditinggalkan. Kamu harus memperhatikan properti yang sudah kamu beli. Apa saja langkah-langkah untuk melakukan perawatan properti?

1. Mengecek dan Merawat Saluran Air

Masalah kebocoran biasanya sering terjadi pada sebuah properti. Hal tersebut membuat mengecek setiap sudut rumah untuk memastikan tidak ada kebocoran menjadi penting khususnya pada bagian kamar mandi dan dapur.

Fasiltas-fasiltas yang juga perlu untuk dicek adalah pipa air dan keran serta tangki penyimpanan air karena itulah yang rawan untuk bocor.

2. Mengecek dan Merawat Jaringan Listrik

Listrik adalah sesuatu yang berbahaya bila tidak diperhatikan dengan baik. Ia akan mengakibatkan kebakaran bila terjadi kesalahan dalam perawatan dan pengecekannya. Keadaan listrik juga akan menjadi pertimbangan pihak yang akan menyewa properti yang kamu miliki. Karena kesulitan dalam mengakses listrik membuat aktivtas sehari-hari menjadi terhambat.

3. Terbebas dari Hama

Jangan sampai fasilitas properti yang kamu miliki ludes dimakan oleh rayap yang berkeliaran akibat rumah yang tidak terawat.

Kelemahan Investasi Properti

Investasi Properti

Selain memiliki banyak kelebihan, investasi jenis ini juga memiliki beberapa kelemahan. Mengetahui kelemahan menjadi penting agar kamu bisa mengantisipasi keadaan yang terjadi ketika kamu berinvestasi di properti. Apa saja kelemahan tersebut?

Baca Juga: 3 Tantangan dalam Bisnis dan Cara Mengatasinya

1. Beban Perawatan

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa properti yang sudah kamu beli tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Kamu harus siap-siap mengeluarkan uang tambahan untuk perawatannya. Memastikan bahwa propertimu terawat dan baik-baik saja akan membuat nilai propertimu tidak akan turun.

2. Investasi Padat Modal

Disebut padat modal karena investasi properti mengacu pada modal yang dimiliki investor. Prinsipnya semakin besar modal yang diberikan pada properti maka semakin besar pula hasil yang didapatkan dari investasi tersebut.

3. Cermat dalam Menjangkau Investasi

Perlu kamu perhatikan bahwa ketika kamu berbisnis properti maka kamu akan melibatkan pihak lain untuk mendukung bisnismu tersebut. Sehingga dalam hal ini, kamu perlu mencermati kalau ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham. Harga properti hanya ditentukan pada pasar yang bersifat lokal dan trend yang mempengaruhi permintaan dan penawaran harga properti tersebut. Berbeda dengan saham yang mengacu pada kondisi perusahaan dan kondisi pasar secara nasional.

4. Biaya Modal Tinggi

Dibandingkan investasi di tempat lain, investasi di sektor properti ini memerlukan modal yang tidak kecil. Salah satu biaya yang kamu harus penuhi adalah terkait dengan pajak.

5. Penyusutan Bangunan

Ketika kamu berinvestasi di properti maka kamu harus terima risiko bahwa ada saatnya bangunan properti yang kamu beli mengalami penyusutan. Keadaan penyusutan tersebut yang perlu kamu maintance dengan cara merawat bangunan tersebut dengan baik.

Kesimpulan

Itulah gambaran terkait investasi di sektor properti yang kamu perlu ketahui. Bermain di properti memang menguntungkan tapi bila bermain tidak menggunakan strategi maka semua akan berakhir merugikan dan tentunya kamu tidak mau dong seperti itu.


Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.