Investasi Saham : Panduan Investasi Saham untuk Pemula

0
2030
Investasi Saham

Sekilas bicara soal investasi, pasti istilah itu tidak asing lagi bagi kamu. Bahkan di era saat ini banyak sekali kawula muda yang terus bertanya “yang enak investasi apa ya?”, ada juga yang mempertanyakan dalam sebuah pilihan “Mending investasi di saham atau di bisnis ya?”.

Jikalau kamu salah satu diantaranya, itu berarti kamu sudah tepat untuk berpikir masa depanmu. Kamu telah menyadari bahwa penting untuk mengatur keuanganmu terutama untuk mempersiapkan masa depanmu. Bagaimana caranya? Investasi jawabannya.

Generasi milenial dalam sebuah penelitian terkenal dengan generasi yang konsumtif. Selagi punya uang, mudah sekali ia untuk dihabiskan. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya leisure seperti hangout, travelling, nonton dan sebagainya.

Belum lagi kalau ada cashback dari berbagai macam e-wallet macam gopay, ovo dan sebagainya. Udah pasti dengan sangat mudah uang mengalir ke kegiatan konsumtif.

Coba sekarang kamu bayangkan apabila uang-uang yang terus mengalir dalam kegiatan konsumtifmu diubah alirannya ke kegiatan yang produktif. Salah satunya investasi.

Ada banyak media investasi yang bisa kamu pilih. Pada artikel kali ini kita akan membahas salah satu media investasi yang konon kabarnya lebih menguntungkan dari media investasi lain yaitu investasi saham.

Apa itu investasi saham, apa keuntungan investasi saham, apa perbedaan investasi saham syariah dan konvensional serta bagaimana mekanisme investasinya? Itulah yang kan kita bahas saat ini.

Pengertian Investasi Saham

Investasi saham adalah kegiatan investasi dalam bentuk penyertaan modal sebagai bukti kepemilikan atas sebuah entitas usaha. Saham juga merupakan bagian dari surat berharga.

Karena investasi saham menunjukan bahwa kamu telah memiliki hak kepemilikan atas sebuah perusahaaan maka kamu juga berhak untuk mendapatkan keuntungan berupa deviden atas profit yang diraih oleh perusahaan.

Bila merujuk pada pendapat ahli salah satunya Swadidji Widoatmodjo, ia menjelaskan bahwa investasi saham adalah investasi pada surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau yang disebut emiten.

Baca Juga: Jual Beli dalam Islam dan Contohnya

Jenis-Jenis Saham

Dengan adanya berbagai jenis saham, kamu bisa memilih saham mana yang sekiranya cocok untuk kamu.

Dalam tulisan ini, saham terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu jenis saham dari segi sektornya dan jenis saham dari segi indeksnya.

Dari Segi Sektor

Dari segi sektor industrinya, saham terbagi ke dalam 9 sektor diantaranya:

1. Sektor Pertanian, saham pada sektor ini adalah yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan dan sebagainya. Beberapa perusahaan yang ada pada sektor ini diantaranya PT. Astra Argo Lestari Tbk dan PT. Asutindo Nusantara Jaya Tbk

2. Sektor Pertambangan, pada sektor ini industri yang termasuk didalamnya terkait dengan pertambangan, Logam Mineral, Batu-batuan, dan lainnya. Beberapa perusahaan yang termasuk pada sektor ini yaitu PT. Kapuas Prima Coal dan PT. Aneka Tambang

3. Sektor Aneka Industri, berbeda dengan dua sektor sebelumnya pada sektor ini industri tidak terfokus pada satu bidang. Sektor ini bisa mencakup otomotif, tekstil, garmen, elektronika, alas kaki dan sebagainya.

4. Sektor Basic Industry, pada sektor ini  mencakup industri semen, keramik, logam, kaca, pakan ternak dan industri kimia lainnya.

5. Sektor Barang Konsumsi, yang termasuk pada sektor ini adalah  mereka yang menjual barang-barang konsumsi seperti  makanan, kosmetik, peralatan rumah tangga dan lainnya. Perusahaan yang berada pada sektor ini beberapa diantaranya yaitu PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dan Campina Ice Cream Industry Tbk.

6. Sektor Properti, industri yang termasuk didalamnya adalah mereka yang memiliki usaha terkait dengan properti, real estate dan konstruksi bangunan. Beberapa perusahaan yang berada pada sektor ini diantaranya Bumi Citra Permai Tbk dan Ciputra Development Tbk

7. Sektor Infrastruktur, pada sektor ini industri yang termasuk didalamnya mencakup industri energi, telekomunikasi, dan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara dan sebagainya. Perusahaan yang termasuk dalam sektor ini beberapa diantaranya adalah Mitra Energi Persada Tbk dan Bakrie Telecom Tbk.

8. Sektor Keuangan, tidak lain sektor ini adalah sektor yang paling bercuan karena mencakup bank, asuransi, lembaga pembiayaan dan lainnya.

9. Sektor Trade (Perdagangan, Jasa dan Investasi), pada sektor ini mencakup perdagangan besar, perdagangan eceran, Restoran, Hotel, Pariwisata dan sebagainya.

Dari Segi Indeks

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham yang terbagi dari segi indeks terdapat 24 jenis. Dalam tulisan ini, akan dibahas tiga diantaranya.

1.Indeks LQ45, yaitu saham yang terdiri dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi serta kapitalisasi pasar besar dan juga memiliki fundamental perusahaan yang baik. Perusahaan yang masuk ke dalam indeks ini, diantaranya Adhi Karya (Persero) Tbk, Aneka Tambang Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Lippo Karawaci Tbk dan lain-lain.

2.JII 70, yaitu saham-saham syariah yang berjumlah 70 saham dengan kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi. Perusahaan yang termasuk pada saham tersebut diantaranya Astra Agro Lestari Tbk, XL Axiata Tbk, Surya Citra Media Tbk, Indosat Tbk dan lain-lain.

3. Indeks BUMN20, yaitu 20 saham dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar sebagai Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan Afiliasinya. Beberapa perusahaan yang termasuk pada saham di indeks BUMN20 diantaranya Jasa Marga (Persero) Tbk, Semen Indonesia (Persero) Tbk, Bukit Asam Tbk dan lain-lain.

Baca Juga: Apa itu P2P Syariah?

Cara untuk Memulai Investasi Saham

Sudah mulai tertarik untuk investasi saham?

Kalau sudah sekarang kamu bisa memulai untuk investasi saham.

“Tapi bagaimana caranya?”

Setidaknya ada dua acara untuk memulai membeli saham ketika kamu sudah mantab untuk berinvestasi saham. Jangan lupa untuk menentukan saham jenis apa yang akan kamu pilih. Perhatikan resiko dan kesediaan modal yang kamu punya.

Nah jikalau kamu sudah siap semua baik modal maupun ilmu, maka kamu tinggal mulai untuk membeli saham tersebut.

Kembali ke pembahasan cara membeli saham. Jadi ada dua cara untuk memulai membeli saham.

Cara pertama adalah dengan datang ke broker atau biasa disebut pialang saham. Kamu bisa memilih broker saham terdekat dan terpercaya yang kamu ketahui. Ada beberapa kriteria broker saham yang sehat diantaranya:

  1. Memiliki izin usaha resmi sebagai pialang saham,
  2. Diawasi dan terdaftar oleh OJK,
  3. Memahami struktur permodalan,
  4. Pelayanan yang baik dan ramah,
  5. Struktur biaya dan komisi transaksinya rendah,
  6. Nasabah yang dimiliki banyak,
  7. Setoran awal terjangkau,
  8. Komisis transaksi terjangkau,
  9. Terdapat layanan online,
  10. Menyediakan software online,
  11. Menyediakan jasa diskusi dan konsultasi saham gratis.

Nah dari kriteria terdapat beberapa broker yang termasuk di dalamnya yaitu,

BNI Sekuritas, Indo Premier Securities, Sinarmas Securities, Panin Securities, Mandiri Sekuritas dan broker-broker lainnya.

Cara kedua adalah dengan melalui online. Cara ini pastinya lebih mudah khususnya kalian generasi milenial yang sangat akrab dengan gawai kalian. Kalau kamu mau mencoba investasi saham via online maka kamu harus menginstal aplikasi atau perangkatnya di gawaimu. Aplikasi online trading umum disediakan oleh para broker saham.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Emas

Investasi Saham Syariah

Nah kalau kamu akhirnya memutuskan untuk investasi maka jangan lupa bahwa kamu berinvestasi pada saham syariah.

Apa itu investasi saham syariah?

Secara sederhana, Bursa Efek Indonesia mendefiniskan saham syariah sebagai efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

Untuk membedakan antara saham syariah dan konvensional, kamu harus mengetahui apa yang menjadi kriteria saham syariah, yuk simak:

  1. Perusahaan yang ditanamkan saham syariah adalah perusahaan yang core businessnya tidak termasuk yang diharamkan,
  2. Harus memenuhi rasio keuangan yang ditetapkan seperti utang bunga terhadap total aset paling mentok 45%. Kemudian untuk total pendapatan berbasis bunga dan pendapatan gak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain gak lebih dari 10 persen.

Nah untuk investasi di saham syariah, kamu bisa memilih perusahaan yang tergabung pada Daftar Efek Syariah. Informasi atas perusahaan tersebut bisa kamu lihat pada tiga indeks berikut:

  1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), mencakup 406 saham syariah,
  2. Jakarta Islamic Index (JII), mencakup 30 saham syariah dengan kriteria saham yang paling likuid,
  3. Jakarta Islamic Index 70 (JII 70), mencakup 70 saham syariah dan merupakan saham paling likuid di BEI.

Baca Juga : 6 Jenis Investasi Syariah Online Anti Ribet

Keuntungan Dalam Investasi Saham

Masih ragu untuk investasi saham?

Biar kamu yakin kalau investasi saham benar-benar bisa mengasilkan yuk kita coba hitung-hitungan. Perhatikan ilustrasi berikut ya.

Seorang mahasiswi bernama Ciba ingin mencoba untuk belajar investasi. Atas saran dari teman-temannya ia mencoba untuk berinvestasi di Saham. Sebagai mahasiswi yang paham akan agama ia mencoba untuk berinvestasi di saham syariah. Prinsipnya, “yang penting halal dulu insya Allah untungnya nyusul”.

Setelah memilih beberapa emiten syariah akhirnya ia memutuskan untuk berinvestasi saham di BTPN Syariah.

perkembangan nilai saham BTPS sejak May 2018 hingga 30 Agusutus 2019

Jika kita mengambil data dalam 6 bulan terakhir, kita akan mendapatkan informasi seperti tabel yang ada dibawah :

Ciba mulai berinvestasi pada bulan Maret. Aturan di bursa ketika kamu ingin berinvestasi saham maka kamu harus membeli minimal 1 lot dimana 1 lot tersebut berisi 100 lembar saham. Artinya pada bulan Maret Ciba mengeluarkan uang untuk investasi saham di BTPN Syariah sebesar Rp215.000.

Inget dalam investasi saham kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan dua cara yaitu dengan cara jual beli saham ataupun dengan dividen. Dalam hal ini Ciba mencoba mendapatkan keuntungan dengan cara jual beli saham.

Ia menjual sahamnya pada bulan Agustus dimana ketika itu harga saham adalah Rp3.460 ribu/lembar. Karena Ciba memiliki 1 lot yang senilai dengan 100 lembar saham maka total penjualan sahamnya adalah sebanyak Rp346.000 (100xRp3.460)

Sehingga Ciba mendapatkan capital gain dengan total keuntungan sebesar Rp131.000 (Rp346.000-Rp215.000).

Secara sederhana ilustrasi keuntungan yang didapatkan Ciba tergambar pada tabel berikut:

Belajar Investasi Saham

investasi saham

Kalau kamu ingin belajar saham, kamu tidak perlu kebingungan untuk mencari tempat belajar yang bisa memperkenalkanmu dengan investasi ini.

Kamu bisa belajar baik secara online maupun offline.

Kalau kamu ingin belajar investasi saham secara offline kamu bisa ikut komunitas-komunitas investor saham. Dalam komunitas tersebut biasanya suka diadakan training untuk belajar investasi saham. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) punya Komunitas Investor Syariah yang bisa kamu ikutin untuk bisa belajar investasi saham.

Kamu juga bisa ikut sekolah pasar modal syariah yang biasa diadakan oleh IDX di beberapa tempat. Di sana kamu bisa belajar investasi saham mulai dari sisi fundamental dan juga teknikal.

Selain belajar offline, kamu juga bisa belajar investasi saham secara online. Kamu bisa memanfaatkan media gratisan seperti youtube ataupun belajar kursus online berbayar seperti coursera dan udemy.

Intinya kamu bisa belajar investasi saham dengan mudah dimanapun dan kapanpun. Jadi tidak usah khawatir merasa fakir ilmu tentang investasi saham. Belajar investasi saham dari sekarang akan memperkuat pemahamanmu untuk investasi saham.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula

Alternatif Investasi Saham : P2P Lending Syariah

Jikalau pada akhirnya kamu masih ragu untuk berinvestasi saham atau merasa tidak cukup modal untuk investasi di sana maka kamu bisa memilih alternatif investasi lain dengan modal rendah tetapi menguntungkan dan tentunya halal.

Apa alternatif investasi tersebut?

Kamu bisa memilih P2P Lending Syariah sebagai alternatif investasimu selain saham. Pada P2P Lending Syariah kamu bisa berinvestasi dengan modal minim yaitu 100 ribu. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan bisa mencapai 24%.

P2P Lending Syariah yang menawarkan keuntungan setinggi itu dan modal serendah itu adalah Qazwa. Saat ini Qazwa merupakan P2P Lending Syariah yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional MUI.

Pada akhirnya kalau kamu ingin berinvestasi saham maka mulailah dengan mengenali profil resikomu, bila kamu adalah seorang yang risk taker maka investasi saham bisa menjadi media investasi yang cocok untuk kamu.

Itulah artikel tentang investasi saham yang perlu kamu ketahui, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah khasanah pengetahuanmu tentang ekonomi islam.


Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here