investasi syariah online

Kamu sudah tidak bisa alasan lagi nih malas berinvestasi karena ribet dan mahal. Sekarang, kamu bisa mulai coba investasi syariah online. Bisa dilakukan kapan saja dimana saja dan cocok untuk masyarakat kekinian yang tidak pernah lepas dari internet.

Sekarang bukan lagi zamannya untuk milenial bila tidak berinvestasi. Kamu tahu kan betapa pentingnya investasi? Kamu tahu kalau hidup kita tidak terlepas dari sistem inflasi. Uang yang kita pakai saat ini seiring berkembangnya zaman akan menurun. Contohnya, uang 5000 yang dulu bisa kamu pakai untuk beli 1 mangkok bakso, sekarang? Mana dapat, haha.

Tapi kan banyak investasi yang mengandung riba, gimana tuh?

Nah, jangan khawatir. Saat ini sudah banyak media investasi syariah online yang bisa kamu lakukan sehingga membuat investasimu lebih praktis dan tentunya tidak melanggar syariat. Apa saja investasi syariah online tersebut? Yuk simak enam pilihan investasi syariah online berikut ini.

Yuk simak enam pilihan jenis investasi syariah online berikut.

investasi syariah online saham

1. Saham Syariah

Apa itu saham syariah? Secara sederhana saham syariah adalah saham yang sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan Sunnah. Saham ini menjadi solusi atas keberadaan saham-saham yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Bila merujuk pada definisi OJK, Saham Syariah adalah efek atau surat berharga yang memiliki konsep penyertaan modal dengan hak bagi hasil usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Peraturatan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) pada bab tentang Penerapan Prinsip Syariah Pasar Modal menjelaskan lebih rinci terkait aspek-aspek yang harus sesuai dengan ketentuan syariah diantaranya:

  1. Akad, cara pengelolaan dan kegiatan usaha
  2. Aset yang menjadi landasan akad, cara pengelolaan, kegiatan usaha, dan/atau
  3. Aset yang terkait dengan efek yang dimaksud dan penerbitnya
Baca Juga: Konsep tentang Pasar Modal Syariah dan Saham Syariah.
Landasan Hukum Saham Syariah

Adanya produk saham syariah didasarkan pada fatwa DSN MUI No: 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. Hadirnya fatwa ini dengan pertimbangan pada Al-qur’an dan Hadist. QS. Al-Baqarah: 275 yang artinya, “…….dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…..”. Kemudian pada QS. An-Nisa: 29 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu“.

Lalu pada hadist Nabi SAW bersabda, “Rasulullah SAW melarang jual beli (yang mengandung) gharar” (HR. Al Baihaqi dari Ibnu Umar). Ketidakjelasan dalam melakukan jual beli dilarang dalam Islam. Hadist ini Selain itu, Nabi SAW bersabda, “Rasulullah SAW melarang (untuk) melakukan penawaran palsu“.

Rujukan lainnya adalah pendapat ulama salah satunya Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Fiqh Al Islami Wa Adilatuhu yaitu:

Bermuamalah dengan (melakukan kegiatan transaksi atas) saham hukumnya boleh, karena pemilik saham adalah mitra dalam perseroan sesuai dengan saham yang dimilikinya

Selain itu pendapat ulama lain yang mengatakan bahwa transaksi saham termasuk dalam kategori mubah yaitu Dr. Muhammad Abdul Ghaffar al-Syarif yang mengungkapkan, “Ber-muhasamah (saling bersaham) dan bersyarikah dalam perusahaan tersebut serta menjual belikan sahamnya, jika perusahaan itu dikenal serta tidak mengandung ketidakpastian dan ketidakjelasan yang signifikan maka hukumnya boleh

Kelebihan Saham Syariah

Salah satu kelebihan saham syariah dibandingkan media investasi saham online lainnya adalah returnnya yang terhitung lebih besar. Selain itu kamu setidaknya mendapatkan dua keuntungan yaitu kamu mendapatkan deviden ketika perusahaan yang kamu tanamkan sahamnya mendapatkan keuntungan dan juga kamu juga bisa mendapatkan capital gain ketika nilai saham perusahaanmu naik dan kamu berniat untuk menjualnya. Apa itu capital gain? Sederhananya, capital gain adalah kondisi dimana nilai saham ketika kamu akan jual lebih tinggi dibandingkan ketika kamu beli.

Meskipun memiliki keuntungan yang lumayan, saham syariah juga memiliki resiko yaitu ketika nilai sahammu turun sehingga mengakibatkan capital loss. Hal lain yang dapat terjadi adalah ketika perusahaan yang kamu tanamkan saham di sana mengalami kinerja yang buruk bahkan bangkrut sehingga merugikanmu sebagai salah satu investornya.

Skema Investasi Syariah Online dengan Saham

Misal kamu adalah seorang pekerja yang ingin mencoba berinvestasi. Kemudian kamu membeli saham di salah satu perusahaan yang terdaftar di JII (Jakarta Islamic Index) sebut saja perusahaan A. Kamu menanamkan saham sebesar Rp1.000.000 pada perusahaan A dengan harga saham saat itu Rp100/lembar saham. Artinya kamu bisa mendapatkan 10.000 lembar saham. Pada tahun berikutnya sebelum tutup buku, perusahaan telah mengeluarkan 1.000.000 lembar saham dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp100.000.000. Dari keuntungan tersebut, proporsi untuk dibagikan sebagai deviden adalah 40%. Maka porsi untuk dibagikan ke deviden adalah Rp40.000.000. Lalu berapa deviden yang bisa kamu dapatkan? Hitungannya adalah jumlah deviden dibagi jumlah saham beredar (40.000.000/1.000.000=Rp40/saham) karena kamu memiliki 10.000 lembar saham maka kamu akan mendapatkan deviden sebesar Rp400.000.

investasi syariah online deposito

2. Deposito Syariah

Produk investasi syariah online yang satu ini adalah salah satu instrumen yang dimiliki oleh bank syariah, dimana kita menaruh sejumlah uang dan tidak bisa mengambilnya dalam beberapa bulan. Ini bisa menjadi alternatif investasi syariah online karena kita kebanyakan bank syariah sudah memiliki internet banking ataupun mobile banking.

Pada kebanyakan internet banking dan mobile banking, sudah ada opsi untuk membuka akun deposito. Kamu tidak perlu datang kecabang lagi untuk membuka rekening deposito syariahmu. Untuk membuka rekening deposito syariah kita membutuhkan sejumlah uang, bisa dari Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000. Masa deposit pun berkisar 1 – 36 Bulan, tergantung preferensi kamu.

Baca Juga: Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
Landasan Hukum Deposito Syariah

Produk deposito syariah dihadirkan berdasarkan landasan hukum yang telah dikeluarkan oleh DSN MUI yaitu pada fatwa No: 03/DSN-MUI/XII/2000 tentang deposito. Dasar MUI mengeluarkan fatwa tersebut dikarenakan salah satu pertimbangan yaitu bahwa masyarakat perlu untuk meningkatkan kesejahteraan yang dapat diperoleh salah satunya dengan investasi. Media investasi syariah online tersebut dapat dilakukan melalui perbankan. Salah satu produk perbankan yang mengakomodir hal tersebut terdapat di bidang penghimpunan dana dari masyarakat yaitu deposito. Dalam hal ini, deposito diartikan sebagai simpanan dana berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Salah satu rujukan penetapan hukum tersebut adalah hadist Nabi SAW, “Abbas bin Abdul Muthallib jika menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada mudharib-nya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (mudharib) harus menanggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu didengar Rasulullah, beliau membenarkannya” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas)

Kelebihan Deposito Syariah

Lain halnya dengan saham syariah yang mana kamu perlu menanggung resiko yang besar bila terjadi sesuatu pada perusahaan. Di deposito syariah, resiko yang kamu tanggung lebih kecil. Karena bank pada dasarnya akan mengusahakan investasimu di tabungan depositomu agar pada periode yang sudah disepakati kamu mendapatkan return yang juga telah disepakati.

Skema Investasi Syariah Online dengan Deposito

Katakanlah terdapat seorang mahasiswa tingkat akhir bernama Rois. Ia ingin menabung sekaligus belajar berinvestasi. Karena ia sudah paham akan pentingnya menggunakan bank syariah. Maka ia memutuskan untuk mencoba menggunakan produk investasi dari bank syariah. Dari beberapa produk investasi syariah online yang ditawarkan oleh bank syariah akhirnya ia memilih produk deposito berjangka. Ia memilih produk deposito yang memiliki jangka waktu 36 bulan. Artinya selama 36 bulan uang yang ia depositkan tidak boleh diambil. Akad yang digunakan pada produk deposito tersebut adalah mudharabah. Nisbah bagi hasil yang telah disepakati adalah 40% untuk Rois dan 60% untuk bank. Rois memberikan uang untuk deposito sebesar Rp1.000.000. Pada akhir periode ternyata bank mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000.000. Maka dari keuntungan tersebut Rois akan mendapatkan bagian sebesar Rp4.000.000 (40%x10.000.000) dan bank mendapatkan bagian sebesar Rp6.000.000 (60%x10.000.000).

Baca Juga: Deposito Syariah dan Praktiknya di Perbankan
investasi syariah online reksadana

3. Reksadana Syariah

Secara sederhana, reksadana syariah adalah bentuk penyertaan modal yang dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian disalurkan kepada perusahaan yang dalam prosesnya sesuai dengan ketentuan syariah. Pada saat ini, reksadana syariah memberikan kemudahan dalam berinvestasi yaitu dengan hadirnya platform online yang dapat digunakan oleh semua orang yang ingin berinvestasi reksadana syariah.

Sama halnya dengan deposito syariah, reksadana syariah secara online tentu lebih praktis untuk dipraktikkan. Kamu tidak perlu susah payah mendatangi Manajer Investasi (MI). Disamping itu, kamu bisa memantau update informasi yang lebih cepat dengan internet. Reksadana syariah secara online misalnya Simas Syariah (saham), MNC Dana Syariah (pendapatan tetap),  dan Bahana Likuid Syariah (pasar uang).

Landasan Hukum Reksadana Syariah

Produk reksadana syariah dilandasi pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No: 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksnaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah. Fatwa tersebut dikeluarkan atas pertimbangan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan aktifitas ekonomi (muamalah) dengan cara yang benar dan baik, serta melarang penimbunan barang, atau membiarkan harta (uang) tidak produktif, sehingga aktifitas ekonomi yang dilakukan dapat meningkatkan ekonomi umat. Salah satu bentuk muamalah kontemporer adalah Reksa Dana. Melihat bahwa reksadana memiliki sistem yang hampir sama dengan saham yang berlandaskan bagi hasil dan merujuk pada kaidah asal muamalah yaitu setiap muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya.

Baca Juga: Produk Wadiah dalam Perbankan Syariah.
Kelebihan Reksadana Syariah

Untuk bisa berinvestasi di reksadana syariah, kamu tidak perlu memerlukan modal yang besar sebagaimana bila kamu berinvestasi di saham syariah. Cukup dengan Rp100 ribu kamu sudah bisa berinvestasi di reksadana syariah. Selain itu, kamu tidak perlu berpikir akan resiko yang muncul, meskipun resiko pasti ada tetapi itu dapat diminimalisir karena adanya manajer investasi yang akan mengelola uang yang kamu investasikan. Bila kamu memilih reksadana syariah sebagai media untuk berinvestasi maka si manajer investasi akan mengarahkan investasi kamu kepada perusahaan yang sudah sesuai dengan ketentuan syariah.

Skema Investasi Syariah Online dengan Reksadana

Sarah adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan BUMN. Penghasilannya mencapai 10 juta. Melihat besarnya peluang untuk berinvestasi maka ia mencoba untuk berinvestasi. Ia memilih untuk berinvestasi di rekasadana syariah. Dengan penghasilannya tersebut, Sarah berkomitmen untuk berinvestasi 1 juta di setiap tanggal 10 di seitap bulan. Contoh pada 10 Juni, Sarah berinvestasi sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal tersebut harga Nilai Aset Bersih (NAB) reksa dana ABCD adalah Rp991,47. Maka Sarah mendapatkan unit penyertaan sebanyak: Rp1.000.000 / Rp991,47 = 1.008.60. Untuk menghitung reksadana hal-hal yang harus dilakukan diantara lain,

  1. Hitung jumlah unit penyertaan x harga terkini reksadana
  2. Kurangkan hasil perhitungan pada langkah pertama dengan modal investasi. Jika hasil pengurangan memberikan hasil positif maka Sarah mendapatkan untung. Sebaliknya jika hasil pengurangan memberikan hasil negatif maka artinya Sarah rugi.

Jika pada tanggal 10 Juni, harga NAB/Unit adalah Rp1.100,48 / unit penyertaan, maka keuntungan Sarah dimulai dengan menghitung perkalian jumlah unit penyertaan dengan harga terkini reksadana 1.008,60 unit x Rp1.100,48 = Rp1.109.944. Dari hasil tersebut dikurangkan hasil perhitungan pertama dengan modal investasi sehingga hasil keuntungan Sarah adalah Rp109.944 (Rp1.109.944 – Rp1.000.000).

investasi syariah online p2p lending

4. P2P Lending Syariah

P2P lending yang dikenal juga dengan konsep memberikan atau mengajukan pinjaman memang mayoritas dikembangkan oleh fintech-fintech syariah. Namun, dalam prinsip syariah tidak ada konsep pinjam meminjam. Karena konsep pinjam meminjam yang kemudian mengambil manfaat atasnya berupa keuntungan maka itu termasuk riba. Fasilitas yang diberikan oleh fintech syariah adalah pembiayaan yang berbentuk jual beli (murabahah) dan akad kerjasama bisnis (mudharabah). Konsep P2P Lending adalah mempertemukan antara pihak yang punya modal dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan.  Masyarakat dapat berperan aktif sebagai investor yang akan memberikan pembiayaan atau sebagai UMKM yang dapat mengajukan pembiayaan atas usahanya. P2P lending syariah sudah banyak berkembang di Indonesia salah satunya adalah Qazwa.

Baca Juga: Apakah P2P Lending Halal?
Landasan Hukum P2P Lending Syariah

Produk P2P Lending Syariah dilandasi pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Nomor 117/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Hal ini juga dilandasi oleh pendapat dari Dr. Wahbah Zuhaili yang mengatakan,

“Yang dimaksud dengan satu majelis dalam setiap akad seperti yang telah kami jelaskan bukanlah keberadaan kedua pihak yang bertransaksi dalam satu tempat. Sebab terkadang tempat kedua pihak itu berbeda ketika ada perantara yang menghubungkan keduanya. Seperti transaksi via telepon, radiogram atau via surat”

Kelebihan Produk P2P Lending Syariah

Salah satu kelebihan dari penggunaan produk P2P Lending Syariah adalah kemudahan dalam bertransaksi khususnya buat kamu yang hendak membutuhkan pembiayaan. P2P Lending Syariah biasanya tidak mensyaratkan hal yang rumit apabila kamu ingin mengajukan pembiayaan. Umumnya, kamu juga mudah untuk mendapatkan pembiayaan dalam jangka waktu yang cepat karena perusahaan P2P Lending Syariah akan memasifkan kebutuhan pembiayaanmu dengan strategi pemasaran mereka.

Buat kamu yang menjadi investor atau pihak yang memberikan pembiayaan jangan khawatir bila pembiayaan yang kamu investasikan menjadi macet. Karena perusahaan P2P Lending Syariah akna melakukan pengawasan yang ketat agar pihak yang dibiayai bisa lancar menyelesaikan pembiayaannya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Akad dalam P2P Lending

Skema Investasi Syariah Online dengan P2P Lending

Misal ada seorang mahasiswa yang ingin mencoba untuk berinvestasi sebut saja namanya Yudhis. Ia mencoba untuk menggunakan salah satu platform investasi syariah online yaitu P2P Lending Syariah. Ketika ia membuka platform tersebut, ia memilih salah satu pihak yang akan ia biayai yaitu si Ari yang membutuhkan uang untuk pembelian pakan yang diperuntukan untuk usaha peternakan ayamnya. Saat itu biaya yang dibutuhkan adalah Rp800.000. Akhirnya, Yudhis berinvestasi untuk membiayai kebutuhan usaha si Ari sebesar Rp800.000. Uang Rp800.000 tersebut digunakan oleh pihak P2P Lending Syariah untuk kemudian dibelikan pakan yang dibutuhkan dan dijual kepada Ari dengan ditambah margin Rp200.000 sehingga total menjadi Rp1.000.000 dan dibayar secara cicil. Kesepakatan tempo cicilan adalah 10 bulan sehingga setiap bulan Ari harus mencicil sebesar 1 juta rupiah.

Sehingga pada bulan ke-10 ketika cicilan tersebut lunas, margin Rp200.000 yang sudah didapatkan kemudian dibagikan porsinya untuk Yudhis. Kesepakatan porsi antara pihak perusahaan dengan Yudhis adalah 20% dan 80%. Sehingga Yudhis pada bulan ke-10 akan mendapatkannya uangnya kembali sebesar Rp800.000 ditambah uang hasil keuntungan investasinya sebesar Rp160.000 (80% x Rp200.000) sehingga total uang yang diterima Yudhis adalah sebesar Rp960.000.

investasi syariah online sukuk tabungan

5. Sukuk Tabungan

Kementerian Keuangan sendiri baru saja meluncurkan ST-003 secara online pada Februari lalu. Sukuk atau obligasi syariah memang mempunyai keuntungan berupa kemudahan akses transaksi melalui sistem elektronik atau online.

Dengan sukuk, kamu bisa mulai investasi syariah online tanpa mahal dan halal menurut MUI serta UU. Kamu bisa memulai berinvestasi di Sukuk Tabungan negara mulai dari Rp 1.000.000. Untuk mendapatkannya kamu bisa mengakses website website yang ditunjuk langsung untuk menjadi mitra distribusi sukuk tabungan.

Landasan Hukum Sukuk Tabungan

Produk Sukuk Tabungan dilandasi pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No: 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Salah satu rujukan atas penetapan fatwa tersebut adalah pendapat ulama yang mengatakan,

Imam (kepala negara, pemegang otoritas) boleh melakukan kebijakan terhadap kekayaan negara untuk hal-hal yang dipandangnya mengandung maslahat bagi mereka (warga negara); di antara kemaslahatan tersebut adalah menjual sebagian kekayaan baitul maal (perbendaharaan negara) guna menghimpun dana yang cukup untuk membiayai kemaslahatan dan kebutuhan umum mereka”.

Baca Juga : Mengenal Sukuk lebih dalam
Kelebihan Sukuk Tabungan

Salah satu kelebihan dari sukuk tabungan adalah keamanan akan resiko kerugian. Hal tersebut dikarenakan sukuk tabungan memiliki jaminan yang tinggi oleh negara. Selain itu, imbal hasil yang ditawarkan juga cukup menarik. Pada awal tahun 2019, pemerintah mengeluarkan sukuk tabungan dengan imbal hasil sebesar 8,15%. Imbalan ini sangat kompetitif bahkan lebih besar dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito di BUMN. Kamu juga bisa merasakan imbalan dari sukuk setiap bulan. Kemenekeu menyebutkan bahwa imbal hasil dapat diterima tanggal 10 setiap bulannya.

Skema Investasi Syariah Online dengan Sukuk

Misalkan seorang investor bernama Rowi membeli sukuk tabungan sebanyak 1 unit, yaitu Rp1 juta. Imbalan yang diterima Rowi per tahun adalah minimal Rp83.000.

Bila dibagi secara bulanan, imbalan yang diterima Rowi adalah sekitar Rp6.916. Kemudian angka tersebut dikurangi pajak sebesar 15 persen atau setara Rp1.037. Maka, imbalan bersih per bulan yang diterima Rowi adalah Rp5.879.

investasi syariah online emas

6. Emas Online

Berbeda dari jenis investasi syariah online sebelumnya, investasi yang satu ini langsung pada suatu benda riil yaitu emas. Investasi emas memang sudah mulai diminati terutama oleh kalangan milenials. Saking tingginya peminat yang ingin melakukan investasi emas, saat ini sudah banyak perusahaan/ startup yang mengakomodir investasi emas tersebut dengan cara menyediakan platform investasi/jual beli emas secara online. Beberapa platform investasi emas online diantaranya, Tamasia, Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, Bukalapak Bukaemas dan Emas Digi.

Landasan Hukum Investasi Emas

Produk investasi emas/jual beli emas dimunculkan atas landasan hukum dari fatwa Dewan Syariah Nasional No: 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai.

Meskipun banyak pertentangan terkait fatwa tersebut, karena pendapat mayoritas ulama mengatakan tidak diperbolehkan jual beli emas secara tidak tunai. Hal tersebut disebabkan emas dianggap sebagai tsaman (mata uang). Namun, di Indonesia emas tidak dianggap sebagai mata uang melainkan sebagai komoditas sehingga tidak masalah untuk melakukan jual beli emas secara tidak tunai.

Baca Juga: Dosa Riba dalam Islam
Kelebihan Investasi Emas

Investasi terhadap emas memiiki kelebihan/keuntungan dibandingkan investasi lainnya. Diantara kelebihannya, yaitu :

  1. Minim Resiko, karena pergerakan emas cenderung statis itulah kenapa emas lebih dikenal fungsinya sebagai pelindung nilai.
  2. Mudah dicairkan, dibandingkan investasi syariah online lainnya, emas lebih likuid karena mudah dicairkan menjadi uang tunai.
  3. Bisa dijadikan jaminan, selain sebagai media investasi yang memberikan keuntungan, emas juga bisa dijadikan jaminan jikalau kamu ingin mengajukan peminjaman.
Skema Investasi Syariah Online dengan Emas

Misal, emas saat ini seharga Rp500 ribu/gram. Si Aghnia yang ingin mencoba berinvestasi ingin berinvestasi dalam bentuk emas. Saat itu ia memiliki uang Rp1 juta. Akhirnya Aghnia memutuskan untuk membeli 2 gram emas. Ia membeli emas tersebut dengan cara online melalui sebuah aplikasi. Pada tahun tersebut ternyata harga emas naik menjadi Rp550 ribu/gram. Pada tahun tersebut akhirnya Aghnia menjual emas yang sudah ia beli. Hasil penjualan emas tersebut adalah Rp1,1 juta. Dengan demikian, Aghnia telah mendapatkan keuntungan dari Investasi Emas sebesar Rp100 ribu.

Nah, ternyata investasi saat ini menjadi sederhana, aman, dan cepat. Tidak ada alasan lagi deh untuk malas atau takut berinvestasi.


Dari keenam investasi syariah online itu, kira-kira kamu pilih yang mana nih? kalau boleh saran sih, kamu bisa mulai mencoba dengan berinvestasi melalui P2P Lending Syariah, Karena jenis investasi yang satu ini lagi digandrungi sama anak milenials nih. Menguntungkan dan tentunya sesuai syariah, jadi berkah akhirat, duniapun dapat. Kamu bisa mulai mencoba investasi di Qazwa. Insya Allah dari situ kamu bisa belajar investasi sesuai syariah.


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.


2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here