investasi

Fenomena inflasi yang tinggi yaitu keadaan dimana harga-harga naik secara umum membuat banyak orang mulai mencari alternatif untuk menjaga kekayaannya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan investasi.

Habit untuk berinvestasi harus sudah ditanamkan sejak muda. Apalagi sudah banyak instrumen yang bisa dipilih. Instrumen-instrumen tersebut biasanya dibedakan berdasarkan tingkat risikonya. Ada yang tingkat risikonya rendah maupun yang risikonya tinggi. Hal ini sejalan dengan prinsip investasi yaitu high risk high return yang mana semakin tinggi risiko yang akan ditanggung maka semakin tinggi kemungkinan keuntungan yang akan didapat. Namun, sebelum dibahas lebih lanjut mari ketahui dulu yuk apa itu investasi.

Pengertian Investasi

Definisi sederhananya adalah aktivitas menahan uang yang awalnya bisa digunakan untuk konsumsi tetapi diarahkan untuk kegiatan produksi.

Jadi, kalau kamu sekarang memiliki sekumpulan dana di dompet atau rekeningmu. Sebenarnya kamu punya opsi untuk menggunakan kumpulan uangmu itu untuk konsumsi. Tetapi kamu akhirnya menggunakan uangmu untuk aktivitas produktif. Tujuannya apa?

Tujuannya adalah agar dari kegiatan produktif itu bisa mendatangkan keuntunganmu untukmu. Sehingga uang yang kamu keluarkan tidak lenyap begitu saja sebagaimana bila kamu gunakan untuk konsumsi melainkan uang kamu akan bertambah. Menarik, kan?

Investasi

Alasan Berinvestasi

Sebuah aktivitas tentunya harus dilandasi dengan alasan yang jelas termasuk dalam berinvestasi. Ada beberapa alasan kenapa orang mau berinvestasi, apa saja alasan tersebut.

1.Mengembangkan Kekayaan

Alasan utama adalah menciptakan kekayaan. Ini adalah hal yang wajar karena ini akan menuntut kamu untuk mengambil risiko, nah kompensasi atas risiko tersebut adalah kekayaan yang akan kamu dapat. Untuk membuat aktivitas ini mampu mengembangkan kekayaan untukmu maka kamu harus memilih instrumen yang tepat. Tidak bisa asal pilih, karena salah pilih instrumen bukan malah membuat dirimu untung malah membuatmu buntung. Sayang kan uang yang sudah dikorbankan untuk tidak dikonsumsi malah tidak menghasilkan apa-apa.

2. Melawan Inflasi

Inflasi adalah sebuah keadaan dimana terjai kenaikan harga secara umum untuk segala produk. Inflasi ini menyebabkan nilai mata uang menjadi menurun. Gampangnya, yang awalnya kita beli bakso Rp10.000 bisa dapat satu mangkok bila terjadi inflasi maka bisa jadi Rp10.000 cma bsa dapat setengah mangkok (maksudnya isi baksonya cuma setengah dari mangkok bukan mangkoknya yang setengah hehe).

Melihat keadaan tersebut, maka berinvestasi menjadi alasan yang wajar untuk dilakukan. Dengan melakukan investasi, kamu akan lebih mudah mendapati uangmu dengan nilai yang tidak akan turun tergerus oleh inflasi. Misal, bila kamu menginvestasikan uangmu dengan produk emas, maka ketika terjadi inflasi harga emas akan mengikuti inflasi sehingga uangmu akan tetap stabil.

3. Untuk Perkembangan Bisnis

Sebuah investasi seringkali digunakan untuk mengembangkan sebuah bisnis. Dengan adanya investasi akan terjadi perputaran modal dalam sebuah bisnis sehingga ia bisa terus berkembang bahkan berkespansi.

Nah alasan investasi yang satu ini biasanya digunakan oleh mereka yang memang memiliki passion di dunia bisnis namun ia tidak memiliki waktu untuk mengelolanya. Akhirnya diputuskan untuk menginvestasikan uangnya di bisnis orang lain dengan harapan agar bisnisnya bisa berkembang dan investor mendapatkan bagi hasil dari bisnis tersebut.

Baca Juga: Bisnismu tidak layak? Mungkin ini sebabnya!

4.Membiayai Kebutuhan Keluarga

Dengan melakukan investasi, kamu tidak perlu harap-harap cemas dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Karena sebenarnya kamu telah menyimpan kekayaanmu untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga di masa depan. Selain itu, dana investasi bisa menjadi dana cadanganmu bilamana dibutuhkan dalam keadaan darurat semisal ada yang sakit atau biaya-biaya tak terduga lainnya.

5. Biaya Pendidikan

Kebutuhan akan pendidikan sudah pasti menjadi prioritas di banyak keluarga. Karena itulah salah satu cara untuk membuat sebuah keluarga lebih terjamin masa depannya. Melihat bahwa terjadi trend kenaikan pendidikan maka melakukan investasi menjadi penting. Coba banyangkan ketika kamu sekarang punya anak yang masih bayi dengan gajimu yang sekarang. Kemudian 7 tahun kemudian kamu harus sekolahkan anakmu dengan biaya pendidikan yang sudah naik sedangkan gajimu segitu-gitu aja. Tentunya ini akan menjadi berat untukmu. Hal tersebut bisa diatasi bila kamu sudah mulai untuk berinvestasi. Dengan berinvestasi hartamu akan terjaga dan naiknya biaya pendidikan sudah bukan menjadi kendala untukmu.

6. Dana Pensiun

Alasan berikutnya adalah untuk mempersiapkan dana pensiun. Karena uang yang dimiliki diputarkan untuk kemudian menghasilkan kekayaan, maka kekayaan tersebut dapat dijadikan cadangan dana untuk bisa digunakan kembali tatkala kamu sudah pensiun. Sehingga kamu meskipun tidak terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), kamu tidak perlu khawatir tidak mendapatkan dana pensiun.

Baca Juga: Inilah Langkah Tepat Menghadapi Pensiun Dini dan Pensiun Reguler

7. Kemudahan Berinvestasi

Alasan selanjutnya adalah karena aktivitas ini sangat mudah. Terlebih saat ini sudah banyak instrumen yang ditawarkan dan bisa digunakan dengan mudah. Salah satunya P2P Lending. Kemudahannya terlihat dari hadirnya website dan aplikasi yang menyediakan fitur yang mudah dipahami dan digunakan.

8. Menciptakan Sumber Keuangan Baru

Kalau kamu hanya bekerja maka sumber keuanganmu hanya berasal dari gaji yang kamu terima setiap bulan. Jikalau kamu pengusaha maka sumber keuanganmu hanya berasal dari profit yang kamu dapatkan dengan keadaan yang mungkin saja naik turun. Menggantungkan diri pada satu pendapatan tentu bukanlah hal yang bijak. Perlu adanya pemasukan baru yang bisa menopang kehidupanmu. Paling tidak kamu bisa mendapatkan dua seumber pemasukan. Dan pemasukan tersebut bisa kamu peroleh dengan melakukan investasi.

9. Sifatnya Jangka Panjang

Selain menjadi sumber keuangan yang baru, aktivitas ini bersifat jangka panjang. Hal ini akan membuatmu lebih aman secara keuangan dan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat mendadak dapat lebih mudah teratasi

10. Passive Income

Pernah mendengar kata, “biarkan uang bekerja untukmu”? atau kalimat “bisnis jalan owner jalan-jalan”?. Kedua kalimat tersebut seringkali dilontarkan bagi mereka yang ingin hidup santai setelah bekerja keras dan menikmati hasil kerja kerasnya dengan merasakan passive income. Apa itu?

Passive income adalah keadaan dimana kamu bisa bersantai ria dan uang mengalir masuk ke rekeningmu. Tentu keadaan ini amat didambakan oleh banyak orang. Nah, salah satu cara untuk meraihnya adalah dengan berinvestasi.

Investasi

Jenis-Jenis Instrumen Investasi

Setelah membahas alasan-alasan dalam berinvestasi, sekarang waktunya untuk membedah apa aja sih instrumen-instrumennya.

1. Emas

Instrumen yang satu ini terkenal aman dan menguntungkan dalam jangka panjang. Nilainya yang stabil bahkan cenderung naik menjadi idaman para investor untuk menanamkan fresh money-nya dalam bentuk emas. Logam mulia yang satu ini bisa didapatkan dimana aja seperti di pegadaian, bank syariah dan tempat penjualan emas. Kalau kamu adalah tipe investor yang tidak berani mengambil risiko maka emas bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Emas dari Cara Beli hingga Hitung Keuntungan

2. Deposito

Kamu akan mendapati instrumen ini di berbagai macam perbankan. Kalau kamu mengunjungi bank syariah maka deposito akan menjadi instrumen investasi yang akan mereka tawarkan. Kamu akan menanamkan sejumlah uang di instrumen ini dalam jangka waktu yang bisa kamu pilihan. Variasi jangka waktu deposito berkisar 3 bulan sampai 10 tahun. Dalam jangka waktu yang ada kamu akan ditawarkan return dengan nilai yang berbeda-beda. Umumnya, semakin lama jangka waktu yang kamu ambil maka semakin tinggi return yang akan kamu dapatkan.

Baca Juga: Deposito Syariah dan Praktiknya di Perbankan

3. Properti

Instrumen yang satu ini, secara kebutuhan modal jauh lebih besar dibandingkan yang lainnya. Untuk memiliki sebuah properti maka kamu bisa merogoh kocek hingga ratusan juta. Namun, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Hal tersebut dikarenakan harga properti memiliki kecendrungan untuk naik terus. Faktor penyebabnya adalah peningkatan jumlah manusia yang tinggi yang tidak akan bisa terakomodir kebutuhan tempat tinggalnya dengan properti yang tersedia, alhasil karena keterbatasan supply harga properti menjadi kian mahal dari tahun ke tahun. Jadi, kalau kamu berniat untuk memilih instrumen ini maka kamu harus berinvestasi di instrumen ini dari sekarang.

Baca Juga: Panduan Lengkap Properti untuk Pemula

4. Saham

Instrumen ini seringkali menjadi top of mind dalam investasi. Saham adalah bentuk penyertaan dana/modal kepada sebuah perusahaan yang imbal baliknya adalah adanya kepemilikan atas perusahaan tersebut. Keuntungan dari saham dapat diperoleh melalui jual beli saham ataupun dividen yaitu keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemilik saham. Besaran keuntungan tersebut didasarkan jumlah kepemilikan modal yang disertakan oleh investor tersebut.

Baca Juga: Panduan Saham untuk Pemula

5. Reksadana

Kalau instrumen yang satu ini tidak akan membuatmu pusing dalam menentukan pilihan investasi. Karena kamu tinggal menyerahkan uangmu ke Manajer Investasi (MI), kemudian MI lah yang akan mengarahkan uangmu untuk diletakkan ke beberapa instrumen seperti saham, surat utang dan sebagainya. Mudah, kan?

Baca Juga: Panduan Lengkap Reksadana untuk Pemula

6. Sukuk

Ini merupakan instrumen investasi syariah yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Sukuk adalah bentuk penyertaan modal untuk memiliki sebuah proyek atau underlying asset. Keuntungan dari proyek yang sedang dijalankan tersebut akan kemudian dibagikan oleh para pemegang sukuk.

Baca Juga: Mengenal Sukuk Lebih Dalam

Investasi

Alternatif Investasi: P2P Lending Syariah

Selain keenam instrumen tersebut, ada instrumen lainnya nih yaitu P2P Lending Syariah. Instrumen ini sedang happening di kalangan anak muda. Kelancaran bertransaksi dan kemudahan dalam mempelajari skemanya menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih ada beberapa P2P Lending Syariah yang memiliki misi sosial. Salah satu P2P Lending Syariah yang ada di Indonesia adalah Qazwa.

P2P Lending Syariah yang satu ini memiliki skema yang bertujuan menghubungkan antara investor dengan UMKM. Sistem syariah yang dibangun membuat kamu tentunya tidak perlu khawatir tentang kehalalan investasi yang kamu tanamkan. Terlebih Qazwa telah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kemudian masalah keamanan, P2P Lending Syariah ini telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi, kamu tidak usah takut dan khawatir karena dengan begitu Qazwa tidak tergolong investasi bodong.

Untuk bisa berinvestasi di Qazwa kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu besar. Bahkan kocek yang kamu keluarkan setara kalau kamu membeli indomie 2 bungkus, yaitu senilai Rp5.000. Murah banget, kan?. Terlebih keuntunganmu yang bisa kamu dapat bisa mencapai 24%/tahun.

Lalu, bagaimana mekanismenya?

  1. Kamu kunjungi website di Qazwa.id kemudian klik daftar untuk memiliki akun di Qazwa.

2. Masukan biodata kamu berupa nama lengkap, email, nomor ponsel dan password.

3. Selanjutnya kamu akan diminta untuk memverikasi akunmu melalui email yang sudah kamu masukkan ketika membuat akun.

4. Lengkapi data dirimu dengan melampirkan bukti berupa scan KTP, alamat tempat tinggal, pekerjaan, foto diri, serta tanda tanganmu.

5. Setelah itu, tim Qazwa akan memverifikasi kembali akunmu dalam waktu 1×24 jam lalu bila sudah terverif maka kamu sudah bisa memulai investasi dengan memilih proyek pembiayaan yang tersedia dan terlihat pada halaman beranda di web Qazwa.id

Kesimpulan

Itulah semua panduan lengkap terkait investasi. Semoga dengan membaca artikel ini kamu lebih bisa memantapkan diri untuk berinvestasi. Bila kamu adalah orang yang ingin mencoba investasi dengan modal yang minim, keuntungan yang tinggi dan mendapatkan keberkahan karena kehalalannya maka Qazwa.id sangat tepat untuk kamu pilih. Bayangkan saja, cukup Rp5.000 kamu sudah bisa mulai menanamkan uangmu untuk kemudian dapat memberikan penghasilan tambahan untukmu. Menarik, bukan?

Jika kamu tertarik dengan konten keuangan seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here