Jenis Jenis Akad Syariah Bebas Riba dalam P2P Lending Syariah

0
4369
akad dalam p2p lending

Jika ingin membahas jenis jenis akad dalam P2P Lending, maka sebelumnya kita perlu membahas dahulu apa saja model pembiayaan syariah.

Model Pembiayaan Berbasis Teknologi

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No: 1 17/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah, terdapat 6 model pembiayaan berbasis teknologi, yaitu sebagai berikut :

1.      Anjak Piutang (Factoring)

Pembiayaan dalam bentuk jasa pengurusan penagihan hutang piutang berdasarkan bukti tagihan (invoice).

2.       Pengadaan barang pesanan pihak ketiga (Purchase Order)

Pembiayaan yang  diberikan kepada pelaku usaha yang telah memperoleh perintah kerja  pengadaan barang dari pihak ketiga.

3.       Online Seller

Pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha yang melakukan transaksi jual beli online  pada penyedia layanan perdagangan berbasis teknologi informasi.

4.   Payment Gateway

Pembiayaan yang diberikan  kepada pelaku usaha (seller) yang aktif berjualan secara online melalui saluran distribusi  (channel distribution) yang dikelolanya sendiri dan pembayarannya dilakukan melalui penyedia  jasa otorisasi pembayaran secara online (payment gateway) yang bekerjasama dengan pihak  Penyelenggara. 

5.       Pegawai (Employee)

Pembiayaan yang diberikan kepada pegawai yang  membutuhkan pembiayaan konsumtif dengan skema kerjasama potong gaji melalui Institusi  pemberi kerja.

6.       Komunitas

Pembiayaan yang diberikan kepada  anggota Komunitas yangmembutuhkan pembiayaan, dengan skema pembayarannya  dikoordinasikan melalui Koordinator/Pengurus Komunitas

Baca Artikel Lainnya : Apa Itu P2P Syariah ?
Akad dalam P2P Lending
1. Qardh

Akad Qardh ini adalah konsep dimana seorang peminjam mendapatkan dana yang dana tersebut harus dikembalikan lagi kepada pemberi pembiayaan atau Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Secara sederhana, Qardh ini maksudnya pemberian pinjaman uang yang harus dikembalikan pada waktu tertentu yang sudah disepakati bersama sebesar jumlah pokok pinjaman tersebut.

Contoh :

Penyelenggara (dalam kasus ini maksudnya Fintech Syariah) menjadi wakil dari pemberi pinjaman dapat memberikan dana talangan dengan akad Qardh kepada si peminjam.

 Model yang menggunakan akad qardh :

·         Factoring antara penerima dana dengan Fintech

2. Wakalah bil Ujrah

Akad dimana seseorang dapat memberikan kuasa kepada pihak lain untuk melakukan suatu tindakan dengan atas nama si pemberi kuasa. Seseorang tersebut nantinya akan mendapat imbalan berupa upah atau bisa disebut ujrah. Jadi, sama dengan suatu pihak meminta tolong pihak lain untuk melakukan suatu tindakan yang nantinya akan mendapat bayaran.

Contoh :

Penyelenggara atau Fintech Syariah melakukan akad wakalah bil al-ujrah dengan penerima untuk penagihan utang dan dengan peminjam untuk penagihan piutang. Sehingga penyelenggara sebagai perpanjangan tangan dari pemberi dana untuk menagihkan dana yang telah dipinjam oleh si peminjam.

Biasanya digunakan untuk salah satu model berikut :

·         Factoring antara penerima dana dengan Fintech maupun antara pemberi dana dengan Fintech

·         PO, Online Seller, Paymet Gateway, Employee, atau Komunitas antara Fintech dengan pemberi dana

3. Murabahah

Akad jual beli antara peminjam dan pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman akan membelikan suatu barang yang diperlukan untuk kemudian dijual kepada peminjam. Pemberi pinjaman disini akan membeli barang secara tunai, sedangkan peminjam akan membeli barang dari pemberi pinjaman lalu membayarnya dengan cara mencicil dan dengan tambahan keuntung (marjin) yang telah disepakati. Akad ini berguna untuk pembiayaan personal peminjam yang tidak memiliki uang secara kontan.

Contoh :

Yusuf meminta bantuan kepada Fintech untuk membelikan barang X. Kemudian Fintech sebagai wakil dari Ani si pemberi pinjaman akan memberi pembiayaan kepada Yusuf untuk membeli barang X tersebut.

 Biasanya berguna untuk model :

·         PO, Online Seller, Payment Gateway, Employee, atau Komunitas antara penerima dana dengan Fintech

4. Mudharabah

Akad jual beli yang terjadi dimana pemilik modal akan memberikan dana kepada pengelola lalu kemudian dimanfaatkan uangnya untuk menjalankan aktivitas operasional bisnis. Hasil keuntungan yang didapatkan nantinya akan dibagi persentasenya sesuai dengan kesepakatan awal. Penerapan dari akad ini contohnya seseorang membutuhkan modal awal untuk usaha konveksi namun tidak memiliki dana. Maka, p2p akan mencarikan kumpulan dana bagi orang tersebut. Setelah berhasil, keuntungan yang didapat akan dibagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.

Contoh :

Ana ingin membangun usaha warung makan sederhana lalu meminta bantuan Fintech untuk mencarikan modal usaha. Maka Fintech akan berperan sebagai wakil dari Yusuf si pemberi dana agar Ani bisa mewujudkan usahanya.

Biasanya digunakan untuk model :

·         PO, Online Seller, Payment Gateway, atau Komunitas antara penerima dana dengan Fintech

5. Musyarakah

Akad ini mirip dengan akad sebelumnya, mudharabah. Hanya saja perbedaannya, kedua belah pihak pada akad musyarakah sama-sama berpartisipasi memberi pembiayaan guna menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Untung rugi dari kerjasama juga akan ditanggung oleh kedua belah pihak sesuai perjanjian.

Contoh :

Yusuf, seorang peternak lele, berencana ingin menaikkan angka penjualan lele setiap harinya. Tetapi keuntungan yang ia peroleh dari ternak lele tidak cukup untuk penambahan penjualan lele. Maka, dia meminta bantuan Fintech untuk memberikan dana bersama demi usaha ternak lelenya. Seperti dua akad sebelumnya, Fintech akan berperan sebagai wakil dari Ani si pemberi dana untuk memberikan pembiayaan kepada Yusuf yang sama-sama digunakan untuk usaha ternak lele.

Model yang mungkin menggunakan akad Musyarakah:

·         PO, Online Seller, Payment Gateway, atau Komunitas antara penerima dana dengan Fintech.

6. Ijarah

Akad sewa menyewa pada umumnya. Pemindahan manfaat suatu barang tertentu dalam waktu tertentu dimana penyewa akan membayar sewa terhadap pemanfaatan dari apa yang ada dalam kesepakatan. Namun tanpa diikuti dengan pemindahan pergantian kepemilikan dari barang tersebut.

Contoh :

Ani, seorang mahasiswa membutuhkan jasa pendidikan yang akan disewakan oleh pemberi pembiayaan. Ani wajib membayar sewa setiap periode tertentu yang telah disepakati. Pada kasus ini, Fintech akan menjadi wakil dari pemberi pembiayaan.

Ijarah biasanya digunakan untuk model :

·         Employee atau Komunitas antara penerima dana dengan Fintech

Baca Artikel Lainnya : Apakah P2P Lending Halal?

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.