Kisah Nabi Daud AS: Pertarungan dengan Jalut dan Menjadi Raja

0
8
kisah nabi daud
sumber: unsplash (Jorge Fernandez Salas)

Kisah Nabi Daud adalah salah satu kisah yang diceritakan di dalam Al-Qur’an dari 25 kisah nabi dan rasul yang juga sering dibacakan ketika kita masih kecil.

Kisah ini identik dengan raja Jalut ,Raja Thalut, dan kitab zabur. Nabi Daud adalah salah satu Nabi dari keempat nabi yang mendapatkan syariat Allah berupa kitab yang bernama kitab zabur.

Untuk mengingat kembali bagaimana cerita Nabi Daud AS. Yuk simak kisahnya sampai habis.

Baca Juga: Kisah Nabi Yunus AS

Kisah Nabi Daud
sumber: unsplash (@nandhukumarndd)

Kisah Nabi Daud AS

Kisah ini diawali jauh dari sebelum Nabi Daud AS diangkat sebagai raja dan nabi. Nabi Daud AS kala itu masih remaja. Pekerjaannya adalah menggembala kambing.

Di masa remajanya, Daud sudah diberikan mukjizat oleh Allah SWT dengan kekuatannya ketika melempar batu. Saat ia menggembala kambing banyak serigala yang ingin menerkam.

Tidak ingin kambingnya menjadi mangsa, Daud melemparkan serigala tersebut dengan batu dan hancurlah serigala tersebut. Sungguh kekuatan yang luar biasa.

Suatu ketika akan ada peperangan antara Thalut (raja pertama bangsa Israil) dan Jalut raja dari orang-orang kafir. Thalut memiliki pasukan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Jalut.

Ketika hendak menuju medan perang pasukan Thalut berjumlah 80.000. Tetapi jumlah tersebut kian berkurang ketika mereka melawati sungai.

Saat itu Thalut diperintahkan Allah untuk memperingati Bani Israel agar tidak meminum air terlalu banyak cukup 1 wadah saja. Setelah Thalut memperingati pasukannya, Bani Israel mengacuhkan peringatan tersebut dan meminum air sebanyak-banyaknya.

Alhasil mereka menjadi lemah dan pasukan Thalut hanya tersisa kurang dari 10.000. Tetapi itu tidak menyulutkan semangat pasukan Thalut. Mereka akhirnya sampai di medan perang.

Baca Juga: Kisah Nabi Adam AS

Kisah Nabi Daud
sumber: unsplash (@hasanalmasi)

Mubarozah

Perang zaman dahulu berbeda dengan perang zaman sekarang. Perang zaman dahulu ada tradisi Mubarozah yaitu perang tanding satu lawan satu. Tradisi ini terus dilakukan termasuk ketika zaman Nabi Muhammad SAW.

Siapa dari masing-masing pasukan yang terkuat harus bertanding satu lawan satu. Jalut saat itu maju untuk bertanding. Adapun dari kalangan pasukan Thalut belum ada yang berani maju.

Akhirnya Thalut memberikan hadiah apabila ada yang mau maju Mubarozah maka akan dinikahkan dengan putrinya dan akan mewarisi tahta kerajaan.

Ketika itu Daud AS yang masih remaja berkisar 16-17 tahun usianya itu maju. Jalut tertawa melihat siapa yang akan dihadapi karena ia melihat sosok anak remaja yang terlihat lemah.

Mubarozah pun dimulai, Daud menyiapkan 5 pasang batu untuk ia lempar dan ketika ia lempar batu tersebut tepat mengenai dahi Jalut yang kemudian hancur.

Nabi Daud menyembelih Jalut dan mengangkat kepalanya ke hadapan musuh sebagai bukti telah tewas pemimpin pasukan mereka.

Pasukan Jalutpun ketakutan dan ini menjadi “lampu hijau” untuk pasukan Raja Thalut untuk menyerang dan mereka akhirnya memenangkan peperangan.

Baca Juga: Kisah Nabi Nuh AS

Diangkat Menjadi Nabi dan Raja

Sesuai dengan janjinya, Raja Thalut akhirnya menikahkan Nabi Daud dengan putrinya. Tidak lama setelah pernikahan mereka Raja Thalut meninggal dunia.

Nabi Daud saat itu diangkat menjadi raja sekaligus Allah mengutusnya sebagai Nabi dan diturunkan kepadanya syariat berupa kitab Zabur.

Nabi Daud dianugerahi suara yang indah. Bahkan disebutkan apabila Nabi Daud sedang membacakan kitab Zabur banyak burung yang datang menghampiri beliau saking inginnya mereka mendengarkan lantunan kitab Zabur dari mulut Nabi Daud AS.

Nabi Daud AS kemudian mempunyai anak yang juga menjadi Nabi sekaligus raja yaitu Nabi Sulaiman AS. 1 dari keempat raja di dunia. Dari keempat raja tersebut 2 orang beriman dan 2 orang kafir.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang kisah Nabi Daud AS. Dari kisah ini kita dapat mengambil hikmah bahwa jangan sekali-sekali menentang apa yang sudah Allah perintahkan.

Melihat Bani Israil yang menentang Thalut padahal itu perintah Allah maka mereka mendapatkan risikonya yaitu menjadi lemah dan tidak dapat ikut berperang.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.