Kitab kuning : Kilas balik dan perkembangan kitab kuning

0
8442
Kitab Kuning

Bagi kamu yang merupakan kalangan santri atau sejenisnya pasti tidak asing dengan istilah kitab kuning.

Tapi bagi kamu yang di luar dari itu, mungkin ada sebagian yang sudah pernah mendengar istilah tersebut dan adapula yang belum pernah mendengarnya.

Pernahkah kamu bertanya, “apa yang dimaksud dengan kitab tersebut?”

Baca Juga: Panduan Lengkap untuk Kamu yang Mau Hijrah Tahun 2020

Kitab Kuning
Sumber: google.com

Pengertian

Kitab kuning adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kitab-kitab yang berbahasa arab. Dikatakan kuning karena kertas-kertas yang digunakan pada kitab tersebut berwarna kuning.

Dilansir dari NU Online bahwa Kitab-kitab ini berasal dari timur tengah dan sampai ke nusantara dengan warna kuningnya.

Isi dari kitab ini adalah berbagai disiplin ilmu agama Islam, termasuk kitab komentar (syarah), komentar atas komentar (hasyiyah), terjemahan, dan saduran.

Kitab ini dipakai oleh pesantren-pesantren sebagai bahan ajar untuk mendidik perihal agama.

Warna kuning pada kitab tersebut tidak ada maksud apapun apalagi dari sisi syariat. Bukan berarti sebuah kitab yang tidak berwarna kuning menjadi tidak layak digunakan atau tidak sesuai syariat.

Kitab tersebut hanya kebetulan saja ketika sampai ke Nusantara sudah berwarna kuning. Sehingga perlu diwaspadai bila ada pemahaman apabila kitab yang berbahasa arab dan berwarna kuning lebih istimewa daripada kitab lainnnya maka itu adalah kekeliruan yang besar.

Pemahaman lain terkait kitab ini beredar di kalangan pemerhati pesantren.

Menurutnya Kitab kuning adalah kitab-kitab keagamaan berbahasa arab, atau berhuruf arab, sebagai produk pemikiran ulama-ulama masa lampau (as-salaf) yang ditulis dengan format khas par-modern, sebelum abad ke-17-an M.

Jadi bila dijabarkan, kitab ini memiliki maksud diantaranya:

  1. Ditulis oleh ulama luar, tapi secara turun temurun menjadi referensi yang dipedomani oleh para ulama Indonesia,
  2. Ditulis oleh ulama Indonesia sebagai karya tulis ‘independen’, dan
  3. Di tulis oleh ulama Indonesia sebagai komentar atau terjemahan atas kitab karya ulama asing 

Dari penjabaran tersebut maka dapat dipahami bahwa kitab ini tidak hanya berasal dari ulama luar tapi juga ulama dalam negeri.

Baca Juga: Barakallah Fii Umrik, Bagaimana Ucapan Ulang Tahun yang Islami?

Kitab Kuning
Sumber: google.com

Asal Usul dan Kilas Baliknya

Ada beberapa keunikan sejarah terkait dengan kitab yang satu ini. Awal mulanya ada yang menyebutkan bahwa kitab ini sempat digunakan sebagai bahan untuk menjelekkan orang yang melecehkan ulama.

Ejekan mereka berbunyi, “Apa yang diketahui oleh ulama tentang urusan Negara, sementara mereka tidak membaca  kecuali kitab kuning saja

Kemudian kitab ini menjadi salah satu rujukan yang utama dalam studi pesantren. Para ulama harus paham terkait dengan kitab ini.

Bahkan ada yang menyebutkan, “Bagaimana mungkin orang ini berfatwa, sementara membaca kitab kuning saja ia tidak bisa“.

Ulama adalah orang yang mengajarkan tentang ilmu agama. Mereka juga seringkali dimintakan pendapat bahkan berfatwa atas kejadian yang tidak ditemukan nash-nya.

Oleh sebab itu, pemahaman akan kitab legendaris ini juga diperlukan untuk menjadi tambahan pengetahuan dalam memutuskan fatwa.

Di Indonesia, narasi atas kitab para ulama ini diperbincangkan bahkan diangkat dalam Simposium Nasional I yang dilaksanakan di Bogor 25 – 27 Januari 1994.

Kala itu, KH. Masyhuri Syahid, MA memberikan saran untuk mengubah istilah kitab kuning menjadi istilah yang lebih baik yaitu al-kutub al-qadimah.

Kemudian ia berkembang di beberapa daerah dengan beberapa nama. Namun, istilah yang lebih umum dikenal adalah kitab kuning.

Baca Juga: La Tahzan Untuk Kamu yang Merasa Sulit dan Banyak Beban

Kesimpulan

Pada akhirnya, kitab kuning memang adalah kitab yang populer di kalangan santri. Terlepas dari apapun namanya nanti, yang paling penting adalah keilmuan yang terdapat pada kitab tersebut.

Semoga ilmu yang terdapat pada kitab tersebut dapat diterima dengan baik oleh siapapun yang mempelajarinya dan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negeri tercinta.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.