Kolak : Asal-Usul Kolak dan Mengapa Menjadi Makanan Favorit Berbuka?

0
1675
kolak

Bulan puasa adalah bulan yang mulia. Di dalamnya turun berbagai anugrah. Kenikmatan yang dirasakan selama menjalankan ibadah puasa juga tak terhitung jumlahnya.

Setiap puasa pasti ada saja yang ditunggu. Salah satu yang paling banyak ditunggu adalah ketika berbuka. Yap, apalagi kalau bukan hidangan berbuka puasa.

Kalau kamu ditanya, kira-kira apa hidangan buka puasa favoritmu?

Es Buah?

Gorengan?

Lontong?

Martabak?

Kolak?

Setiap orang pasti punya hidangan favoritnya masing-masing. Salah satu hidangan favorit orang Indonesia yang selalu ada di setiap hidangan berbuka puasa adalah kolak.

Kira-kira bagaimana ya asal usulnya dan kenapa bisa jadi makanan favorit berbuka puasa? Yuk kita bahas.

Baca Juga: Kandungan dan Keutamaan Surat Al-Kahfi

Kolak
sumber: google.com

Mengenal Lebih Dalam

Masih banyak diantara kita yang mungkin bertanya-tanya. Dari mana kolak ini berasal?

Apakah asli buatan Indonesia atau diimport dari luar negeri?

Banyak yang mengira, karena rasanya yang manis maka disimpulkan bahwa makanan ini berasal dari timur tengah. Kesimpulan tersebut disebabkan karena masyarakat timur-tengah suka yang manis-manis. Begitulah ujar salah satu pakar kuliner.

Tapi, kenyataannya kolak adalah asli buatan Indonesia.

Dan yang menarik adalah bahwa makanan ini menjadi media penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa.

Mau tahu kisahnya?

Baca Juga: Untuk Kamu yang Merasa Sulit dan Banyak Beban (La Tahzan)

Kisah Penyebaran

Para ulama saat itu sedang berdiskusi tentang bagaimana menyiarkan agama Islam. Kala itu belum banyak masyarakat Jawa yang memeluk agama Islam.

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya muncul ide untuk menyiarkan agama Islam melalui makanan. Karena setiap orang pasti butuh makan.

Siapa sih yang tidak butuh makan?

Pembuatan makanan itupun dimulai. Makanan tersebut diisi dengan paduan pisang atau ubi, gula aren dan santen.

Penamaan makanan ini menjadi kolak tentunya bukan tanpa sebab.

Ada filosofi mendasar sehingga nama kolak tersebut muncul untuk menamai makanan yang satu ini.

Kolak diambil dari bahasa arab yaitu khalik yaitu artinya pencipta. Siapa pencipta yang dimaksud? Tentunya Allah SWT.

Etss, tapi bukan berarti kolak dimaksudkan untuk menciptakan sesembahan baru.

Maksud penggunaan khalik pada nama kolak adalah agar masyarakat ketika memakan makanan tersebut bisa lebih dekat kepada sang Pencipta-Nya.

Diharapkan pula ketika mereka memakannya, ada rasa syukur yang dirasakan sehingga menambah kedekatan kepada Allah SWT.

Begitu dalam bukan makna dibalik pembuatan kolak. Tapi, apakah cukup sampai situ?

Nyatanya di setiap bahan pembuatan kolak juga terdapat filosofi yang jarang diketahui oleh orang-orang bahkan yang udah terbiasa membuatnya.

Contohnya bahan umum yaitu pisang. Kalau kamu makan kolak, pasti bahan isian umum yang ada di dalam kolak adalah pisang kepok. Penggunaan pisang kepok juga bukan tanpa sebab.

Kepok memiliki makna yaitu kapok. Artinya bahwa masyarakat diharuskan untuk kapok atau jera terhadap dosa yang telah dilakukan selama hidupnya di dunia.

Bahan lain yang digunakan adalah ubi. Ubi sering dikenal dengan nama telo pendem. Merujuk pada makna bahwa masyarakat harus mengubur kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat, sehingga bisa melanjutkan hidup dengan jalan penuh ridho Allah SWT.

Baca Juga: Asal-Usul Primbon dan Hukumnya dalam Islam

Kolak
sumber: google.com

Mengapa Menjadi Favorit?

Setiap orang pasti punya preferensi untuk menentukan menu berbuka puasa. Tapi biasanya kolak menjadi favorit.

Mengapa demikian?

Karena gula yang terkandung di dalam kolak dikabarkan dapat memberikan energi bagi siapapun yang memakannya.

Sehingga energi orang-orang yang berbuka puasa dapat kembali sempurna dan bisa menjalankan aktivitas ibadah malam lebih semangat lagi.

Selain itu, karena memang rasanya enak. hehe.

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang kolak. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Intinya ketika berbuka puasa tidak perlu memikirkan berbuka dengan apa apalagi dengan siapa. Yang penting berbukalah dengan makanan seadanya dan raihlah keberkahannya. Kalau ada kolak, alhamdulillah kalau enggak ada ya makan aja yang ada. hehe

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.