ISemua orang pasti menginginkan kebahagiaan dan kemakmuran dalam hidupnya begitupun kamu yang membaca tulisan ini. Sayangnya, ketika seseorang berusaha mengejar kebahagiaan ia malah dihadapi oleh sesuatu yang membuat dirinya stress. Terlebih berdasarkan penelitian Carnegie Mellon University, sejak 1983 hingga 2009 tingkat stress bertambah dari 18% hingga 24%.  Lalu, bagaimana cara meredakan stress?

Nyatanya, kebederaan agama memiliki peran untuk membahagiakan dan menyelamatkan. Berdasarkan penelitian University of Wiconsin (2012) menyimpulkan bahwa syukur dan keyakinan kepada Tuhan membuat orang lebih bahagia.

Pentingnya Konsep Kerja adalah Ibadah

Dengan demikian, konsep kerja adalah ibadah (work with worship) amat penting, tidak hanya untuk mencapai kemakmuran tetapi juga kebahagiaan.

Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri sehingga mejaga dirinya dari meminta-minta?

Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar?

Bukankah dengan bekerja, ia menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya?

Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya?

Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, dimana ia pantang menyerah dan pantang berbuat kerusakan?

Kerja tak bernilai ibadah

“Kalau sekedar kerja, kera juga kerja. Kalau sekedar makan, babi hutan juga makan” Ucapan Buya Hamka tersebut patutnya menjadi tamparan untuk orang-orang yang memaknai bekerja hanya mencari sesuap nasi.

Perlu diingat, kerja hanya akan bernilai ibadah jika diiringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekedar kerja.

Kamu bisa saja  bekerja tapi tak bernilai ibadah, contohnya ketika kamu di kantor, kamu mencuri-curi waktu di kantor, menjelek-jelekan atasan dan rekan sekantor, masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya setiap saat.

Kinerja harus lebih baik dibandingkan Nilai Kerja.

Nilai kerja yang dimaksud adalah gaji/penghasilan yang kamu dapatkan. Bukankah Tuhan Maha Melihat dan Maha Membalas perbuatan hambanya?

Bayangkan, saat ini kamu bekerja di sebuah perusahaan yang menggaji dirimu sebanyak Rp10 juta. Besar bukan? Sayangnya, kinerjamu dalam perusahaan tersebut hanya senilai Rp 8 juta. Bukankah kurang Rp 2 juta. Nah, kekurangan tersebut akan dibalas oleh Tuhan dalam bentuk yang lain seperti tubuh yang sakit, hati yang gelisah, pasangan yang berulah, anak yang bermasalah dan masa tua yang susah.

Lain halnya, apabila kamu bekerja dengan gaji Rp10 juta. Tetapi, kinerjamu bernilai Rp12 juta. Maka Tuhan juga akan membalas kelebihan Rp2 juta tersebut dalam bentuk yang lain seperti tubuh yang sehat, hati yang lembut, pasangan yang menentramkan, anak yang menyenangkan dan masa tua yang penuh kenangan.

Kisah Pak Dwi

Pak Dwi adalah seorang Bapak berusia 50 tahun yang memiliki boss dengan kekayaannya yang berlimpah. Dalam perusahaan tersebut, banyak karyawan yang berlaku curang di kantor. Pak Dwi kala itu tidak ikut-ikutan dan tetap hidup sederhana. Belasan tahun ia bekerja, selalu mengoptimalkan kinerjanya. Meskipun begitu, boss-nya kurang menghargai Pak Dwi. Bahkan ketika ia jatuh sakit yang kemudian mengakibatkan dirinya meninggal dunia. Rekan-rekan kantornya tetap seakan acuh tak peduli. Jasa-jasanya selama mengabdi pada kantor tersebut tidak dihargai. Tragis bukan?

Ingat, Allah maha melihat dan maha membalas. Terdapat hukum kekekalan energi yang membuat sebuah perbuatan seseorang tidak akan sia-sia.

Hasil dari kerja kerasnya memang terlihat sia-sia, tetapi ia dianugerahi empat orang anak. Salah satu anaknya kini menjadi 1 dari 24 tokoh berpengaruh tahun 2013 menurut RCTI, penulis paling inspiring tahun 2013 menurut ikatan penerbit se-indonesia. Buku-buku yang diterbitkan kerap menjadi best seller bahkan mega best seller. Yap, anaknya kini telah menjadi Trainer Internasional yang telah mengisi di belasan negara dan 4 benua. Anak tersebut kemudian dikenal dengan nama Ippho Santosa.

Dari cerita ini, pada akhirnya dapat diambil hikmah bahwa sebuah ikhtiar yang diiringi dengan niatan ibadah tidak akan pernah sia-sia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here