Lahaula Walaquwata Illabillah: Arab, Latin, Terjemahan dan Keutamaan

0
249
lahaula walaquwata illabillah

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah. Ia tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya pertolongan Allah SWT. Inilah salah satu makna dari kalimat, “lahaula walaquwata illabillah”

Kalimat tersebut juga ditafsirkan oleh ulama sebagai sebuah arti bahwa tidak ada satupun manusia yang mampu menolak apapun yang akan menimpanya baik yang ia anggap jelek maupun yang baik.

Namun, ketahuilah bahwa sesungguhnya apa yang menimpa manusia pada prinsipnya adalah yang terbaik sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 216.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

artinya,

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dalam ayat di atas Allah telah menegaskan bahwa setiap takdir yang menimpa manusia itulah yang terbaik baginya. Sisanya tinggal bagaimana manusia bersikap atas takdir tersebut.

Kembali ke kalimat lahawla wala quwata illabillah, kalimat ini disebut juga dengan kalimat hauwqalah.

Dalam kitab Abwab al-Faraj yang ditulis oleh Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliki al-Hasani, tertulis bahwa berdasarkan pernyataan Imam as-Syadzili kalimat tersebut memiliki arti bahwa seorang hamba menolak segala keburukan yang menimpanya.

Ia hanya ingin kebaikan di dalam dirinya namun ia tetap berserah diri dan mengalihkan daya upaya hanya kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Thalaq ayat 3,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

artinya,

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Baca Juga: Doa Khatam Al-Quran dan Terjemahannya

lahaula walaquwata illabillah
sumber: pixabay

Lafadz Kalimat Hauwqalah

Berikut lafadz arabnya,

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Lafadz latinnya,

Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi

Terjemahan,

“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Baca Juga: Lafadz dan Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar

lahaula walaquwata illabillah
sumber: pixabay

Keutamaan

Membaca kalimat tersebut ternyata juga memiliki keutamaan, Syekh M Nawawi Al-Bantani (ulama dari Banten) menyebutkan sejumlah keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi.

Beliau mengutip yang ada di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya yang artinya,

Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’”

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa lafadz tersebut dapat menghindarkan diri kita dari kefakiran.

Keutamaan lainnya adalah lafadz tersebut akan menjadi simpananmu di surga yang nantinya akan jadi taman surga. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW,

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat ke langit pada Malam Isra’ Mi’raj, beliau melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Ibrahim lantas bertanya, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Jibril menjawab, “Ia Muhammad.” Ibrahim lantas mengatakan padanya, “Perintahkanlah pada umatmu untuk memperbanyak bacaan yang akan menjadi tanaman di surga, debunya itu bersih dan tanamannya pun luas.”

Ibrahim ditanya, “Lalu apa bacaan yang disebut girasul jannah tadi?” Ibrahim menjawab, “Kalimat ‘laa hawla wa quwwata illa billah’.” (HR. Ahmad).

Namun, Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa hadist ini dhaif.

Baca Juga: Doa untuk Anak

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang kalimat lahaula walaquwata illabillah beserta lafadz arab, latin, terjemahan serta keutamaan ketika kamu melafadzkannya khususnya dalam zikir.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.