Macam Macam Riba & Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

18
198713
macam macam riba
macam macam riba

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering banget nih melakukan transaksi ekonomi mulai dari menabung di bank, investasi, pinjam-meminjam, atau sekadar jual beli. Dari banyak nya aktivitas tersebut, kadang kita gak sadar kalau bisa jadi termasuk bagian jenis-jenis riba dalam Islam. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas macam macam serta jenis jenis riba dalam islam beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
.

Jenis jenis riba dalam Islam
1. Riba hutang-piutang

Riba yang mengambil keuntungan lebih dari suatu hutang, contohnya riba qardh dan riba jahiliyah.

2. Riba jual beli

Penambahan nilai barang yang dibeli oleh konsumen, contohnya riba fadhl dan riba nasi’ah.

Macam macam riba dalam Islam
1. Riba Fadhl 

Pertukaran atau jual beli barang ribawi dengan kuantitas, kualitas, atau kadar takaran yang berbeda. Barang ribawi itu sendiri disebutkan dalam hadits sebagai emas, perak, gandum, gandum merah, garam, dan kurma. Dalam hadits lain disebutkan sebagai emas, perak, dan bahan makanan. Sehingga dalam Islam, untuk barang barang tersebut pertukaran yang dilakukan harus lah memenuhi jumlah dan kualitas yang sama. 

Contoh praktik riba fadhl misalnya seseorang menukar 10 gram emas  (20 karat) dengan 11 gram emas (19 karat). Contoh lainnya 2 kilo gandum berkualitas baik ditukar dengan 3 kilo gandum berkualitas buruk.

2. Riba Qardh 

Adanya persyaratan kelebihan pengembalian pinjaman yang dilakukan di awal akad perjanjian hutang-piutang oleh pemberi pinjaman ​terhadap yang berhutang tanpa tahu untuk apa kelebihan tersebut digunakan. 

Contohnya seperti rentenir yang meminjamkan uang 10 juta kepada peminjam, kemudian peminjam harus mengembalikan 11 juta tanpa dijelaskan kelebihan dana tersebut untuk apa. Tambahan 1 juta pada kasus inilah yang disebut sebagai riba qardh dan hanya akan merugikan peminjam plus menguntungkan si rentenir.

3. Riba Jahiliyah

Adanya tambahan nilai hutang karena adanya tambahan tempo pembayaran hutang disebabkan peminjam tidak mampu membayar hutang pada waktunya. Praktik riba seperti ini banyak diterapkan pada masa jahiliyah.

Contohnya pemberi hutang berkata kepada pihak penerima hutang saat jatuh tempo, “kamu lunasi hutang sekarang sesuai jumlah kamu berhutang atau membayar dikemudian hari dengan syarat adanya tambahan jumlah hutang”

Contoh lainnya adalah penggunaan kartu kredit. Saat pengguna kartu kredit membeli barang senilai 1 juta dan tidak mampu membayar penuh saat jatuh tempo, maka penguna diharuskan membayar bunga atas tunggakan kartu kreditnya tersebut.

18 COMMENTS

  1. Assalamualaikum admin, saya mau tanya,
    1. Promo cashback seperti yang lagi nge trend sekarang, apakah itu termasuk riba? Kalau iya, termasuk riba jenis apa?
    2. Kalau tukar tambah HP bekas + uang dengan HP baru apakah termasuk riba?

    * Mohon penjelasannya. Jazakallah khairan

  2. Bismillah
    Assalammualaikum
    Investasi syariah yg ada disini terdaftar dan diawasi OJK.
    Apakah OJK menjaminnya?
    Karena apabila ada jaminan brarti tidak syariah.

    • Ass wr wb
      Kalo misalnya kita beli makanan sama teman dan di delivery trus makananya udah nyampe ke rumah, tapi karna nggak punya duit rp 6000 cmn ada rp 50.000 akhirnya temnya bilang abayar aja di sekolah
      Apakah makanan yang saya makan termasuk riba ataukah tidak

      • Waalaikumsalam wr.wb,
        Terimakasih sebelumnya karena tertarik membaca postingan yang ada di blog Qazwa.

        Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dari kami sendiri memberikan dua contoh kasus.
        1. Kasus pertama, akad apa yang digunakan? Apabila pinjam meminjam uang, boleh ada pinjam meminjam dan boleh dibayar di masa depan sesuai perjanjian, dengan syarat tidak boleh sama sekali ada perjanjian untuk menambahkan jumlah besaran hutangnya. Apabila diperjanjikan akan ada tambahan dari hutang tersebut, maka dikhawatirkan dapat mengindikasikan riba.
        2. kasus kedua, apabila akad yang digunakan adalah jual beli yang dibayar di masa depan. Misal teman anda bilang “yaudah saya beli makanannya dulu, nanti kamu belinya ke saya ya. Saya mau margin keuntungan jual belinya sekian persen”, hal tersebut dibolehkan karena akadnya jual beli dan boleh mengambil untung apabila jual beli.

        Pada kasus anda, apabila anda memang meminjam uangnya, boleh dibayar saat disekolah asalkan tidak ada perjanjian untuk membayar lebih besar dari jumlah pinjaman yang sebenarnya. Wallahu a’lam

  3. Assalamualaikum.
    Saya mau nnya, bulan yg lalu saya kredit emas disalah satu sutus online. Emasnya sdh sya terima tp pembyran y saya mulai cicil dibulan ini, apakah itu termaksud riba???

    • Waalaikumsalam, sebelumnya terimakasih atas ketertarikannya pada konten yang ada di blog Qazwa. Dengan keterbatasan ilmu kami, jawaban dari pertanyaan ini memiliki banyak pendapat dan tidak semua sejalan, ada yang berpendapat hal itu dilarang namun ada juga yang berpendapat itu boleh. Mungkin bisa dikumpulkan terlebih dahulu berbagai referensi untuk menemukan jawaban terbaik. Wallahu a’lam

    • Alhamdulillah apabila dirasa bermanfaat. Apabila ingin konten-konten yang inysaaALLAH bermanfaat lainnya, bisa diikuti semua akun sosial media qazwa mulai dari instagram, facebook hingga YouTube 🙂

  4. Kalau bikin koperasi dri pinjaman 100 byar 110 untung yg 10 di kumpulkan selama 1th bru di bagikan ke anggota itu gimn mohon penjelasannya

    • Halo, mas. Sebelumnya terimakasih atas kesediaannya membaca konten-konten di blog Qazwa.
      Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita harus memahami apa itu riba. Salah satu definisi riba adalah, ““Setiap utang piutang yang ditarik manfaat di dalamnya, maka itu adalah riba.”. Kemudian Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa jika seseorang yang meminjamkan utang dengan mempersyaratkan 10% dari utangan sebagai hadiah atau tambahan, lalu ia meminjamkannya dengan mengambil tambahan tersebut, maka itu adalah riba.” (Al-Ijma’, hal. 99, dinukil dari Minhah Al-‘Allam, 6: 276).

      Sehingga apabila memang dikoperasi tersebut menggunakan akad pinjam meminjam kemudian ada keuntungan di dalamnya, maka hal tersebut mengindikasikan riba.
      Wallahu a’lam

  5. mau tanya pak/bu admin. kalau ada orang utang 2 juta pada tahun 1980. tapi orang tsb ngembalikan 2 juta tapi tahun 2020. padahal 2 juta rupiah tahun 1980 dg tahun 2020 kan berbeda nilai tukarnya. solusinya bagaimana agar tidak riba, tapi peminjam tidak rugi karena penurunan kualitas nilai uang?

    • Halo, mas Bayu. Sebelumnya terimakasih telah tertarik membaca tulisan di blog Qazwa.
      Menjawab pertanyaan tersebut, dengan segala keterbatasan ilmu kami, tidak ada solusi atas hal ini. Karena pada dasarnya hutang basisnya adalah tabarru (sosial). Tidak blh ada keuntungan di sana dan tidak blh merasa dirugikan. InsyaaAllah yang meminjamkan akan mendapatkan keuntungan berupa balasan dari Allah swt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here