Makanan halal

Tahukah kamu bahwa Islam adalah agama yang mengatur segala lini kehidupan manusia dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mulai dari hal-hal kecil seperti masuk ke toilet hingga hal besar seperti ekonomi dan politik telah ada panduannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana hadist Nabi SAW, “Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta‚Äôzhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13). Diantara ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan salah satu yang juga menjadi perhatian yaitu terkait makanan halal.

Makanan menjadi penting untuk dibahas karena ia adalah kebutuhan pokok manusia. Tidak akan hidup seorang manusia tanpa melakukan aktivitas konsumsi makanan. Setiap makanan yang dimakan oleh manusia memberikan energi yang kemudian digunakan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.

Sayangnya, apakah saat ini makanan yang kita konsumsi sudah sesuai dengan ketentuan Islam alias halal?

Kamu adalah apa yang kamu makan” , pepatah ini bila dipikir secara logika benar adanya. Karena makanan akan mempengaruhi seseorang baik dari segi fisik maupun mental.

Lalu, apa yang dimaksud makanan halal dalam Islam?

Baca Juga: 5 Usaha Modal 1 Juta

Makanan Halal

Makanan Halal dan Landasannya

Secara sederhana, makanan halal adalah makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia yang dibenarkan oleh syariat Islam, sehingga makanan yang diharamkan oleh Islam tidak boleh dikonsumsi oleh manusia.

Bila mengacu pada definisi oleh Departmen Agama, makanan halal adalah suatu barang yang dimaksudkan untuk  dimakan atau diminum manusia dan serta bahan yang digunakannya adalah halal.

Landasan terkait makanan halal terdapat pada Q.S. Al-Maidah ayat 88 yang artinya, “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada Nya.”

Kriteria Makanan Halal

Sebuah makanan tergolong dalam makanan halal bila ia memenuhi beberapa kriteria. Tentunya kriteria tersebut dilandaskan pada Qur’an dan Sunnah. Lalu, apa saja kriteria makanan yang tergolong halal?

  • Halal Li Zatihi atau Halal dari sisi zat, yaitu sebuah makanan dan minuman tergolong halal apabila ia merupakan makanan yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang diharamkan dalam Islam. Maka dalam hal ini seperti Babi, Alkohol, dan segala makanan lainnya yang diharamkan tidak akan masuk pada kriteria ini.
  • Cara memperolehnya halal, yaitu proses untuk mendapatkan makanan tersebut tidak boleh melalui proses yang diharamkan dalam Islam seperti mencuri, menipu dan sebagainya. Meskipun makanan tersebut secara zat tergolong halal namun apabila ia berasal dari hasil mencuri atau menipu maka makanan tersebut tidak masuk kategori ini.
  • Cara memprosesnya halal, yaitu cara menuju makanan itu menjadi siap makan haruslah melalui proses yang halal. Seperti ketika melakukan penyembelihan harus mengucapkan bismilah atau tidak menambahkan apapun yang berbahaya seperti bahan pewarna tekstil dan sebagainya.
  • Cara menyajikan, mengantarkan, serta menyimpan harus hala. Maksudnya adalah bahwa makanan tersebut meskipun dari segi zat, cara memperoleh dan memprosesnya sudah dilakukan secara benar sesuai syariat Islam tapi ketika ia disajikan dengan cara yang salah maka tetap tidak tergolong makanan halal. Seperti disajikan ke piring yang terbuat dari emas atau disimpan di tempat yang berbahaya bila kemudian akan dikonsumsi.

Baca Juga: Fakta Menarik! Data Pertumbuhan Bisnis Ritel di Indonesia

Makanan Halal

Makanan yang Tergolong Haram

Makanan halal dalam Islam secara umum jumlahnya lebih banyak dibandingkan makanan yang diharamkan. Selama mengandung keempat kriteria di atas maka tidak akan masalah untuk mengkonsumsinya. Namun, ada beberapa jenis makanan yang memang diharamkan meskipun ada beberapa yang diperbolehkan baik dari segi zat ataupun dari segi situasi dan kondisi alias dharuriyat. Apa saja makanan tersebut?

Bangkai

Secara umum bangkai adalah potongan tubuh atau hewan yang mati karena sebab tertentu dan bukan mati karena disembelih dengan nama Allah. Sehingga bila ada hewan yang mati karena sebuah insiden seperti kecelakaan, jatuh dari ketinggian ataupun tenggelam maka ia dilarang untuk dikonsumsi. Meskipun dalam hal ini ada pengecualian yaitu bangkai ikan yang halal untuk dikonsumsi.

Daging Babi

Jenis makanan yang satu ini agaknya sudah familiar diketahui bahwa ini tergolong makanan haram. Karena Babi adalah makhluk kotor. Bahkan ia memakan kotorannya sendiri. Babi juga memiliki cacing pita yang membahayakan tubuh manusia. Daging babi hanya boleh dimakan apabila keadaan sudah pada kondisi yang darurat. Seperti tidak ada makanan lagi dan satu-satunya yang ada adalah daging babi. Apabila ia tidak makan maka akan mempertaruhkan nyawanya sehingga dalam kasus ini mengkonsumsi daging babi diperbolehkan. Tapi, konsumsi daging babi tersebut hanya sebatas menghilangkan lapar saja bukan untuk dinikmati.

Darah

Zat yang satu ini memang diharamkan dalam Islam sehingga dilarang untuk dikonsumsi. Darah diharamkan karena tergolong dalam kategori najis. Namun, bila darah difungsikan untuk melakukan penyembuhan atas suatu penyakit maka hal tersebut pengecualian sehingga diperbolehkan meskipun lebih baik dihindarkan.

Binatang yang disembelih tidak menyebut nama Allah

Bila seekor hewan atau binatang tidak disembelih dengan nama Allah maka ia tergolong haram untuk dikonsumsi. Dalil atas larangan ini terdapat pada Q.S. Al-An’am ayat 121 yang artinya, “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan

Baca Juga: Kunci Sukses Menurut Nabi Muhammad SAW

Kesimpulan

Itulah penjelasan terkait dengan makanan halal dari mulai definisi, landasan, Kriteria hingga makanan yang tergolong haram. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan tambahan dan membuat kamu berhati-hati terhadap makanan haram. Karena bagaimanapun makanan haram memiliki efek jangka panjang yang buruk, loh baik secara fisik, mental ataupun spiritual.

Jika kamu tertarik dengan konten seperti ini ataupun yang terkait seperti konten bisnis, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here