Marhaban Ya Ramadhan: Inilah Pengertian Sebenarnya

0
56694
Marhaban ya ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan. Sebuah kalimat yang sering kita dengar ketika bulan penuh mulia ini akan hadir dalam kehidupan kita.

Ada banyak cara orang menyambut bulan keberkahan ini. Ada yang melakukan pawai ramadhan sebagaimana dilakukan sekelompok pemuda muslim depok.

Mereka tergabung dalam komunitas bernama KPMD alias Kesatuan Pelajar Muslim Depok. Salah satu aktivitas tahunan yang mereka lakukan adalah melakukan pawai ramadhan.

Pawai dilakukan dengan cara long march dari Balaikota Depok menyusuri jalan margonda dan puter balik di putaran balik pesona khayangan. Mengakhiri perjalanan kembali di Balaikota Depok.

Ada juga yang meyambut ramadhan dengan cara lain. Yang paling banyak adalah dengan mengadakan tabligh akbar yang biasanya bertajuk: marhaban ya ramadhan.

Banyak orang mengartikan marhaban ya ramadhan sebagai selamat datang bulan ramadhan. Tapi tahukah kamu makna sebenarnya?

Pada artikel kali ini kita akan membahas arti sebenarnya dari kalimat marhaban ya ramadhan.

Baca Juga: Istiqomah (Arti, Keutamaan dan Tips untuk Mencapainya)

Marhaban Ya Ramadhan
sumber: google image

Pengertian

Sebenarnya tidak salah apabila ada yang mengartikan marhaban dengan arti “selamat datang”. Tetapi makna dari kata tersebut tidak sesederhana itu.

Marhaban diambil dari kata raheb yang berarti luas atau lebar. Kata ini biasanya diucapkan ketika ada tamu yang datang kemudian pemilik rumah menyambutnya dengan kata “marhaban”.

Artinya tamu tersebut disambut dengan hati lapang penuh kegembiraan. Makna lain dari kata raheb adalah tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan.

Kenapa kata marhaban disandingkan dengan Bulan Ramadhan?

Karena Ramadhan adalah tamu yang agung. Ia pantas untuk disambut dengan penuh kegembiraan dan tentunya dengan hati yang lapang.

Baca Juga: Keutamaan Bulan Ramadhan

Hadirnya Bulan Ramadhan memberikan kesadaran pada umat Islam bahwa inilah waktunya untuk memaksimalkan amal shalih.

Karena pada bulan ini segala amal pahalanya dilipatgandakan. Segala hal dimudahkan.

Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa kondisi terbaik untuk beramal adalah ketika kita sedang berpuasa.

Karena ketika berpuasa diri kita akan terbentengi dengan segala macam kemaksiatan. Ingin marah tapi ingat lagi puasa, ingin berzinah tapi ingat lagi puasa, dan seterusnya.

Dalam kondisi puasa juga amalan kita menjadi jauh lebih banyak yang bisa diamalkan. Seperti kalau jam makan siang yang biasanya kita makan bisa dimaksimalkan dengan membaca Al-Qur’an.

Terlebih ketika Bulan Ramadhan. Dimana segala hal dikondisikan termasuk jam kerja. Kalau biasanya kita bekerja selama 8 jam, pada Bulan Ramadhan biasanya menjadi hanya 6 jam.

Waktu yang tersisa tersebut bisa dimaksimalkan dengan memperbanyak amal shalih.

Melihat banyaknya peluang kebaikan yang bisa dikerjakan dan juga janji Allah akan pahala yang berlipat ganda tentunya membuat kita termotivasi dan menyambut bulan ini dengan penuh suka cita.

Sehingga makna marhaban ya ramadhan tidak sekedar selamat datang Bulan Ramadhan. Tetapi juga sambutan selamat datang dengan hati yang lapang dan rasa bahagia yang sangat kepada tamu yang agung.

Baca Juga: Fenomena Prank dan Bagaimana Islam Memandangnya?

Marhaban Ya Ramadhan
sumber: google image

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan kalimat marhaban ya ramadhan untuk kamu ketahui. Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat dan wawasan tentang keislaman.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.