Mengenal Jenis-Jenis Investasi Yang Paling Populer Saat Ini

0
1648

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menyisihkan sebagian harta yang dimiliki dan ditempatkan ke sebuah instrumen investasi masih cukup rendah. Hingga hari ini, aktivitas yang masih dianggap ‘aman’ adalah menabung di bank.

Pada dasarnya, investasi memang bukan merupakan sebuah kewajiban. Kendati demikian, investasi merupakan sebuah cara dan strategi untuk menyiapkan keuangan di masa depan. Jika begitu, apa bedanya dengan menabung uang di bank?

Ketika berinvestasi, hasil yang diharapkan adalah dana yang telah diinvestasikan akan bertambah nilainya pada saat panen kelak. Sementara ketika menabung uang secara konvensional di bank, ada risiko inflasi yang akan mengurangi nilai dari uang tersebut. Meski jumlah (secara nominal) dapat bertambah, tetapi nilai dari uang tersebut justru akan berkurang.

Investasi pun dapat dilakukan oleh siapa saja dan sebaiknya dimulai sejak dini. Pilihan produknya juga beragam sesuai dengan ketersediaan dana, tingginya risiko, jangka waktu, dan beragam pertimbangan lain. Lantas, apa saja produk dari jenis-jenis investasi yang ada?

Emas

Dari jenis-jenis investasi yang ada, boleh dibilang emas merupakan instrumen investasi yang paling mudah dan simpel. Bila Anda seorang pemula yang ingin mencoba berinvestasi, logam mulia ini adalah alternatif yang cocok.

Salah satu alasan orang mengumpulkan emas adalah nilainya yang relatif stabil dan dapat menjadi pengganti mata uang tanpa adanya batasan aset. Jika dalam keadaan terdesak pun, emas dapat diuangkan dengan cepat tanpa melalui proses yang rumit.

Produk investasi ini termasuk dalam instrumen untuk jangka panjang. Sebagai catatan, ada baiknya memilih emas dalam bentuk batangan ANTAM daripada dalam bentuk perhiasan atau sebagainya. Hal ini karena jika emas dibuat dalam bentuk perhiasan, akan ada pengurangan nilai yang dipengaruhi faktor ukiran, campuran, dan lain-lain.

Reksadana

Investasi reksadana juga kerap menjadi pilihan bagi para investor pemula. Instrumen ini banyak digemari lantaran dianggap murah, mudah, dan nyaman. Dengan modal mulai dari Rp100.000,00, sebuah rekening investasi sudah dapat dibuka.

Reksadana merupakan sebuah wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat sebagai pemodal untuk kemudian diinvestasikan dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang berpengalaman. Dengan demikian, pemodal tidak akan direpotkan mengelola portfolio investasi reksadana. Melalui dasbor online yang tersedia, pemodal dapat memantau investasi dengan lebih mudah dan teratur.

Dalam reksadana, risiko dan investasi akan dibagi secara merata pada setiap investornya. Persentase pembagian ini tentu bergantung dari jenis reksadana yang dipilih.

Saham

Biasanya, orang-orang yang melakukan investasi dalam bentuk saham adalah individu yang menyukai tantangan. Pasalnya, risiko yang diberikan pada instrumen ini cukup tinggi. Bila perusahaan tempat menanam saham mengalami keuntungan, maka investor akan mengalami keuntungan pula.  Namun bila yang terjadi sebaliknya, maka investor juga harus siap dengan hal tersebut.

Saham merupakan sebuah kepemilikan atas suatu perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Seperti contoh, perusahaan A menjual sebagian sahamnya kepada publik. Dengan membeli saham tersebut, berarti investor turut memiliki perusahaan dengan persentase sebesar saham yang dibelinya.

Obligasi

Produk investasi yang satu ini mungkin tidak terlalu populer di kalangan para awam. Obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan (baik swasta maupun negara) sebagai bukti atas pemberian sejumlah dana kepada pihak yang membutuhkan dana tersebut sebagai penambahan modal atau pembiayaan proyek.

Sifat yang dimiliki obligasi tidak jauh berbeda dengan deposito, akan tetapi ada kelebihan yang lebih menarik pada instrumen investasi ini. Obligasi juga bersifat seperti saham dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada deposito. Adapun kepemilikan obligasi dapat diperjualbelikan dengan pihak lain—seperti layaknya saham—dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah.

Obligasi termasuk dalam jenis investasi jangka panjang mengingat umumnya, masa peminjaman yang ditawarkan minimal lima tahun. Di samping itu, risiko untuk berinvestasi dalam produk ini juga cukup tinggi.

P2P Lending

Instrumen investasi terbaru yang sesuai dengan gaya hidup digital masyarakat kini adalah P2P Lending. Sekarang, menemukan fintech berbasis Peer-to-Peer Lending di Indonesia tidaklah susah.

P2P adalah sebuah perusahaan yang menjadi jembatan antara investor dan peminjam. Pemberi pinjaman alias investor dapat berupa individu yang merasa memiliki dana lebih untuk dipinjamkan, sementara peminjam dana juga dapat berupa individu maupun UMKM yang menjalankan bisnis dan membutuhkan suntikan dana.

Perusahaan P2P akan mempertemukan investor dan peminjam dan melakukan uji kelayakan baik untuk investor maupun peminjam. Bila sesuai, perusahaan akan menawarkan profil peminjam kepada investor untuk kemudian diputuskan sendiri oleh investor apakah akan memberi pinjaman atau tidak.

Nah, itulah jenis-jenis investasi yang ada dan dapat Anda pilih sesuai kecocokan. Bila bisa berinvestasi mulai sekarang, mengapa harus nanti? ☺


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Keuangan. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.