Muharram: Bulan Pertama Kalender Hijriyah dan Sejarahnya

0
172
muharram

Dalam perhitungan kalender dalam Islam menggunakan perhitungan hijriyah. Pada kalender hijriyah ditetapkan bulan pertama yang mengawalinya adalah bulan Muharram.

Sampai sini mungkin kamu penasaran mengapa bulan Muharram yang digunakan sebagai penanggalan awal tahun Hijriyah. Jadi, penunjukkan bulan Muharram sebagai bulan pertama diajukan oleh Utsman bin Affan.

Pada saat itu, tepatnya di masa khalifah Umar bin Khattab terdapat masalah yang dialami oleh pejabat pemerintah. Masalah tersebut adalah tidak ada angka tahunan di dalam Islam.

Atas masalah tersebut, Umar bin Khattab akhirnya memutuskan untuk membuat kalender Islam yang dimulai sejak Nabi Muhammad hijrah, itulah mengapa nama kalendernya disebut hijriyah.

Kemudian untuk menentukan bulan pertama, Utsman bin Affan mengusulkan muharram dengan beberapa alasan,

Pertama, bulan tersebut oleh kalangan bangsa Arab sudah biasa dianggap sebagai bulan pertama.

Kedua, ibadah haji telah diselesaikan oleh umat Islam pada bulan Dzulhijjah.

Ketiga, ini merupakan bulan yang memunculkan tekad hijrah ke madinah.

Akhirnya diputuskanlah bulan tersebut sebagai bulan awal yang menandai awal tahun dari kalender hijriyah.

Muharram
sumber: pixabay

Makna Kata

Muharram berasal dari kata haram yang artinya suci atau terlarang. Dinamakan demikian karena pada bulan tersebut umat manusia dilarang untuk berperang dan membunuh.

Aturan ini terus berlaku hingga masa Islam. Oleh sebab itu bulan ini juga merubakan 1 dari 4 bulan haram yang disebutkan di dalam Qur’an dan hadist.

Baca Juga: Kalimat Thayyibah (10 Kalimat Baik yang diajarkan di dalam Islam)

Peristiwa yang Terjadi

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan ini baik pada masa Islam ataupun sebelumnya. Beberapa peristiwa yang terjadi diantaranya:

A. Sebelum masa Islam:

–> Kisah Nabi Adam AS yang bertaubat atas kesalahannya dan Allah ampuni dosanya.

–> Kisah Nabi Yunus AS yang ditelan ikan paus kemudian keluar dari perutnya.

–> Peristiwa selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksaan api yang diberikan oleh Raja Namrud.

–> Nabi Ayyub AS disembuhkan dari penyakit kulit yang menimpanya.

–> Nabi Musa AS diselamatkan oleh Allah SWT dan Firaun beserta para pasukannya tenggelam di laut merah.

B. Masa Islam :

–> Adanya tekad hijrah ke Madinah tepatnya setelah Baiat Aqabah II.

–> Terjadinya perang perang khaibar yang mana dimenangkan oleh pasukan muslimin.

–> Husain cucu Rasulullah wafat pada perang karbala.

Keutamaan

Beberapa keutamaan yang bisa kamu dapatkan pada bulan ini, diantaranya:

A. Termasuk salah satu bulan Haram

Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 36,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. 

B. Mendapatkan pahala yang berlipat

Ahli tafsir bernama Qatadah bin Di’amah, atau Imam Qatadah pernah berkata,

“Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar”.

Baca Juga: Niat Puasa Rajab (Arab, Latin, dan Terjemahan)

C. Waktunya Berpuasa Tasu’a dan Asyura

Di bulan ini kamu bisa melakukan amalan khusus yaitu puasa tasu’a dan asyura.

Rasulullah SAW bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

Dilanjutkan tentang apa puasa yang dimaksud di bulan ini beserta keutamaannya yaitu,

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Kemudian terkait dengan puasa Tasu’a hadist yang menjelaskannya adalah sebagai berikut:

إذا كان العام المقبل صمنا يوم التاسع

“Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan).” (HR. As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’)

Baca Juga: Niat Puasa Arafah (Arab, Latin, dan Terjemahan)

muharram
sumber: pixabay

Penutup

Demikian penjelasan tentang bulan Muharram beserta sejarah dan keutamaan yang bisa kamu raih pada bulan tersebut. Semoga kamu bisa memaksimalkan bulan tersebut dengan amalan terbaik.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.