Niat Puasa Qadha beserta Perintah Mengerjakannya Lengkap dengan Keutamaannya

0
184399
Niat Puasa Qadha

Tidak terasa sebentar lagi kita akan masuk ke bulan yang penuh keistimewaan. Bulan tersebut adalah Bulan Ramadhan. Ngomong-ngomong sudahkah kamu mempersiapkan niat puasa qadha?

Dalam Islam, puasa yang diwajibkan untuk dikerjakan adalah puasa ramadhan. Boleh tidak berpuasa di Bulan Ramadhan apabila memenuhi unsur-unsur syar’i seperti sakit, musafir atau sedang berhalangan (bagi wanita).

Meskipun ia tidak berpuasa pada saat Ramadhan, ia tetap harus menggantinya di bulan lain. Oleh sebab itu ada puasa qadha.

Pada artikel kali ini, kita akan bahas lebih lanjut tentang niat puasa qadha lengkap beserta perintah mengerjakannya.

Niat Puasa Qadha
sumber: google.com

Baca Juga: Puasa Arafah (Niat, Hukum dan Keutamaannya)

Niat Puasa Qadha

Berikut adalah bacaan untuk niat puasa qadha mulai dari arab, latin dan terjemahannya.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya adalah sebagai berikut.

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Adapun terjemahannya adalah:

“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala”

Niat puasa qadha ini bisa kamu lafadzkan baik di dalam hati maupun diucapkan di hari sebelum pelaksanaan puasa qadha.

Misalnya sehabis sholat isya dan hendak tidur. Kamu bisa membaca niat puasa qadha ini sebelumnya.

Hal ini mengacu pada penjelasan Syaikh Sulaiman Al-Bujairimi, ia mengatakan:

Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,”

(Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).

Niat Puasa Qadha
sumber: google.com

Baca Juga : Puasa Senin Kamis (Niat, Tata Cara dan Keutamaan)

Perintah Mengerjakannya

Setelah membahas tentang niat puasa qadha, kali ini adalah bahasan tentang perintah unutk mengerjakannya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa puasa ramadhan adalah puasa wajib yang dikerjakan oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali. Puasa ramadhan dapat tidak dikerjakan bila memiliki unsur syar’i sebagai alasan.

Namun, bukan berarti puasa ini lepas begitu saja ketika ramadhan telah berakhir. Bagi mereka yang membatalkan puasa ramadhan maka harus menggantinya di hari lain.

Perintah untuk melakukan qadha terhadap puasa terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 184, yaitu:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Salah satu keterangan yang menjelaskan bahwa adanya kewajiban untuk mengganti puasa ramadhan dengan puasa qadha berasal dari kitab Az-Zawaajir no. 11. Namun, pembahasan puasa qadha dalam kitab ini menggunakan metode qiyas.

Penjelasan dalam kitab tersebut adalah,

Dari syarat-syaratnya taubat adalah menyusul dan membenarkan kesalahan atau maksiat yang telah diperbuat akibat meninggalkan ibadah masa silam.

Dalam meninggalkan sholat dan puasa misalnya. Untuk bisa mengabsahkan taubatnya maka harus diqadha terlebih dahulu karena mengqadhanya diwajibkan sesegera mungin dan dihukumi fasik bila ditinggalkan seperti keterangan yang telah lewat”

Baca Juga: Serba-Serbi Puasa Rajab yang Perlu Kamu Ketahui

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang niat puasa qadha beserta perintah untuk mengerjakannya. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan serta memantabkan niat melaksanakan puasa qadha apabila ada puasa yang ditinggalkan ketika Bulan Ramadhan.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.