obligasi

Semua orang pasti memiliki masa depan, sayangnya tidak semua orang yang mampu meraih masa depan yang ia inginkan. Banyak orang yang bercita-cita ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan tetapi tidak banyak yang terealisasi. Banyak juga yang bercita-cita meraih financial freedom di usia 30 tahun tetapi nyatanya tak mudah untuk meraihnya. Kerja keras pergi pagi pulang petang tetap menjadi makanan sehari-hari.

Mengapa banyak orang gagal meraihnya?

Jawaban sederhananya karena mereka tidak memiliki persiapan. Salah satu persiapan fundamental yang harus dimiliki adalah persiapan keuangan.

Menabung tentu tidaklah cukup. Karena pada dasarnya uang yang ditabung secara nilai tidak akan pernah bertambah. Hal ini disebabkan adanya inflasi yang menyebabkan nilai uang semakin merosot.

Dengan demikian maka perlu solusi lain, apa itu?

Jawabannya adalah investasi. Ada banyak produk investasi yang bisa kamu pilih. Salah satu diantaranya yang akan dibahas pada artikel ini yaitu produk investasi obligasi.

Obligasi

Pengertian Obligasi

Mari kita mulai dari pengertian obligasi.

Apa itu obligasi?

Obligasi dikenal dalam dunia investasi khususnya pasar sebagai salah satu instrumen surat berharga. Secara definisi, obligasi adalah surat pernyataan hutang dari penerbit obligasi yang diberikan kepada pemegang obligasi dalam tempo jangka menengah ataupun  jangka panjang. Obligasi adalah instrumen yang mewajibkan penerbit obligasi untuk membayar pokok hutang+bunga sebagai imbalan kepada pemegang obligasi atas hutang yang ia berikan. Pokok hutang dan bunga atas obligasi dibayarkan pada saat jatuh tempo. Jadi secara sederhana dalam hal investasi obligasi ada dua pihak yang terlibat yaitu penerbit obligasi yang dalam hal ini adalah pihak yang berhutang dan pembeli obligasi yang dalam hal ini adalah pihak yang memberikan hutang/pinjaman.

Bila mengacu pada Keppres RI No. 775/KMK/001/1982, definisi obligasi adalah jenis efek berupa surat pengakuan utang atas pinjaman uang dari masyarakat dalam bentuk tertentu, untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 3 tahun dengan menjanjikan imbalan bunga yang jumlah serta saat pembayarannya telah ditentukan terlebih dahulu oleh emiten.

Kemudian definisi dari OJK menjelaskan bahwa Obligasi adalah  surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan.

Obligasi dapat dikeluarkan paling tidak oleh dua pihak yaitu pemerintah atau swasta. Bagi pemerintah obligasi diperuntukan untuk proyek-proyek pemerintah yang masih memerlukan dana. Lalu, bagi swasta obligasi diterbitkan dengan maksud mendapatkan suntikan dana eksternal yang dapat membuat usahanya semakin berkembang.

Baca Juga: 6 Investasi Jangka Panjang untuk Hari Tua

Istilah dalam Obligasi

Sebelum masuk lebih jauh tentang obligasi termasuk jenis-jenis obligasi hingga keuntungan obligasi. Pelajari dulu yuk istilah-istilah obligasi berikut.

  1. Nilai Nominal (Face Value), yaitu nilai pokok dari obligasi yang dibeli atau gampangnya hutang pokoknya.
  2. Kupon atau akrab disebut bunga yaitu hasil/tambahan yang kamu dapatkan ketika membeli obligasi.
  3. Jatuh Tempo (Maturity), yaitu waktu berakhirnya obligasi yang mana kamu akan mendapatkan kembali hutang pokok yang kamu berikan.
  4. Penerbit (issuer), yaitu pihak yang menerbitkan obligasi.

Jenis-Jenis Obligasi

Bicara soal jenis-jenis obligasi, yang umum diketahui adalah jenis-jenis obligasi yang yang dilihat dari siapa yang menerbitkannya. Dua jenis tersebut adalah obligasi pemerintah dan obligasi swasta atau disebut juga obligasi korporasi.

Obligasi Pemerintah

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa obligasi pemerintah adalah obligasi yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh pemerintah. Terdapat beberapa jenis obligasi pemerintah, diantaranya:

Obligasi rekap

Obligasi rekap atau sering disebut obligasi rekapitalisasi ini diterbitkan oleh pemerintah dengan maksud untuk melakukan rekapitalisasi terhadap perbankan. Melihat bahwa adanya keadaan dimana perbankan mengalami kesulitan permodalan maka obligasi rekap diterbitkan untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Surat Utang Negara (SUN)

Mungkin sebutan surat utang negara sudah tidak asing ditelinga. Obligasi ini diterbitkan dengan maksud menutupi anggaran negara atau APBN yang mengalami defisit.

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Sebagaimana namanya, obligasi ini memang dimaksudkan agar bisa dibeli secara ritel. Oleh sebab itu nominal hutang yang ditawarkan pada obligasi ini tergolong lebih kecil dibandingkan jenis obligasi yang lain. Obilgasi Ritel Indonesia memiliki karakteristik diantaranya dapat diperdagangkan tanpa warkat, adanya potensi capital gain/loss, kuponnya tetap, dan minimal pembelian Rp1 juta. Adapun maksimal pembelian dari Obligasi Ritel Indonesia ini adalah sebesar Rp 3 miliar. Dalam Obligasi Ritel Indonesia kamu bisa mendapatkan bunga setiap bulannya. Kupon yang ditawarkan pada Obligasi Ritel Indonesia khususnya yang berseri ORI015 adalah sebesar 8,25% dengan tenor selama 3 tahun. Kamu bisa mendapatkan bunga atas investasimu setiap tanggal 15 pada tiap bulan.

Obligasi Syariah

Loh, obligasi emang ada yang syariah?

Semakin berkembangnya zaman dan media investasi, masyarakat yang paham akan pentingnya investasi tapi tak mau kehilangan keberkahan atas investasi maka perlu adanya instrument investasi yang sesuai dengan kaidah syariah. Salah satunya adalah obligasi yang kemudian disebut sebagai obligasi syariah. Obligasi ini juga disebut sebagai sukuk. Perbedaan dengan obligasi pada umumnya, Obligasi Syariah mewajibkan adanya underlying asset dalam setiap obligasi yang diterbitkan. Keuntungan yang didapat oleh pemilik obligasi syariah juga bukan berupa kupon bunga melainkan berupa imbal hasil. Kaidah atas obligasi syariah juga termaktub dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No. 32/DSN-MUI/IX/2002. Dalam fatwa tersebut, obligasi syariah didefinisikan sebagai suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan  mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Dengan mengacu pada definisi tersebut maka obligasi syariah harus menggunakan akad-akad yang sesuai dengan syariah. Paling tidak akad-akad ini yang bisa digunakan dalam obligasi syariah, diantaranya mudharabah, murabahah, salam, musyarakah, ijarah dan istishna.

Baca Juga: Mengenal Sukuk Lebih Dalam

Obligasi Swasta

Apa itu obligasi swasta?

Obligasi swasta atau juga dikenal dengan obligasi korporasi adalah obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta nasional baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pihak swasta juga mengeluarkan obligasi dengan tujuan mendapatkan dana esktra untuk mengembangkan usahanya.

Ada beberapa keuntungan ketika kamu memutuskan untuk membeli obligasi dari pihak swasta atau korporasi diantaranya:

Mendapatkan pendapatan tetap dari bunga. Tingkat bunga yang ditawarkan obligasi korporasi secara umum lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan oleh deposito perbankan. Bahkan bunga tersebut bisa lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan pada instrument Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Kamu bisa mendapatkan keuntungan dari jual beli obligasi. Seperti halnya saham, kamu bisa menjual obligasi ketika harganya memang sedang naik atau lebih tinggi dibandingkan saat kamu membeli sehingga kamu bisa mendapatkan capital gain. Kalau kamu menjualnya tatkala harganya sedang turun maka siap-siap saja menerima capital loss.

Meskipun ada keuntungannya, obligasi korporasi juga memiliki kelemahan yaitu dari sisi risiko.

Lain halnya dengan obligasi pemerintah yang secara risiko lebih aman bahkan hampir dipastikan tidak mungkin default sedangkan pada swasta atau korporasi ada kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang telah dijanjikan pokok dan bunganya pada tempo waktu yang sudah ditentukan.

Dikarenakan adanya risiko tersebut, maka korporasi atau swasta biasanya memberikan tawaran dengan bunga yang tinggi sehingga sesuai dengan konsep investasi yaitu high risk high return.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Kamu mungkin juga sudah akrab mendengar kata saham.

Tapi tahukah kamu perbedaan saham dan obligasi?

Sebenarnya tujuan dari saham dan obligasi adalah sama yaitu mencari dana eksternal untuk menambah modal.

Perbedaan saham dan obligasi dapat terlihat dari beberapa segi.

Dari segi pihak yang mengeluarkannya perbedaan saham dan obligasi yaitu untuk saham hanya bisa dikeluarkan atau diterbitkan oleh swasta sedangkan obligasi dapat diterbitkan oleh swasta ataupun pemerintah.

Dilihat dari sisi perolehan keuntungan perbedaan saham dan obligasi yaitu untuk saham bisa didapat dari dividen sedangkan obligasi didapat dari bunga.

Dari sisi jangka waktu, perbedaan saham dan obligasi yaitu saham tidak memiliki jangka waktu sedangkan obligasi memiliki jangka waktu.

Lalu dilhat dari sisi kewajiban untuk membayar perbedaan saham dan obligasi yaitu saham hanya bisa dibayarkan dividennya apabila perusahaan mengalami keuntungan sedangkan obligasi tidak memperdulikan apakah perusahaan untung atau rugi. Hutang pokok dan bunga wajib untuk dibayar apabila telah jatuh tempo.

Lebih kurang itulah perbedaan saham dan obligasi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula

Mekanisme Keuntungan Obligasi

Misalnya kamu memilih untuk membeli Obligasi Ritel Indonesia dengan kupon bunga sebesar 8,25%. Kemudian kamu berinvestasi pada obligasi tersebut sebesar Rp10.000.000. Maka inilah keuntungan yang akan kamu dapatkan.

Keuntungan Kotormu adalah Rp10.000.000 x 8,25% = Rp825.000.

Dari keuntungan tersebut, karena bunga akan dibayarkan setiap tanggal 15 pada tiap bulan maka Rp825.000 : 12 = Rp68.750 per bulan. Tapi ini masih keuntungan kotor.

Bersihnya akan kamu dapatkan ketika sudah dikurangi pajak. Berapa jumlahnya?

Pajak pada obligasi diterapkan sebesar 15%.

Sehingga pajak yang harus dibayarkan adalah Rp68.750 x 15% = Rp10.313

Dari semua perhitungan tersebut maka keuntungan bersih yang kamu dapatkan adalah Rp68.750-Rp10.313 = Rp58.437 per bulan selama 3 tahun atau 36 bulan.

Contoh sederhananya dapat terlihat dalam tabel berikut.

Alternatif Investasi : P2P Lending Syariah

Dari definisi hingga perhitungan keuntungan investasi di obligasi apakah sudah membuatmu tertarik untuk investasi di instrument ini?

Bila kamu masih ragu dan merasa tidak cukup uang untuk investasi di instrument ini maka kamu bisa mencoba alternatif investasi lain, yaitu P2P lending syariah.

P2P Lending Syariah adalah model bisnis yang menghubungkan antara pemilik modal/investor dengan pihak yang membutuhkan modal.

Salah satu startup yang menggunakan model bisnis P2P lending syariah adalah Qazwa. Startup ini memiliki model bisnis yaitu menghubungkan investor dengan pelaku UMKM yang membutuhkan ekstra dana agar bisnisnya bisa berkembang.

Untuk investasi pada sektor ini kamu tidak perlu mengeluarkan kocek terlalu tinggi. Cukup dengan uang Rp100 ribu kamu sudah bisa memulai investasi.

Menariknya, return yang ditawarkan Qazwa bisa mencapai 24%. Return yang lebih tinggi dibandingkan obligasi yang tadi sudah dibahas sebelumnya.

Baca Juga: Apakah P2P Lending Halal?

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang obligasi yang perlu kamu ketahui. Kamu sudah tahu apa itu obligasi, jenis-jenis obligasi, perbedaan obligasi dan saham serta mekanisme keuntungan obligasi. Sekarang keputusanmu apakah ingin investasi di instrumen ini atau di tempat lain seperti P2P lending syariah.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here