Kenali Pegadaian Syariah : Apakah benar sesuai syariah?

0
6961
Pegadaian Syariah

Ada beberapa lembaga keuangan di Indonesia. Lembaga keuangan tersebut terbagi menjadi dua jenis diantaranya lembaga keuangan bank (LKB) dan lembaga keuangan non bank (LKNB).

Jenis lembaga keuangan bank diantaranya, Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat.

Adapun jenis lembaga keuangan non bank diantaranya, Pasar Modal, Pegadaian, Pasar Uang, Sewa Guna Usaha, Koperasi Simpan Pinjam, Baitul Maal Wat Tamwil, Anjak Piutang, Dana Pensiun, dan Modal Ventura.

Beberapa waktu yang lalu kita sempat bahas salah satu lembaga keuangan non bank yaitu pegadaian.

Pembahasan tentang pegadaian dijelaskan secara umum. Ada beberapa poin spesifik bagi kamu yang ingin mendapatkan modal bisnis melalui pegadaian.

Baca Juga: Modal Bisnis dari Pegadaian? Buntung atau Untung?

Sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa ada dua jenis pegadaian yaitu pegadaian konvensional dan pegadaian syariah.

Pada artikel kali ini akan dibahas lebih spesifik tentang pegadaian syariah.

Apa itu pegadaian syariah dan apa bedanya dengan konvensional? Apakah pegadaian syariah sudah benar-benar sesuai syariah?

Yuk kita kupas bersama.

Pegadaian Syariah
sumber: unsplash.com

Pengertian

Mari kita awali dari pengertiannya. Pegadaian syariah adalah lembaga keuangan non bank yang memberikan fasilitas berupa pembiayaan dan jasa gadai dengan berdasarkan prinsip syariah.

Akad utama yang digunakan adalah akad rahn.

Penjelasan tentang akad ini terdapat pada fatwa DEWAN SYARI’AH NASIONAL (DSN)
Nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn.

Dalam fatwa DSN MUI tersebut dijelaskan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang dalam bentuk rahn diperbolehkan dengan beberapa ketentuan, diantaranya:

a. Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan Marhun  (barang) sampai semua utang Rahin (yang menyerahkan barang) dilunasi.

b. Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik Rahin. Pada prinsipnya, Marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh Murtahin kecuali seizin Rahin, dengan tidak mengurangi nilai Marhun dan pemanfaatannya itu sekedar pengganti biaya pemeliharaan dan perawatannya.

c. Pemeliharaan dan penyimpanan Marhun pada dasarnya menjadi kewajiban Rahin, namun dapat dilakukan juga oleh Murtahin, sedangkan biaya dan pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban Rahin.

d. Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman.

e. Penjualan Marhun

  1. Apabila jatuh tempo, Murtahin harus memperingatkan Rahin untuk segera melunasi utangnya.
  2. Apabila Rahin tetap tidak dapat melunasi utangnya, maka Marhun dijual paksa/dieksekusi melalui lelang sesuai syariah.
  3. Hasil penjualan Marhun digunakan untuk melunasi utang, biaya pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dibayar serta biaya penjualan.
  4. Kelebihan hasil penjualan menjadi milik Rahin dan kekurangannya menjadi kewajiban Rahin.

Baca Juga: Panduan Investasi Emasi di Pegadaian

Pegadaian Syariah
sumber: unsplash.com

Jenis Produk

Untuk jenis-jenis produk yang ada di pegadaian syariah dalam perkembangannya setidaknya memiliki beberapa produk. Dan kita akan bahas 3 diantaranya.

1. Pembiayaan Rahn

Inilah produk utama di pegadaian syariah. Sebagaimana sistem gadai dimana kamu akan mendapatkan dana yang kamu butuhkan dengan cara menggadai barang yang kamu punya.

Jaminan atau barang yang bisa kamu gadaikan untuk layanan ini diantaranya adalah barang perhiasan, elektronik, atau kendaraan bermotor.

Tenang saja, seluruh barang jaminanmu akan tersimpan secara aman di pegadaian.

Sistem pegadaian syariah tidak sama dengan konvensional yang menerapkan bunga. Pada sistem ini, pegadaian hanya meminta biaya jasa atas pemeliharaan barang jaminan alias ujrah.

Marhun bih atau peminjam melalui produk ini bisa mendapatkan pinjaman antara Rp50.000,- hingga Rp500.000.000,-

2. Arrum Haji

Ini adalah layanan dari pegadaian syariah yang bertujuan untuk memudahkan nasabah dalam rangka melaksanakan ibadah haji.

Jaminan yang bisa diajukan untuk bisa mendapatkan layanan ini adalah berupa emas minimal Rp7 juta.

Dengan menggunakan layanan ini, nasabah bisa memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor haji.

3. Tabungan Emas

Ini adalah salah satu layanan pegadaian syariah yang memiliki fokus pada investasi. Buat kamu yang tertarik investasi khususnya dalam bentuk emas maka kamu bisa mencoba layanan ini.

Modal untuk memiliki tabungan emaspun relatif sangat terjangkau. Yaitu dimulai dari budget sebesar Rp5000an atau setara dengan berat 0,01 gram. Murah, bukan?

Ditambah, tabungan emas ini nyatanya bisa dicairkan dengan mudah sehingga apabila kamu memiliki kebutuhan mendesak maka uangmu bisa segera cair.

Baca Juga: Tabungan Emas Pegadaian (Cara Main dan Keuntungan)

pegadaian syariah
sumber: unsplash.com

Apakah Sesuai Syariah?

Sebelum membahas atau menentukan apakah pegadaian syariah sudah sesuai syariah atau belum. Mari kita ketahui dulu bagaimana model bisnis dari lembaga keuangan non bank yang satu ini.

Berikut penjelasan Dr. Adiwarman Karim terkait mekanisme model bisnis pegadaian syariah.

Pada tahap pertama, orang yang membutuhkan uang maka mereka datang ke pegadaian syariah. Kemudian, secara teknis akan dilakukan penaksiran terhadap barang yang akan digadaikan.

Setelah dilakukan penaksiran terhadap barang yang digadaikan, orang tersebut akan mendapatkan sejumlah dana sesuai nilai taksiran tersbut.

Berbeda di pegadaian konvensional yang menerapkan sistem bunga, pada pegadaian syariah bukan bunga yang diterapkan. Uang yang mereka dapat adalah dari jasa penitipan barang yang digadaikan.

Jasa pentipan ini tidak serta merta dikalikan dari persentase tertentu, tapi dia dikaitkan dengan suatu rate tertentu.

Misalnya kalau barangnya sekian gram sampai sekian gram, maka biaya penitipannya atau ujrah yang dikenakan adalah sekian.

Sehinga yang terjadi di pegadaian syariah ini, nasabah dikenakan charge berupa biaya tempat pentipian. Jadi mereka membayar biaya sewa penitipan.

Dengan demikian, karena model bisnis yang dibentuk sudah sesuai dengan fatwa DSN MUI tentang rahn. Maka pada kesimpulan artikel ini, Insya Allah pegadaian syariah secara prinsip sudah sesuai dengan syariah.

Adapun bila ada perbedaan pendapat maka itu adalah hal yang wajar dan jangan ribut karena perbedaan. Hehe.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang pegadaian syariah yang perlu kamu ketahui. Jadi pegadaian syariah secara prinsip insya Allah sudah sesuai dengan syariah.

Yang jelas bila akhirnya kamu ingin mencoba fasilitas pegadaian karena kebutuhan yang mendesak maka gunakanlah pegadaian syariah.

Jika kamu tertarik dengan konten ekonomi islam seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.