Penerima Zakat, siapa saja orang yang berhak menerima zakat?

0
8807
penerima zakat

Salah satu perintah dalam Al-Qur’an yang merupakan salah satu rukun Islam adalah membayar zakat. Bagi mereka yang mampu, maka ia wajib membayar zakat, apabila tidak mampu maka ia bisa termasuk orang yang penerima zakat.

Lain halnya dengan sedekah yang mana bisa diberikan kepada siapa saja. Untuk zakat, ia memiliki aturan sendiri dari segi penerimaan.

Ada golongan-golongan yang dikategorikan didalam Al-Qur’an sebagai pihak yang berhak menerima zakat.

Lalu, siapa saja penerima zakat?

Jelas dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 tentang golongan penerima zakat. Allah SWT berfirman:

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
(60)

Artinya:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jadi jika disimpulkan golongan penerima zakat ada 8 diantaranya: fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hamba sahaya, orang-orang yang berhutang, fii sabilillah, dan musafir.

Mari kita bahas satu persatu dari kedelapan golongan tersebut.

Baca Juga: Keutamaan Bulan Ramadhan dan Bagaimana Cara Menyambutnya

penerima zakat
sumber: unsplash.com

Fakir

Fakir adalah golongan penerima zakat yang kondisinya tidak lebih baik dibandingkan golongan yang miskin.

Ada beberapa pendapat ulama terkait dengan fakir.

Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA mengatakan bahwa fakir adalah kondisi dimana ia memiliki penghasilan namun belum sampai setengah bulan katakanlah hari ke-12 penghasilannya sudah habis.

Ustadz Abdul Somad,Ph.D berpendapat hal lain terkait fakir. Menurutnya fakir adalah kondisi dimana seseorang sama sekali tidak memiliki penghasilan.

Miskin

Fakir dan miskin meskipun berbeda secara definisi tetapi selalu disamakan dalam hal operasional. Makanya sering kita dengar sebutan orang penerima zakat yaitu fakir miskin.

Definisi miskin adalah orang yang memiliki penghasilan namun tidak cukup dalam memenuhi kebutuhannya sebulan.

Jadi, misalnya ada seseorang memiliki biaya untuk kebutuhan hidup sebesar 2 juta per bulan. Tetapi penghasilannya hanyalah 1 juta per bulan. Maka ia tergolong dalam kategori miskin.

Amil Zakat

Pihak berikutnya yang memiliki hak untuk menjadi penerima zakat adalah amil zakat. Ia adalah petugas yang mengelola uang zakat.

Pekerjaan seorang amil zakat diantaranya adalah mengumpulkan, menyimpan, menjaga, mencatat masuknya uang zakat.

Ia juga mencatat berapa zakat yang keluar beserta sisanya. Lalu menyalur atau mendistribusikannya kepada mustahik zakat.

Namun, biasanya zakat untuk amil secara prioritas ia berada pada prioritas terakhir.

Artinya zakat yang didapatkan harus diutamakan untuk diserahkan pada golongan lain yaitu fakir, miskin dan sebagainya.

Mualaf

Mualaf diambil dari kata ulifa yang artinya sesuatu yang dilembutkan. Orang atau subjeknya disebut sebagai mualaf.

Artinya, mualaf adalah seseorang yang hatinya mulai lembut dan mulai tersentuh dengan Islam.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, asalnya mualaf itu ditujukkan kepada orang yang belum Islam tetapi hatinya memiliki ketertarikan kepada Islam.

Orang-orang yang seperti ini berhak dalam menerima zakat. Bila ia sudah masuk Islam asalnya sudah bukan mualaf lagi tetapi sudah disebut sebagai muslim.

Meskipun demikian, ada juga orang yang tetap disebut mualaf meskipun ia sudah masuk Islam. Ialah orang yang baru masuk Islam tetapi hatinya masih goyah.

Karena ketika ia masuk Islam, keluarganya menjauhi, kerabatnya tidak lagi menghubungi, teman dekatnya tidak lagi ingin mengenalnya. Nah, disaat seperti ini zakat bisa diberikan.

Pemberian zakat dimaksudkan agar ia merasa bahwa ada keluarga yang membantu dilingkuannya yang baru sekarang.

Baca Juga: Zakat Fitrah (Pengertian, Makna, Dalil, Rukun dan Objeknya)

penerima zakat
sumber: unsplash.com

Riqab

Pada zaman Rasulullah SAW, seorang budak seringkali diperlakukan secara manusiawi.

Salah satu cara untuk bisa melepaskan para budak dari siksaannya adalah dengan cara membebaskannya atau memerdekakannya.

Riqab secara bahasa artinya memerdekakan budak. Artinya zakat diberikan untuk tujuan memerdekakan seorang budak agar ia terlepas dari siksaannya.

Gharimin

Gharimin adalah orang yang memiliki hutang. Penerima zakat yang berikutnya ini adalah orang yang dalam hidupnya memiliki hutang.

Namun hutang tersebut tidak sembarang hutang. Ada hutang yang tidak termasuk ke kategori gharimin.

Seperti hutang cicilan rumah yang belum tuntas. Orang yang memiliki hutang berupa cicilan maka ia tidak berhak untuk mendapatkan zakat.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa gharimin adalah hutang yang diberikan pada seseorang sebagai penerima zakat karena ia punya suatu tanggungan yang pernah digunakan untuk maslahat dalam syariat.

Misal, ada seseorang yang pernah bantu dalam pembangunan madrasah.

Begitu berjalannya proyek tiba-tiba usaha atau bisnisnya sedang menurun sehingga terlibat dalam pemenuhan-pemenuhan yang belum selesai bahkan terlilit hutang.

Maka orang tersebut dapat dibantu kebutuhan hidupnya dengan diberikan zakat.

Penerima Zakat
sumber: unsplash.com

Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan namun kehabisan bekal. Ingat poinnya adalah ia dalam perjalanan dan kehabisan bekal.

Jadi kalau ia berada dalam perjalanan tapi tidak kehabisan bekal itu namanya musafir. Bedakan antara ibnu sabil dengan musafir.

Orang yang tergolong ibnu sabil dapat diberikan zakat agar ia bisa meneruskan perjalanannya.

Baca Juga: Doa Buka Puasa ala Rasulullah beserta latin dan artinya

Fii Sabilillah

Sebagaimana terjemahannya, bahwa penerima zakat yang selanjutnya adalah orang yang berjuang di jalan Allah.

Ulama berbeda pendapat mendefinisikan pengertian fii sabilillah secara makna operasional. Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa fii sabilillah menurut pendapat ulama terkuat adalah orang yang berjuang di jalan Allah dalam makna peperangan.

Itu sebabnya zakat bisa dikumpulkan untuk kemudian diserahkan kepada orang-orang yang berada di palestina ataupun di syria.

Adapun pendapat kedua makna fii sabilillah diperluas menjadi orang yang berjuang di jalan Allah dengan berbagai lini atau bidang.

Seperti seorang pelajar, orang yang membangun masjid, penerima beasiswa yang memiliki program-program keislaman dan sejenisnya.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang 8 golongan penerima zakat yang perlu kita ketahui. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan tentang keislaman dan membuat kita lebih paham tentang 8 asnaf yang menerima zakat.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.