Pengertian Riba dan Bunga Bank, Apakah Berbeda atau Sama ?

0
12352
pengertian riba dan bunga bank

Sebelumnya kita telah membahas tentang jenis jenis, contoh, serta bahaya riba. Namun, apakah kamu sudah tahu pengertian riba dan bunga bank itu sendiri?

Riba ternyata memiliki beberapa pengertian. Menurut bahasa, riba bermakna ziyadah atau tambahan. Secara linguistik, riba berarti tumbuh dan membesar. Sedangkan menurut istilah teknis, riba juga berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. 

Nah, salah satu contoh nyata implementasi riba dalam kehidupan sehari-hari adalah bunga bank. Meskipun enak didengar, istilah bunga sebetulnya upaya perbankan untuk mempermanis praktik riba dalam kehidupan. Sama seperti asal katanya, bunga dapat bermakna tambahan untuk memperindah. 

Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 1 Tahun 2004 tentang bunga (interest/fa’idah), memperhatikan pendapat para ulama ahli fiqh bahwa bunga yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (utang-piutang, al-qardh; al-qardh wa al-iqtiradh) telah memenuhi kriteria riba yang diharamkan Allah. Itu dia pengertian riba dan bunga bank.

Secara garis besar, bunga yang diberikan oleh pihak bank sendiri ada dua jenisnya, yaitu :

1. Bunga Simpanan

Bunga yang diberikan bank kepada nasabah karena telah melakukan simpanan pada bank. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan nasabah agar menempatkan dananya di bank. Sehingga akan membangkitkan nasabah untuk senantiasa menabung di bank semakin banyak lagi. Bertambahnya nilai nomimal uang yang dimiliki tanpa harus berbuat apa-apa tentu saja sangat menggiurkan bagi para nasabah. Bunga simpanan sendiri ada dua contohnya :

– Tabungan

Sesuai namanya, bunga tabungan merupakan bunga yang akan diperoleh nasabah setelah menyetorkan tabungannya kepada bank. Bunga tabungan umumnya berkisar antara 0.5% hingga 3% lebih rendah dari bunga deposito. Bunga tabungan lazimnya diterapkan dalam sistem perbankan konvensional, sedangkan perbankan syariah lazimnya menggunakan sistem bagi hasil pada tabungan nasabah.

– Deposito

Selain tidak sama persentase kisaran jumlah bunga, ada beberapa perbedaan lainnya antara tabungan dengan deposito. Persentase bunga deposito berkisar 5% hingga 8%. Prosedur penarikan deposito juga tidak bisa dicairkan serta-merta dengan mudah seperti pada tabungan. Ada jangka waktu atau tenor tertentu untuk pengambilan dana deposito. Jika kita mengambil di luar tempo, maka kita bisa mendapatkan denda dari bank yang bersangkutan. Jika kamu ingin mencoba deposito sebagai langkah awal untuk investasi, kamu bisa mencoba deposito syariah yang mempraktikkan bagi hasil dan tanpa bunga. 

2. Bunga Pinjaman

Bunga yang akan ditagihkan oleh bank kepada nasabah karena telah melakukan peminjaman di bank, termasuk juga kartu kredit. Bank berusaha membantu nasabah yang kekurangan dana dengan memberikan pinjaman. Akan tetapi, pinjaman tersebut harus dibayarkan nantinya beserta dengan tambahan bunga. Sehingga, total harga yang harus dikeluarkan nasabah jelas lebih tinggi jika menghutang di bank daripada dengan uang sendiri. Contoh bunga pinjaman :

– Kredit

Biasanya beban bunga yang harus dibayarkan sebesar 0.5% hingga 1.5%. Nasabah dapat mengembalikan pinjaman beserta bunganya dengan cara mencicil. Daripada harus membayarkan bunga, nasabah bisa mencoba mengajukan pinjaman melalui pembiayaan syariah.

Baca Juga : 7 Cara Kamu Bisa Dapatkan Pembiayaan Syariah

Dengan mengetahui pengertian riba dan bunga bank, semoga kita bisa lebih teliti lagi dalam persoalan finansial. Semoga bermanfaat.


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.