Perkembangan Islam Pada Masa Modern beserta Pemikirannya

0
155
perkembangan Islam pada masa modern

Islam dalam penyebarannya mengalami beberapa fase setidaknya ada 3 fase yaitu fase klasik, pertengahan dan modern. Nah, pada artikel kali ini yang aka dibahas adalah perkembangan Islam pada masa modern.

Fase klasik terjadi pada tahun 650 -1250 Masehi. Masa ini dipegang oleh Rasulullah SAW beserta para sahabat. Pada fase ini, Islam mendapatkan kejayaannya.

Hal tersebut dibuktikan dari semakin meluasnya ajaran Islam di berbagai daerah. Kemudian ada juga integrasi ilmu pengetahuan dan sains yang membuat terbentuknya banyak ilmuwan muslim.

Fase berikutnya adalah fase pertengahan. Terjadi pada tahun 1250-1800. Fase ini dipegang oleh dinasti keislaman seperti dinasti umayyah dan usmaniyyah.

Pada masa ini Islam mengalami kemunduran karena adanya bentrok kekuasaan dari masing-masing dinasti. Kemudian fase berikutnya adalah fase modern.

Fase ini terjadi pada tahun 1800 hingga sekarang. Fase ini disebut dengan fase pembaruan. Ada banyak pemikiran yang lahir pada fase ini.

Hadirnya fase pembaruan tersebut juga timbul akibat adanya penyimpangan yang terjadi terhadap ajaran agama Islam. Penyimpangan yang mulai.

Beberapa penyimpangan tersebut, diantaranya:

Baca Juga: Konsep tentang Islam Rahmatan Lil Alamin

Perkembangan Islam Pada Masa Modern
sumber: unsplash

A. Tercampurnya kemusyrikan dalam ajaran ketahuidan.

Padahal tauhid adalah hal fundamental yang tidak bisa diotak-atik. ketika tauhid telah diserang maka penyimpangan terhadap agama ini sudah sangat jauh.

Salah satu contoh kemusyrikan yang terjadi di masa-masa saat ini seperti dianggapnya makam sebagai sesuatu yang keramat. Bahkan ada yang sampai menyembah makam.

Kemudian tradisi pemberian sesajen kepada makhluk sakral yang dimaksudkan untuk mengusir bala. Padahal segala musibah datangnya atas izin Allah dan permohonan perlindungan bala/musibah juga harus kembali kepada-Nya.

Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir ” yang artinya, “Hanya Allah tempat memberi petunjuk dan memohon perlindungan”.

Baca Juga: Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

B. Adanya kelompok Islam ekstrim yang hanya fokus pada urusan akhirat sehingga aktivitas dunia dilupakan.

Kelompok ini tidak lagi mencari harta dengan anggapan harta tidak dibawa mati. Hal tersebut memang benar tetapi tidak bisa seekstrim itu dalam mengambil sikap karena dalam Islam dikenal dengan konsep tawazun alias seimbang.

Pada fase ini mulai muncul para ulama pembaharu dengan berbagai pemikirannya untuk mengatasi penyimpangan yang terjadi.

Muhammad bin Abdul Wahab

Bleiau adalah tokoh yang lahir di Najed (Arab Saudi) pada tahun 1703 M. Kemudian wafat di umurnya yang ke 84 pada tahun 1787 M.

Ia adalah tokoh yang terkenal dengan gerakan pemurnian ajaran yang ia dirikan. Gerakan tersebut diberi nama “Wahabi” sesuai dengan nama belakangnya.

Muhammad bin Abdul Wahab memiliki berbagai macam karya yang terkait dengan ajaran Islam berupa kitab/buku. Total buku yang telah ia tulis mencapai puluhan.

Buku yang paling populer adalah kitab “At-Tauhid” yang berisi tentang penuntasan/pemberantasan syirik, tahayul, bid’ah dan kufarat.

Jamaludin Al Afgani

Beliau adalah ulama modernis yang memiliki pemikiran bahwa kejayaan Islam dapat diraih kembali dengan cara memberikan rasio dan kebebasan terhadap pemahaman Islam.

Kepemimpinan yang bersifat otokrasi harus diubah dengan sistem demokrasi. Kemudian hak-hak wanita perlu diperjuangkan untuk maju sehingga untuk mewujudkan masyarakat Islam yang dinamis dan maju.

Rifa’ah Badawi Rafi’at At-Tahtawi

Beliau lahir di Tahta tahun 1801 Masehi dan wafat di Mesir. Beliau adalah tokoh yang menginginkan Islam yang moderat dan tawazun.

Ia ingin umat Islam tidak hanya mementingkan akhirat tetapi juga memperhatikan dunia. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam tidak dijajah oleh bangsa lain.

Perkembangan Islam pada Masa Modern
sumber: unsplash

3 Golongan Pemikiran Islam Modern

Dikarenakan sejak tahun 1800 Masehi, Islam tidak dipegang kekuasaannya oleh siapapun sebagaimana sebelumnya dipegang oleh seorang Khalifah. Hal ini menyebabkan terbaginya pemikiran Islam modern kedalam 3 golongan.

Revivalis

Revivalis adalah golongan pemikiran yang meyakini bahwa Islam dan kenegaraan adalah 2 hal yang bisa digabungkan dan diterapkan sebagaimana Nabi Muhammad SAW menerapkannya.

Golongan pemikiran ini ingin memurnikan kembali ajaran Islam sebagaimana kodratnya dan saklek penerapannya seperti di zaman Rasulullah SAW.

Modernis

Golongan modernis adalah golongan yang mana mereka setuju dengan pendapat dari revivalis tetapi memberikan sedikit toleransi.

Gampangnya gini, kita bisa saja menyamakan sistem pemerintahan yang sekarang dengan sistem pemerintahan yang diterapkan pada masa Rasulullah SAW. Tetapi hal tersebut harus melihat kondisi umat.

Tidak bisa tiba-tiba diterapkan tanpa melihat realita yang ada.

Sekularis

Golongan ini intinya ingin memisahkan antara keislaman dengan kenegaraan. Jadi apa yang diatur negara harus dipisahkan dengan peran agama.

Sistem pemerintahan tidak bisa disamakan dengan agama. Ia adalah entitas yang berbeda. Tidak dapat dipersatukan ataupun dicampuradukkan.

Baca Juga: Sejarah Sarekat Dagang Islam

Penutup

Demikian penjelasan tentang perkembangan Islam pada masa modern. Semoga penjelasan ini dapat memberikan wawasan untukmu terkait sejarah Islam.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.