pinjaman syariah tanpa riba

Kamu di tengah krisis finansial? Ingin membangun usaha sendiri tapi tersangkut masalah modal? Sibuk mencari pinjaman modal yang lepas dari bunga? Memangnya ada ya? Jawaban dari pertanyaan terakhir tentu saja ‘tidak’ apabila pencarian kamu hanya sekitaran perbankan atau lembaga keuangan konvensional. Padahal hadir beragam alternatif pinjaman syariah tanpa riba yang bebas kamu coba saat tengah terjepit persoalan keuangan, diantaranya sebagai berikut :

1. Perbankan syariah

Solusi pertama yang mungkin kamu coba adalah mengajukan pinjaman pada perbankan syariah. Tidak perlu cemas soal metode bunga yang mungkin berfluktuasi. Metode yang digunakan adalah sistem kemitraan bagi hasil dan bagi risiko. Kamu sebagai nasabah bisa bernapas lega karena risiko kegagalan ditanggung bersama. Jika kamu tidak berhasil mengembalikan pinjaman, maka akan dicari jalan ke luar terbaik untuk ke dua belah pihak. 

2. Online

Saat ini sudah berkembang lembaga keuangan baik bank maupun non bank yang memberikan pinjaman syariah online tanpa riba. Salah satu terobosan sistem pinjaman syariah secara online yang mulai terkenal adalah Peer to Peer (P2P) lending berbasis syariah. 

Baca Juga : Apa Itu P2P Syariah?

P2P Lending ini berperan sebagai penjembatan antara pemberi dan penerima pinjaman. Penerima pinjaman diuntungkan karena mendapat kemudahan dalam menjalankan usahanya. Di sisi lain, pemberi pinjaman juga mendapat keuntung bukan dari beban bunga melainkan atas biaya sewa atau manfaat atas barang jasa yang digunakan.

3. Orang Terdekat

Keluarga, teman dekat, sahabat, atau saudara memang selalu bisa diandalkan dalam berbagai persoalan, termasuk juga pinjam meminjam. Mereka paham betul kondisi kita dan tentu saja mau membantu.

Akan tetapi, dana yang mereka pinjamkan bisa jadi terbatas karena mereka pun bukan lembaga penghimpun dana. Saat kamu menggunakan cara ini, jangan sampai peminjaman ini menjadi kendala kamu untuk bersilaturahmi dengan mereka di kemudian hari.

4. Pegadaian Syariah

Antara pegadaian syariah maupun konvensional sama-sama dapat menggadaikan barang sebagai jaminan untuk memperoleh dana pinjaman. Namun, ada beda yang jelas antar keduanya. Pegadaian syariah tidak mengambil keuntungan dalam bentuk bunga yang dapat berlipat ganda ataupun bagi hasil, tetapi berupa upah jasa pemeliharaan atas barang jaminan yang digadaikan. Terus pakai apa? Nah, gadai syariah umumnya menggunakan akad rahn yang artinya menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan. Jadi niatnya dimaksudkan sebagai perjanjian untuk tolong menolong antar sesama.

5. Kartu kredit

Seluruh peraturan kartu kredit syariah sudah tercakup dalam ketentuan umum fatwa DSN-MUI No. 54/DSN-MUI/X/2006, tentang kartu kredit syariah. Sama dengan keempat cara di atas, cara terakhir ini juga tidak mengaplikasikan sistem riba. Pengguna kartu kredit diminta membayar iuran anggota sebagai imbalan izin untuk menggunakan kartu. Besaran iuran tersebut disesuaikan pada bank syariah yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Tentu saja kartu kredit syariah juga hanya dapat digunakan untuk membeli barang jasa yang halal dan tidak mengandung riba.

Lalu bagaimana? Kamu sudah tahu cara mana yang ingin ditempuh? Semoga dengan mengetahui cara cara di atas, bisa memberi kamu pencerahan yaaa hehehe


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

2 COMMENTS

    • untuk mengajukan pembiayaan anda bisa menghubungi partner kami yaitu qasir.id, sedangkan untuk pendidikan qazwa tidak menyediakan pinjaman jenis tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here