PPh 21 : Definisi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

0
221
pph 21

Bagi kamu yang saat ini sudah bekerja, maka penting bagimu untuk mengetahui apa itu PPh 21. Sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk kita mulai membayar pajak.

Pajak adalah sumber utama penghasilan pemerintah. Tanpa adanya pajak, pemerintah akan kesulitan untuk melakukan pembangunan demi kemaslahatan rakyatnya.

Coba bayangkan kalau kamu tidak membayar pajak, darimana pemerintah bisa membangun sekolah, rumah sakit, transportasi publik dan sebagainya. Masa iya hutang lagi.

Salah satu jenis pajak yang bisa kamu bayarkan khususnya sebagai seorang pekerja adalah PPh 21.

Nah, apa itu PPh 21, bagaimana cara menghitungnya serta komponen apa saja yang dimasukkan dalam perhitugan tersebut? Itulah yang akan dibahas pada artikel kali ini.

Baca Juga: SPT (Pengertian, Fungsi dan Periodenya)

PPh 21
sumber: unsplash.com

Pengertian

PPh 21 diatur dalam peraturan Dirjen Pajak yaitu nomor PER-32/PJ/2015.

Dalam peraturan tersebut PPh 21 didefinisikan sebagai pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain  dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.

Orang yang dikenai atas pajak penghasilan ini setidaknya terbagi ke dalam enam kategori. Ke enam kategori tersebut diantaranya:

a. Pegawai,

b. Penerima pesangon, pensiun atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua, termasuk ahli warisnya juga merupakan wajib pajak PPh 21.

c. Bukan pegawai, yang mana pada kategori ini si wajib pajak menerima penghasilan melalui jasa yang diberikan seperti:

-> Tenaga ahli seperti konsultan, akuntan, dokter, notaris, dan sebagainya.

-> Seniman seperti pemain musik, sutradara, produser, bintang film, dan sebagainya.

-> Olahragawan,

-> Penulis, Pengarang, Penerjemah.

-> Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator.

-> Pengarang, peneliti, dan penerjemah.

-> Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasi, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, sosial, serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan.

-> Agen iklan.

-> Pengawas atau pengelola proyek.

-> Pembawa pesanan atau yang menjadi perantara.

-> Petugas penjaja barang dagangan.

-> Petugas dinas luar asuransi.

-> Distributor perusahaan MLM (Multi Level Marketing) atau direct selling, dan kegiatan sejenis lainnya.

-> Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap di perusahaan yang sama.

-> Mantan pegawai.

Termasuk wajib PPh 21 peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan, antara lain peserta yang mengikuti:

  1. Perlombaan dalam segala bidang, antara lain perlombaan olah raga, seni, ketangkasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan perlombaan lainnya;
  2. Konferensi, sidang, pertemuan, atau kunjungan kerja;
  3. Kepanitiaan sebagai penyelenggara kegiatan tertentu;
  4. Pendidikan dan pelatihan; atau
  5. Kegiatan lainnya.

Baca Juga: Panduan Memilih Sekuritas Terbaik untuk Pemula

Komponen perhitungan PPh 21

Sekarang mari kita masuk ke pembahasan cara perhitungan dari Pajak Penghasilan pasal 21 ini.

Cara perhitungan pajak yang satu ini memiliki dasar hukum yang menjadi acuan perhitungan. Dasar hukum tersebut diantaranya:

  • UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dan 102/PMK.010/2016
  • dan Peraturan/UU lainnya yang memuat tentang Pajak Penghasilan.

Sebelum masuk ke rumus perhitungan, kita perlu tahu nih apa saja yang termasuk ke dalam komponen perhitungan. Dilansir dari Pajak Online, beberapa komponen yang digunakan untuk perhitungan PPh 21 diantaranya:

A. Penghasilan Bruto (penghasilan yang diterima wajib pajak setiap bulan tanpa dikurangi apapun seperti gaji pokok 4 juta/bulan atau nominal lainnya),

B. Penghasilan tidak rutin, yaitu penghasilan yang diterima dalam waktu tertentu seperti THR, bonus ataupun upah lembur,

C. Iuran BPJS atau Premi Asuransi Pegawai yang dibayar perusahaan. Kewajiban kepemilikan BPJS diperuntukkan bagi WNI atau WNA yang tinggal di Indonesia selama enam bulan. Pembayarannya dihitung berdasarkan persentase dari gaji pegawai.

D. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yaitu sebuah kompensasi atau rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan.

Iuran ini dalam perhitungannya dengan upah didasarkan pada persentase. Adapun rumusan persentasenya dibagi dalam lima kelompok, diantaranya:

I : premi sebesar 0,24% x upah kerja sebulan.

II : premi sebesar 0,54% x upah kerja sebulan.

III : premi sebesar 0,89% x upah kerja sebulan.

IV : premi sebesar 1,27% x upah kerja sebulan.

V : premi sebesar 1,74% x upah kerja sebulan

E. Jaminan Kematian, sebesar 0,3% dari gaji bulanan.

F. Jaminan kesehatan, sebesar 5% dari gaji bulanan. Biasanya pembagiannya 4% dibayarkan oleh perusahaan 1%nya dari pekerja.

Yang lainnya adalah opsional yaitu tunjangan PPh 21 dan tunjangan BPJS.

Ada juga komponen terakhir yaitu pengurang penghasilan bruto.

Baca Juga: Kurs BI (Penjelasan dan Faktor yang Mempengaruhinya)

PPH 21
sumber: unsplash.com

Cara Perhitungan

Berkaitan dengan cara perhitungan, dibedakan pada beberapa kategori.

Berdasarkan PER-32/PJ/2015, pegawai tetap dan penerima pensiun berkala akan dikenakan PKP dengan rumus perhitungan:

PKP = Penghasilan Neto – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) terbaru.

Lalu, untuk pegawai tidak tetap maupun tenaga kerja lepas rumus perhitungan PKPnya adalah:

PKP = Penghasilan Bruto – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) terbaru

Selanjutnya untuk pegawai (dengan kondisi lainnya) yang termuat dalam peraturan tentang PPh Pasal 3, rumus perhitungannya adalah:

PKP = 50% x (Penghasilan Bruto – Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Terakhir bagi mereka yang bukan pegawai maka perhitungan PKPnya adalah:

PKP = 50% x Penghasilan Bruto

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang PPh 21 termasuk perhitungan, komponen dan cara perhitungannya. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan tentang pajak dan bisa meningkatkan semangatmu untuk membayar pajak.

Jika kamu tertarik dengan konten bisnis seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here