Fenomena Prank dan Bagaimana Islam Memandangnya?

0
585
prank

Fenomena prank saat ini sudah nyaris menjadi budaya sebagai konten hiburan masa kini.

Mulai dari stasiun tv, instagram dan youtube mengadopsi konsep prank untuk konten mereka.

Bagi mereka dengan konsep ini, rating menjadi lebih bagus dan penonton menjadi lebih terhibur.

Reaksi netizen melihat fenomena inipun beragam. Ada yang menyambutnya dengan suka cita seakan memang ini adalah hiburan buat mereka.

Ada juga yang mengecam aksi-aksi tersebut.

Salah satu program di stasiun tv yang menuai kecaman karena aksi prank-nya adalah acara fesbuker.

Di acara tersebut Haruka sebagai bintang tamu dikerjai oleh beberapa artis. Ia dituduh telah mencuri jam milik Raffi Ahmad hingga akhirnya dirinya menangis.

Acara tersebut dikecam oleh netizen karena saat itu Haruka sedang mengalami kondisi duka dimana kakaknya baru saja meninggal.

Dengan kondisi tersebut, tidaklah pantas apabila ia menjadi target untuk dikerjai.

Selain itu, konten-konten prank di youtube juga sudah tidak terhitung lagi jumlahnya alias sangat banyak.

Salah satu konten yang fenomenal dan menuai banyak kecaman adalah yang menampilkan aksi seseorang melakukan prank kepada ojol dengan memesan makanan kemudian tidak mengakui bahwa ia yang pesan.

Ada juga yang memesan makanan sejumlah 7 pcs senilai 700 ribu kemudian mengaku hanya memilih 1 pcs.

Konten ini membuat netizen “mengamuk”. Banyak diantara mereka berkomentar ganas atas konten tersebut.

Memanfaatkan rasa iba ojol untuk konten

Teganya mengerjai ojol hanya demi adsense

Lebih kurang seperti itulah reksi para netizen.

Memang banyak efek negatif akibat aksi-aksi sejenis ini ketimbang sebuah hiburan.

Lalu, bagaimana Islam memandang aksi ini?

Baca Juga: Serba-Serbi Puasa Rajab untuk Kamu Ketahui

Prank
sumber: unsplash.com

Hukum Prank dalam Islam

Dengan melihat banyaknya efek negatif yang timbul akibat aktivitas prank ini maka kamu pasti tahu apa hukumnya dalam Islam.

Ya, Islam melarang perbuatan seperti ini.

Aktivitas ini membuat seseorang dikerjai dan efeknya orang tersebut akan merasa direndahkan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka.

dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Baca Juga: Husnul Khotimah (Arti, Keutamaan dan Cara Mencapainya)

Rasulullah SAW juga melarang umatnya membuat kaget dan melakukan aksi untuk menakut-nakuti orang. Sebagaimana hadist Nabi SAW,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Artinya:

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain (HR. Abu Dawud, Shahih)

Aksi yang dilakukan di program fesbukers meskipun terlihat sederhana tetapi perbuatan tersebut tetap dilarang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا

“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR Abu Dawud, hasan)

Jadi meskipun niatnya bercanda tetap saja hal itu tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Istiqomah (Arti, Keutamaan dan tipsnya)

Prank
sumber: unsplash.com

Kesimpulan

Perlu kamu ketahui bahwa meskipun prank memiliki niat tidak untuk meremehkan dan hanya untuk sekedar bercanda tapi kamu tidak akan pernah tahu apa perasaan korban.

Bisa jadi ia merasa direndahkan dengan perbuatan seperti itu.

Bukan Islam tidak memperbolehkan bercanda. Karena Rasulullah SAW juga pernah bercanda. Tapi candapun ada adabnya dan ketentuan-ketentuannya.

Prank adalah bercanda yang tidak dibenarkan dalam syariat.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.