Inilah Produk Produk Bank Syariah yang Bisa Kamu Pilih

0
35976
produk bank syariah

Perbankan syariah dikenal pula sebagai sistem perbankan yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah Islam. .
Tidak kalah menarik, banyak produk yang sebetulnya disuguhkan oleh perbankan syariah, tidak terbatas hanya pada pembiayaan atau pun penyimpanan dana bebas riba saja. Nah, secara garis besar, produk bank syariah akan dibagi ke dalam 3 kelompok utama sebagai berikut :

1.  Penyaluran Dana
  • Jual Beli 

“…sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…..” (Q.S Al-Baqarah : 275)

Jual beli (Ba’i) dilaksanakan sejalan dengan perpindahan kepemilikan barang. Keuntungan bank termasuk juga harga barang yang dijual disebutkan di awal. Ba’i sendiri masih dapat dibagi lagi menjadi 3 kelompok, yaitu Murabahah, Salam, dan Istishna. Umumnya dalam ketiga akad tersebut, yang disebut sebagai penjual mengacu kepada pihak bank, sedangkan pembeli mengacu pada nasabah.

  • Sewa (Ijarah)

“… dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Baqarah : 233)

Hampir sama dengan jual beli, hanya saja tetap memiliki perbedaan pada objek atau barang dalam transaksi yang mana tidak disertai pemindahan kepemilikan atas barang yang disewakan. Produk perbankan yang satu ini bisa dilakukan dengan operating lease (tidak terjadi perpindahan kepemilikan sama sekali) atau Ijarah Muntahiyah Bittamlik IMBT (telah disepakati akan ada perpindahan kepemilikan objek di akhir. 

  • Bagi Hasil 

“…dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini.” (Q.S Shad : 24)

Sistem bagi hasil atau Syirkah akan dibagi lagi menjadi dua macam produk. Pertama, Musyarakah yang sering disebut syarikah, serikat, atau kongsi artinya perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk sama-sama menyerahkan kontribusinya pada aktivitas ekonomi tertentu. Kontribusi yang diberikan dapat bermacam macam seperti modal, skill, aset, dan lainnya. Kedua, Mudharabah artinya kerja sama dua pihak atau lebih yang mana satu berperan sebagai pemberi dana seluruhnya dan satu lagi berperan sebagai pengelola dana.

Baca Juga : Mengenal Akad Mudharabah dalam Islam

2. Penghimpun Dana
  • Wadiah 

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (Q.S An-Nisa : 58)

Wadiah disebut juga sebagai titipan atau simpanan berupa uang atau barang dari nasabah sebagai pemilik objek tersebut kepada pihak bank sebagai penerima objek titipan. Bank akan mendapat imbalan jasa atas tarif dari penitipan. Wadiah sendiri ada dua, yad dhamanah seperti pada rekening giro dimana bank boleh memanfaatkan barang titipan dan 

  • Mudharabah (Deposito, Tabungan)

“…Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah…” (Q.S Al-Muzzammil: 20)

Produk perbankan yang satu ini telah dibahas sebagaimana poin satu. Produk Mudharabah sebagai penghimpun dana misalnya deposito.

3. Jasa
  • Sharf 

Sharf diketahui juga sebagai jual beli valuta asing berbeda yang penyerahannya harus dilakukan pada waktu yang sama sesuai dengan kurs pada saat itu juga. Bank akan mengambil keuntungan untuk jasa tersebut.

  • Wakalah (Amanat)

Penyerahan mandat atau amanat dari nasabah kepada perbankan syariah untuk melaksanakan suatu permintaan tergantung keinginan pemberi kuasa. Permintaan tersebut misalnya transfer atau penagihan utang.

  • Hawalah

Pengalihan utang dari pemilik utang kepada pihak lain yang akan menanggungnya. Praktiknya seperti pemberian modal kepada supplier agar mendapat biaya usaha. Bank akan mendapat upah atas pemindahan utang tersebut.

  • Kafalah

Jasa penjaminan yang ditawarkan bank, dimana bank sebagai penjamin dan nasabah sebagai pihak yang dijamin. Tujuannya untuk menjamin pembayaran suatu kewajiban.

  • Rahn (Gadai)

Secara sederhana seperti sistem gadai, nasabah menyerahkan suatu barang yang memenuhi kriteria sebagai jaminan yang diserahkan kepada pihak bank untuk kemudian bank memberikan pinjaman.

Itu dia beberapa produk bank syariah yang bisa kamu coba, yuk mulai beralih ke halal lifestyle.


Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.