Serba-Serbi Puasa Rajab yang Perlu Kamu Ketahui

0
1714
puasa rajab

Tepat pada tanggal 25 Februari 2020 kita telah masuk bulan rajab. Ini merupakan salah satu dari keempat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan diperjelas dalam hadist.

Penyebutan adanya keempat bulan haram terdapat pada QS At-Taubah ayat 36, yaitu:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Berdasarkan pada tafsir Al-Muyassar dari Kementrian Arab Saudi bahwa

Di antara dua belas bulan itu ada empat bulan haram. Yaitu bulan-bulan yang di dalamnya perang diharamkan oleh Allah. Tiga bulan di antaranya berurutan, yakni Zulqaidah, Zulhijah dan Muharram, dan satu bulan terpisah, yakni Rajab.

Maksud haram di sini adalah karena pada bulan tersebut umat Islam diharamkan untuk melakukan peperangan dan saling menzhalimi antar manusia.

Nah, ada satu amalan yang sering kali digaungkan untuk dikerjakan di bulan haram. Amalan tersebut adalah puasa.

Baca Juga: Puasa Arafah (Niat, Hukum dan Keutamaan)

Puasa Rajab
sumber: google.com

Anjuran Puasa di Bulan Haram

Ada sebuah hadist yang menjelaskan tentang anjuran puasa di bulan haram.

Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali ramadhan)…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya)

Hadist ini dinilai shahih oleh sebagian ulama dan dhaif oleh ulama lainnya.

Di saat-saat ini banyak orang yang begitu menggaungkan amalan puasa rajab. Namun, ada banyak ulama yang kemudian menjelaskan tentang kontroversi hadist-hadist tentang keutamaan puasa rajab.

Sebagian besar mengatakan bahwa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan puasa rajab adalah hadist dhaif bahkan ada yang sampai derajat hadist mau’dhu atau hadist palsu.

Baca Juga: Maulid Nabi (Bolehkah Merayakannya, Sejarah dan Hikmah)

Hadist-Hadist Keutamaan Puasa Rajab

Ada beberapa keterangan yang dianggap sebagai hadist menjelaskan tentang keutamaan puasa rajab. Diantaranya:

Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada salju, lebih manis dari pada madu. Siapa yang puasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dengan air sungai tersebut.”

(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman,  no. 3800, 3: 367)

Hadist ini kemudian dinilai oleh Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-‘Ilal Al-Muntanahiyah, no. 912 bahwa hadits ini tidak shahih, di dalamnya ada perawi majhul yang tidak jelas siapa mereka.

Kemudian hadist lain yang juga mashyur menjelaskan tentang keutamaan puasa rajab adalah,

“Bulan Rajab adalah bulan yang agung, Allah akan melipatkan kebaikan pada bulan itu. Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seakan-akan ia berpuasa selama satu tahun.

Barang siapa yang berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup tujuh pintu api neraka jahanam darinya. Barang siapa yang berpuasa delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan delapan pintu surga baginya.

Barang siapa yang berpuasa sepuluh hari dari bulan Rajab, maka tidaklah Allah dimintai apa pun kecuali Allah akan memberinya.

Barang siapa berpuasa lima belas hari pada bulan Rajab, maka ada yang memanggil dari langit, ‘Engkau telah diampuni dosamu yang telah lampau.’ Mulailah amal, siapa yang terus menambah, maka akan terus diberi pahala.”  (HR. Ath-Thabrani)

Penjelasan tentang hadist ini menurut ulama Syaikh Al-Bani menjelaskan bahwa hadist ini tergolong hadist maudhu alias palsu.

Puasa Rajab
sumber: google.com

Pendapat Ulama tentang Hukum

Lalu, bagaimana hukumnya apabila kita berpuasa di bulan Rajab.

Buya Yahya menjelaskan bahwa hukum puasa rajab adalah sunnah. Alasannya adalah karena dulu nabi pernah puasa di bulan rajab begitu sering di suatu waktu.

Namun, pada waktu rajab berikutnya Nabi tidak berpuasa. Artinya, Nabi kadangkala melakukannya dan kadangkala tidak. Itulah kenapa puasa rajab kemudian dihukumi sebagai sunnah.

Kemudian Imam mazhab yaitu Imam Hambali menjelaskan bahwa hukum puasa rajab adalah makruh. Namun, ia bisa hilang hukum makruhnya dengan empat syarat.

  1. Tidak puasa rajab sebulan penuh,
  2. Disambung dengan puasa sebelum rajab,
  3. Disambung dengan puasa setelah rajab,
  4. Tidak mengkhususkan bulan rajab untuk berpuasa, artinya bulan lain ia juga berpuasa.

Bila satu dari keempat syarat tersebut dikerjakan, maka hukum puasa rajab menjadi sunnah.

Lalu, Ustadz Adi Hidayat juga memperbolehkan puasa di bulan rajab dengan namun puasa tersebut bukan dikhususkan. Puasa tersebut dimaksudkan sebagai amalan puasa pada umumnya.

Puasa dikerjakan di bulan rajab dengan tujuan untuk menjauhi diri dari maksiat. Karena dengan berpuasalah seseorang akan meningkat keimanannya dan banyak amal shalih yang akan ia perbuat.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Dajjal

Kesimpulan

Pada akhirnya sah-sah saja bila kamu ingin berpuasa sunnah di bulan Rajab. Tetapi jangan jadikan puasa tersebut sebagai puasa yang dikhususkan. Anggap saja itu sebagai puasa sunnah sebagaimana puasa pada bulan-bulan lainnya.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.